|
Apa yang kita dapatkan didunia ini semata mata hanyalah pinjaman, kapan saja bisa hilang, kapan saja bisa diambil Yang Maha Pencipta. Ukuran dari apa yang telah kita capai atau kita dapatkan; banyak-sedikit, lebih-kurang, cantik-buruk, tinggi-pendek, indah-jelek, kaya-miskin dll, sebaiknya diukur dari kepuasan kita memilikinya, bukan dari mata orang lain. Ada pepatah mengatakan "Beauty is in the eye of the beholder"...that is what exactly what I do to myself...I feel blessed for what Allah SWT gave to me all these years.
Terkadang manusia menilai dirinya terlalu rendah dan sebaliknya menilai orang lain memiliki sesuatu yg lebih dari dirinya. Ada juga yang menilai dirinya terlampau tinggi sehingga memandang orang lain selalu kelihatan lebih rendah dari dirinya. Akibatnya hanya kekecewaan yg didapat dari sikap tersebut diatas.
Hidup ini bukan berdasarkan pesanan, bukan didapat secara cuma-cuma, semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, dan tugas kitalah untuk menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya walau terkadang hidup ini penuh kekecewaan. Percaya atau tidak hidup kita ini adalah cobaan dari Yang Maha Melihat, apakah yang cantik dan kaya raya lagi pula pintar menjadi sombong atau yang miskin dan kurang cantik malah tidak mau mensyukuri apa yg sudah ditentukan Allah SWT atas dirinya...
Contoh paling dekat adalah kehidupan saya pribadi, banyak sekali kekecewaan dalam hidup saya, tapi saya berusaha untuk tetap bersyukur menerima semuanya dengan harapan akan ada hikmah dibalik semua itu. Kekecewaan besar atau yang kecil rasanya sama saja, amat sangat mengganggu pikiran dan kadang kesehatan, hanya dengan bersyukur atas kehidupan ini kekecewaan saya bisa saya bendung, Insya Allah lambat laun terlupakan.
Saya percaya Allah SWT menguji ummat-Nya dengan cara yg berlainan, ada yang diuji dengan kelebihannya ada yang diuji dengan kekurangannya, tidak ada yang pernah tahu rahasia Allah SWT. Kecantikan, kekayaan, kepintaran dan kelebihan kelebihan lain yg dipunyai seseorang tidak akan ada artinya kalau tidak disertai dengan akhlak yang baik, bersyukur dan bertawakkal...ingat Pada-Nya.
Alhamdulillah semenjak saya kecil, saya sudah merasakan bagaimana hidup susah dan mengalami banyak kekecewaan (baik itu akibat kehilangan seseorang yang saya sayangi atau yg diakibatkan oleh orang lain), sehingga sekarang saya amat sangat menghargai sedikitnya yang saya punya dan lebih banyak bersyukur dan tawakkal dikala mendapat kekecewaan/kesedihan.
Tidak ada gunanya berlama-lama bersedih atau sakit hati berkepanjangan, hanya membawa kekecewaan makin dalam dan menyakitkan tubuh kita. Yuk mulai sekarang mulai intropeksi diri, apa kita sudah terhindar dari menyakiti orang lain, membuat orang lain kecewa atau malah kecewa karena merasa hidup ini tidak adil, buang semua perasaan itu, mulailah mensyukuri apa yg kita dapatkan, sedikit-banyak, kurang-lebih-nya mari kita syukuri saja...
Semoga dengan begitu banyak kekecewaan hati kita dan orang lain yang terobati...
Salam manis, Virrie Triputra |