We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Bayi Kuning E-mail
Pengirim: dr. Setyadewi Lusyati   
Rabu, 27 April 2005
Bayi kuning adalah keluhan yang sering dikeluhkan dan dikhawatirkan orang tua. Hal ini sangatlah mudah dimengerti. Hal ini disebabkan antara lain informasi diantara orang tua itu sendiri yang mempunyai pengalaman yang berbeda.  

Apakah betul anak saya kuning?

Apakah benar bahwa bayi kuning ini semestinya mendapat perhatian khusus dari orang tua?

Apakah harus membawa bayinya ke pelayanan kesehatan?

Apakah ini normal ?

Bagaimana mengatasinya ?

Apakah bisa dicegah ?? 

Banyak sekali pertanyaan yang terlontar dari orang tua seputar bayi kuning tersebut. Bayi kuning memang sesuatu yang unik. 

Istilah bayi kuning atau dalam istilah medis lebih sering dikenal dengan ‘hiperbilirubinemia neonatal’ merupakan keadaan yang sering terjadi, sekitar 60-70% pada bayi baru lahir normal dan terjadi hampir pada semua bayi prematur.

Hiperbilirubinemia neonatal atau Bayi Kuning adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan kadar ‘bilirubin indirek’ (tidak langsung) di dalam darah karena peningkatannya yang sudah melampaui kemampuan tubuh untuk melakukan eliminasi (pengurangan). Keadaan ini sering terjadi pada minggu pertama kelahiran. Mulai meningkat pada usia hari ke -2 sampai 3 dan kemudian menghilang spontan pada akhir minggu pertama dan minggu kedua pada bayi prematur.

Derajad penumpukan bilirubin indirek di darah setiap bayi barvariasi. Dikatakan meningkat bila kadarnya lebih dari 2 mg/dl. Tetapi pada kadar tersebut gejalanya belumlah kasat mata. Gejala baru tampak bila kadar bilirubin di dalam darah > 5 mg/dl.

Gejala yang pertama tampak adalah kekuningan pada selaput bola mata. Selanjutnya kekuningan menyebar dimulai dari kulit bagian wajah, dada, perut, kemudian lengan dan paha dan pangkal lengan bawah dan pangkal kaki bawah. Sangatlah sulit untuk mendeteksi gejala awal kekuningan pada bayi. Karena hal ini membutuhkan pengalaman klinis dari seseorang. Sebagai petunjuk untuk menilai apakah bayi sudah mengalami kuning adalah : 1. Tempatkan bayi pada ruangan yang bercahaya putih, jangan memakai cahaya kuning atau bila mungkin bawa bayi keluar rumah; 2. Tekan kulit pada daerah tertentu seperti : kening, ujung hidung, dagu, dada, pangkal paha; 3. Karena penyebaran warna kuning yang berurutan dari atas ke bawah, bila sudah mendapati perut bayi berwarna kekuningan, tidak perlu lagi untuk menilai bagian atasnya. Jika orang tua mengetahui bahwa kulit bayinya mulai tampak menguning apalagi sudah di daerah perut ke bawah biasanya kadar bilirubin sudah relatif tinggi.  

Apakah sama bayi kuning dengan hepatitis ?

Bayi kuning tidaklah sama dengan hepatitis, meskipun pada bayi dengan hepatitis salah satu gejalanya adalah kuning. Pada bayi dengan hepatitis selain gejala kuning tidak biasa terjadi pada minggu pertama kelahiran juga yang terjadi adalah peningkatan kadar ‘bilirubin direk’ (langsung). Secara klinis warna kuning ini sulit dibedakan. 

Perlu diketahui sebelumnya bahwa keadaan bayi kuning adalah suatu fenomena normal dan sangat mungkin terjadi pada setiap kelahiran bayi. Mengapa dikatakan fenomena normal ? Apa sebenarnya yang terjadi ?

Peningkatan bilirubin indirek ini ditentukan banyak faktor, seperti : tingkat pemecahan sel darah merah, kemampuan hati untuk merubah bilirubin indirek menjadi bilirubin direk, kadar protein darah yang mempunyai peran untuk mengikat bilirubin indirek untuk dieliminasi. Pada bayi baru lahir, terutama pada bayi prematur, tingkat pemecahan sel darah merah tinggi disebabkan usia sel darah merah yang pendek dibanding orang dewasa dan keterbatasan kemampuan kerja hati. Adanya keterbatasan tersebut menyebabkan peningkatan bilirubin indirek di darah pada hari hari pertama. Seiring bertambahnya usia, kapasitas kerja hati juga semakin baik, sehingga penumpukan bilirubin indirek dapat dikurangi.

 Kalau merupakan fenomena normal, mengapa harus mendapat perhatian khusus ?. Pada bayi tertentu, fenomena normal bisa menjadi keadaan tidak normal atau dengan kata lain ‘bayi kuning sakit’. Dimana pada bayi kuning sakit peningkatan bilirubin indirek bisa beberapa kali lipat lebih cepat dari kecepatan peningkatan normal. Peningkatan yang cepat ini kalau tidak diantisipasi dini akan menimbulkan komplikasi, seperti : kejang, gangguan kesadaran dan karena pada kadar tertentu dapat merusak otak yang bersifat permanen, sehingga dapat dipastikan akan mengalami gangguan perkembangan bayi selanjutnya. Terdapat beberapa keadaan khusus yang mempunyai resiko peningkatan berlebihan, misalnya : ketidak cocokan golongan darah antara ibu dan bayi, kelainan sel darah merah, jumlah sel darah merah yang berlebihan dan gangguan enzim hati.

Apa yang dapat dilakukan orang tua di rumah sebagai tindakan pencegahan dan penanganan sementara bila bayinya sudah mengalami kuning sebelum membawa ke pelayanan kesehatan ? Berilah minum yang cukup dan sebaiknya ASI atau bila tidak ada ASI bisa diberikan PASI, sering dijemur di bawah sinar matahari pagi. Saya selalu menganjurkan sekitar jam 07.00 – 08.00. Pada daerah dengan 4 musim tentu sangat sulit melakukan hal ini terutama pada musim gugur dan musim dingin.

Bagaimana cara menjemur yang baik ? adalah dengan membuka baju, biarkan bayi dalam keadaan telanjang (tentu hal ini menyesuaikan dengan kondisi cuaca), tidak perlu di bolak balik, jangan tempatkan wajah langsung pada matahari, lama menjemur cukup sekitar 1 jam, setelah dijemur segera susukan untuk mempertahankan kecukupan cairan.

Pada keadaan bayi kuning sakit, biasanya perlu dirawat untuk dilakukan monitoring dari peningkatan kadar bilirubin indirek, selain itu untuk melakukan diagnosa dan memberikan intervensi penanganan segera. Penanganan yang mungkin dilakukan di rumah sakit untuk mengurangi kadar bilirubin indirek adalah terapi sinar (foto terapi), transfusi tukar selain juga memelihara kecukupan cairan dan kalori. Hingga saat ini belum ada obat obatan yang dipercaya untuk mengurangi kadar bilirubin indirek ini.

Selanjutnya, dengan kata lain, bila orang tua menjumpai bayinya kuning disarankan segera membawa pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan penilaian dan penanganan lebih lanjut. 

Penulis adalah dokter spesialis anak dari di Unit Neonatologi RS Anak dan Bersalin Harapan Kita yang sekarang sedang mengikuti pendidikan lanjutan untuk Neonatologi di Beatrix Kinder kliniek-Universitair Medisch Centrum Groningen – Groningen The Netherlands

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement