We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Menyikapi si Kecil yang Left-Handed
Menyikapi si Kecil yang Left-Handed E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 26 April 2005

" Anak pertamaku itu kidal/ left handed. Sejak kecil ia senang  melakukan apapun dengan tangan kiri. Hingga pernah dahulu di playgroup saat disuruh gurunya memegang crayon dengan tangan kanan, ia  malah ngambek, mogok dan tidak mau  melakukan apa apa" demikian tulis mom ini mengawali pertanyaannya tentang Left-Handed di milist We R Mommies. Selain itu beliau juga menceritakan bahwa terdapat riwayat Left-Handed dalam keluarganya. Ada beberapa pertanyaan yang mom ini sampaikan berkaitan dengan tema ini, yaitu: perlu tidaknya merubah kebiasaan left handed; apakah left handed bersifat genetik; tips/trik yang dapat digunakan untuk mengarahkan sang anak menggunakan tangan kanannya;dan latar belakang terbentuknya left handed ditinjau dari segi medis dan psikologi. Tanggapan para moms di WRM? Mari kita simak bersama.

Postingan pertama yang  menanggapi tema ini datang dari seorang mom member WRM yang menceritakan pula tentang pengalaman menyikapi Left-Handed di keluarganya. "Aku kebetulan besar di dalam keluarga besar yang menekankan penggunaan tangan kanan untuk "MOST OF ALL"things to do selain untuk berbersih setelah BAK dan BAB. Ini diperkuat oleh pengaruh lingkungan dan sekolah. Alhamdulillah ortuku tidak terlalu memasalahkan "TANGAN KIDAL" asalkan saat makan menggunakan tangan kanan dan menggunakan tangan kiri saat berbersih BAK dan BAB" tulis mom ini dalam postingannya.

Menanggapi pertanyaan awal yang diajukan, beliau berpendapat  bahwa teknik untuk menjelaskan pada anak bahwa being Left-Handed bukanlah satu kekurangan akan menentukan kepercayaan diri yang sang anak miliki. Karenanya ia bependapat, Left-Handed adalah hal yang tak perlu dirubah. Menjawab pertanyaan kedua, beliau menuliskan "Setahuku Left-Handed berhubungan dengan fungsi otak belahan tertentu yang dominan pada seseorang. Biasanya seseorang kidal memiliki talent Matematik dan penguasaan logika yang kuat. Namun bila berhubungan dengan gen KIDAl (ada nggak ya), ada potensi berhubungan meskipun tidak mutlak". 

Bagi beliau, penting sekali untuk memberikan kebebasan pada anak untuk menggunakan tangan kanan-kiri bersamaan bergantian. Namun tetap perlu diberikan penekanan bahwa pada penggunaan tangan untuk hal tertentu adalah penting, misalnya saat makan, bersih-bersih BAK, BAB.  Tentu harus disertai alasan yang dapat diterima oleh nalar sang anak. Tentang pertanyaan terakhir, beliau menyatakan tidak begitu memahami " Aku lebih percaya bahwa kebiasan dan latihan seringkali melampaui talent dan bakat bawaan. Namun apa salahnya bila kita mendukung bakat bawaan, dengan tambahan pengarahan untuk hal-hal khusus?" tutup mom ini dalam akhir postingannya.

Berbeda dengan penuturan mom di atas, mom member We R Mommies ini mengisahkan bahwa ia dibesarkan dalam keluarga yang tak begitu "memusingkan" urusan tangan kanan dan kiri, walaupun di antara keluarganya tak ada yang Left-Handed " Kita diajarkan bahwa tangan kanan dan kiri memiliki fungsi yang sama".  Dengan perjalanan usia, ia baru mengetahui bahwa etika yang beredar di masyarakat  berbeda dengan norma yang ada di keluarganya, karenanya akhirnya ia dapat menyesuaikan diri dengan menggunakan tangan kanannya dalam beberapa aktivitas yang ia lakukan.  "Sampai sekarang, aku kadang masih lupa sering memberikan sesuatu pada orang lain dengan tangan kiri tanpa mengatakan maaf.  Buat yang tak faham mungkin aku dibilang kasar dan tidak sopan. Namun bagi teman teman deket, sepertinya mereka sudah memahami dan memaklumi"papar sang mom saat menceritakan pengalaman sehari harinya. 

"Anak ke tiga saya juga Left-Handed. Kakak kakaknya semuanya Right-Handed " tulis mom ini saat menanggapi tema Left-Handed di milist WRM. Beliau menceritakan bahwa Left-Handed yang ada di diri putrinya mulai teramati saat sang anak berusia 1-2 tahun.  Tepatnya tatkala sang anak mulai belajar menggunakan pensil.  Namun kebiasaan ini sempat  berubah saat dilakukannya "intervensi" dari guru di playgroup nya. Saat masuk TK, Left-Handednya muncul kembali karena guru yang mengajar mendukung sang anak menggunakan tangan kirinya untuk beraktivitas.

Penggunaan tangan kanan tetap dianjurkan, namun hanya pada beberapa aktivitas tertentu seperti makan dan saat menerima/memberikan barang. Selain menceritakan pengalaman putrinya, beliau pun mengisahkan pengalaman keponaan beliau yang Left-Handed. " Waktu kecil ia tinggal di Jakarta. Dia dipaksa memakai tangan kanan untuk semua aktifitasnya. Setelah SMA , dia ikut orang tuanya ke Kalifornia. Di sana dia diperkenankan memakai tangan kirinya. Saat ini, setelah ia berusia 25 tahun, ia menceritakan bahwa ia merasa tertekan di indonesia karena diharuskan menggunakan tangan kanan hanya atas nama tatakrama" demikian mom ini menutup postingannya.

Tanggapan selanjutnya datang dari seorang mom member We R Mommies yang dapat mengaktifkan kedua tangannya.  " Kalau aku, tangan kanan dan kiri bisa digunakan untuk menulis. Bila melakukan olah raga,  tangan kiri lebih berperan penting. Namun bila makan, menerima barang, menulis, semua itu dapat aku lakukan dengan tangan kanan." cerita mom ini.  Menjawab pertanyaan awal di atas, beliau berpendapat bahwa perubahan semua aktifitas tangan kiri ke tangan kanan mungkin akan mengalami kesulitan "Mungkin kalau kebiasaan Makan, menerima barang itu perlu. Namun untuk aktivitas menulis, rasanya agak susah bila akan di rubah" . 

Dari informasi yang pernah mom ini dapatkan di siaran televisi, dikatakan bahwa kebanyakan orang orang Left-Handed adalah orang orang yang cerdas dikarenankan otak kanan mereka berfungsi teramat baik.  Berkaitan dengan genetis tidaknya Left-Handed, beliau beropini bahwa Left-Handed biasanya akan terbentuk dari kebiasaan anak yang sedari kecil tidak dibiasakan mengaktifkan tangan kanannya. Karenanya salah satu trik yang beliau anjurkan adalah mengajarkan anak sejak dini untuk memegang benda dengan tangan kanan, sehingga tangan kanannya dapat "aktif".

Mom satu ini menanggapi pertanyaan awal tema Left-Handed dengan penjelasan dan uraian yang cukup lengkap. Dalam menjawab pertanyaan "Perlukah merubah kebiasaan left-handed dan adakah pengaruhnya dengan stress yang akan timbul pada diri anak?", beliau menuliskan bahwa dari banyak penelitian dengan tema terkait banyak yang menyarankan bahwa left handed tidak perlu di rubah.   Hal ini tak lain karena sifat left handed berasal dari "lahir" alias tidak terbentuk dari pengaruh lingkungan/kebiasaan (Hardyck & Petrinovich, 1977; Sattler, 1992; Meyer, 1991) walau mekanisme bagaimana terjadinya seseorang left handed belum dapat dijelaskan oleh stand penelitian saat ini.

Dari beberapa literatur yang sempat dibaca oleh member WRM yang memiliki tiga buah hati ini, walaupun mungkin dilakukan perubahan lewat proses pemanipulasian atau pemaksaan untuk menggunakan tangan kanan pada beberapa aktivitas (semisal saat menulis) dapat berhasil (Sattler, 1993a), namun biasanya hal ini membawa konsekuensi yang riskan terhadap otak. Bahkan para ahli mengkategorikan tindakan demikian sebagai "tindakan kekerasan pada otak" yang dapat berefek terhadap kelainan psikis (Sattler, 1985; Sattler, 1986; Sattler, 1995).

Para ahli banyak berpendapat bahwa seorang yang Left-Handed tidak akan pernah bisa dirubah menjadi seorang yang Right-Handed walaupun ia dapat tetap menggunakan tangan kanannya untuk beberapa aktivitas. Left - atau Right Handed akan tetap ada pada seseorang karena hal ini terkait langsung dengan dominansi bagian otak yang bekerja.

"Apakah kidal itu memang keturunan?", pertanyaan ini dicoba dijawab oleh beliau dengan penjelasan berikut ini. Menurut para ilmuwan yang mendalami bidang ini (paling tidak dari stand research tema terkait hingga saat ini)disimpulkan  bahwa leftt handed sifatnya genetis. Karenanya bila dalam keluarga ada yang Left-Handed, maka peluang anak kita left-handed juga ada, walau tidak mesti muncul (Hardyck & Petrinovich, 1977; Sattler, 1992; Meyer, 1991)

Tentang pertanyaan apakah perlu sekali dirubah ke Left-Handed an seseorang dan  bagaimana tips/trik mengarahkan anak menjadi si tangan kanan, mom ini tidak dapat memberikan tips. Beliau berkeyakinan bahwa seseorang Left-Handed sebenarnya tidak perlu di rubah dan "kidal" bukanlah hal yang tak lazim. Mungkin untuk beberapa aktivitas yang tidak membutuhkan konsentrasi penuh, dapat saja tangan kanannya digunakan. Bagi beliau pribadi, pun bila putranya Left-Handed, maka fungsi tangan kanannya akan ia anjurkan untuk aktivitas aktivitas yang menurut kaidah religi memang dibutuhkan tangan kanan untuk bekerja, semisal makan (walau hal inipun tetap tidak dianggap tak perlu oleh para ilmuwan bagi para Left-Handed). Namun untuk aktivitas lainnya semisal menulis, melukis, menggambar, menggunting dllnya penggunaan tangan kirinya akan tetap beliau dukung.

Dalam mencoba menjawab pertanyaan " Apakah latar belakang terbentuknya orang orang yang left handed? Adakah tinjauan medis / psikologi tentang hal ini?", mom ini menginformasikan di milist We R Mommies bahwa bila dilihat dari tinjauan medis,  Left-Handed telah ditentukan oleh sebelum bayi lahir. Karenanya seorang bayi lahir sudah membawa "sifat" left handed atau right handed (Hardyck & Petrinovich, 1977; Sattler, 1992; Meyer, 1991) . "Untuk penjelasan psikologinya kebetulan saya tidak mengetahui" tulis beliau.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa di usia anak 1-2 tahun biasanya akan sudah dapat teramati dengan jelas apakah seorang anak Left Handed atau Right-Handed karena kecenderungan dominasi tangan yang digunakan akan mudah teramati (Sattler, 1999c). Bahkan bila orang tua berkenan mengamati anaknya secara intensif, di usia 6 bulan pun sudah dapat "terbaca" apakah anaknya left handed atau tidak.

Bila perkembangan "penggunaan dominasi tangan" tidak tercampuri oleh faktor faktor luar seperti pendidikan (coba pakai tangan yang bagus nak untuk nulis..dll) atau penyakit/luka/kecelakaan, maka biasanya secara umum left handed atau right handed sudah dapat teridentifikasi di usia 3 tahun, paling terlambat di usia 6 tahun. Seorang anak yang usianya lebih dari 4 tahun dan masih menggunakan kedua tangannya secara bergantian untuk aktivitas aktivitasnya bahkan di negara tempat mom ini bermukim dianjurkan untuk berkonsultasi dengan para ahli agar dapat ditentukan left handed /right handed sebelum masuk SD dengan harapan agar si anak tak mengalami kesulitan dalam menjalani masa pendidikannya.

Menurut mom ini, salah satu konsekuensi riskan bagi otak akibat pemaksaan penggunaan tangan kanan bagi para Left-Handed biasanya akan berefek ke psikis. Pada beberapa aktivitas yang membutuhkan kecakapan motorik halus atau yang membutuhkan dominansi tangan maka akan berakibat stress yang berkepanjangan, bahkan bisa berakibat suicide. Di beberapa artikel yang pernah beliau baca,  pernah dikisahkan bagaimana tersiksanya psikis seorang musician dan dokter gigi yang terpaksa menggunakan tangan kanannya walau mereka left handed (mengingat beberapa alat yang berhubungan dengan profesi tersebut tidak didesain sedemikian rupa sehingga "ramah" terhadap para Left-Handed) .Karenanya di salah satu studi bahkan sempat diteliti korelasi antara Left-Handed dengan angka bunuh diri dan aggresivitas.

Info links on line juga mom ini tambahkan sebelum menutup postingannya di milist We R Mommies. Untuk mencari artikel yang berkaitan dengan penelitian Left Handed bisa didaapatkan dengan baik di Highwire (http://highwire.stanford.edu/) dan Medline (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?db=PubMed)

Tanggapan berikutnya datang dari seorang mom member WRM yang Left-Handed. Beliau mengisahan bahwa sepanjang ia bermukim di indonesia, ia banyak menemui masalah dengan ke"kidal"annya. Masih banyak anggota masyarakat yang menganggap orang yang Left-Handed adalah golongan orang yang tidak memiliki sopan santun.

Di tiap tahap pendidikan, ia pasti menemukan  guru/dosen yang menegur dirinya karena ia menulis, menunjuk dan mengangkat tangan menggunakan tangan kiri. Hanya karena keluarga mendukung ke'kidal'an dirinya, maka ia merasa biasa saja. "Tapi ya demi 'kesopanan', aku kalo makan pake sendok-garpu ya normal, garpu kiri, sendok kanan. Tapi kalau sudah makan yang menggunakan satu tangan (pakai tangan, makan sup, pakai sumpit, mengoles mentega, masak), pasti saya pakai tangan kiri" tulis beliau.

Beliau menyarankan agar anak jangan dipaksa menjadi Right-Handed bila ternyata ia Left-Handed. Hal ini pantang untuk dilakukan karena akan berakibat terjadinya pemaksaan kerja pada bagian otak yang lemah untuk melakukan pekerjaan pekerjaan pokok. "Yang jelas kalau aku boleh menyarankan,  jangan sampai ada pemaksaan penggunaan tangan kanan bila sang anak kidal.  Aku yakin secara otomatis anak akan menggunakan bagian otak/tubuhnya yang dominan. Bila Pattern itu dirubah, repot" demikian tulis mom ini saat menutup postingannya.

Beberapa Info di milist We R Mommies Yang Berkaitan dengan Link-Handed:

Aggleton JP, Bland JM, Kentridge RW, Neave NJ (1994): Handedness and longevity: archival study of cricketers. British Medical Journal 1994;309:1681-1684.

Annett M (2002): Non-right-handedness and schizophrenia. Br J Psychiatry 2002 Oct;181:349-350.

Bestebroer J, Kneepkens H, Pijpers W, Venema M (1999): Lefthandedness: Priviledge or disease?

Blatchley B (1998): Drawing on the right side of the conclusions: What neuroscience really says about the notion of left & right-brained humans.

Bolterman H (2000): The left-hander’s dilemma. Good Old Days Magazine Nov 2000:37(11).

Boot E (2003): Left- and right-handedness in classic Maya writing-painting contexts.

Bradley N (1992): British survey of left-handedness. Graphologist 1992;10(4):176-182.

Britton K (2001): Inconveniences of being a lefty. Daily Trojan Oct 2001;144(41):4-14.

Buckler CL (1999): The effects of environment and handedness on writing performance.

Carrière S, Raymond M (2000): Handedness and aggressive behavior in an Ntumu village in southern Cameroon. Acta Ethologica 2000;2(2):111-114.

Chappell AS (2003): Left-handedness: A blessing or a curse? Medicine and Science in Tennis 2003 April;8(1):12-13.

Cooke J (1999): How and why our right and left sides differ.

Danto AC (1999): Handedness and post-modern art.

Deutsch D (1978): Pitch memory: an advantage for the left-handed. Science 1978 Feb 3;199(4328):559-560.

Ehrman L, Perelle I (1983): Laterality. Mensa Res J 1983;16:3-32. Eichberg H (2003): Rechte Hand, linke Hand und keine dritte. Über die Zweiteilung politischer Positionen.

Eidgenössische Technische Hochschule Zürich (2001): Griffarten beim Zähneputzen.

Galobardes B, Bernstein MS, Morabia A (2001): Can the declining prevalence of left-handedness with age be due to smoking? Eur J Public Health 2001 Sep;11(3):352-353.

Gan L (1997): Left-handedness - a cause for concern? React 1997 Jul;1.

Holder MK (2004): Teaching left-handers to write. Handedness Research Institute papers.

Jones GV, Martin N (2000): Handedness and heterogeneity in cognitive science.

Klar AJ (2003): Human handedness and scalp hair-whorl direction develop from a common genetic mechanism. Genetics 2003 Sep;165(1):269-276.

Largo RH, Fischer JE, Rousson V (2003): Neuromotor development from kindergarten age to adolescence: developmental course and variability. Swiss Med Wkl 2003;133:193-199.

Left-Handers Club (2002): Left-Handedness and career choices.

Lüken U (2001): Das Rätsel der Linkshändigkeit. Referat.

Medland SE, Wright MJ, Geffen GM, Hay DA, Levy F, Martin NG, Duffy DL (2003): Special twin environments, genetic influences and their effects on the handedness of twins and their siblings. Twin Res 2003 Apr;6(2):119-130.

Reinhard C (2002): Wechselspiel der Händigkeit - Ist Ihr Kind Linkshänder?

Van Mensvoort M (2003): Left-handedness: About the myth, the mystery, and the distinctions between both hands.

Zaman A, Moody W, Roberts N (2001): An fMRI study of the relationship between extent of cortical representation of left and right hand, hand preference and hand performance.

(DAI/WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement