We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Renungan arrow Dewi Sartika
Dewi Sartika E-mail
Pengirim: MD   
Selasa, 19 April 2005

Dalam memperingati hari Kartini, tidak ada salahnya kita juga mengetahui sosok pejuang pendidikan wanita yang lainnya yaitu Dewi Sartika. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Saat itu tahun 1902, ketika wanita pribumi masih jauh dari mandiri karena kungkungan adat.

Dan pendidikan bagi dia adalah jalan keluarnya. Inilah alasan kenapa Dewi Sartika mencetuskan gagasan mendirikan sekolah wanita pribumi yang pertama di Indonesia. Dia mengajarkan cara merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis, dan sebagainya. Muridnya membawa makanan, beras, garam, buah-buahan, dan sebagainya untuk Dewi Sartika dan ibunya.

Menurut Nina Lubis — seorang sejarawan dari Sastra Unpad, jika perjuangan emansipasi perempuan yang digelorakan R.A. Kartini hanya sebatas ide atau gagasan, Dewi Sartika justru dengan pelaksanaannya langsung. “Dewi Sartika mah jeung prakna. Ia benar-benar mendirikan insitusi pendidikan pertama bagi kaum perempuan di negeri ini. Tidak saja dengan pikiran dan tenaga, tetapi juga dengan biaya sendiri” katanya.

Lalu siapakah Dewi Sartika?

Lahir di Bandung, 4 Desember 1884, dari keluarga "Menak" di Bandung lebih akrab dipanggil Uwi. Dia putri dari perkawinan Raden Rangga Somanagara dengan Raden Ayu Rajapermas. Sebagai keluarga berdarah biru Dewi Sartika menyempatkan sekolah tingkat dasar Eerste Klasse School, tentunya selain bahasa Belanda bahasa Inggris pun dipelajarinya.

Gerak-geriknya lincah, sigap, dan berani, agak berbeda dari wanita umumnya. Bicaranya pun lugas dengan tutur kata yang tegas dan terkadang bernada keras. Kendati sehari-hari dia mengenakan kebaya dan kain panjang, boleh dibilang pembawaannya agak tomboy.

Keinginannya mengajar sudah terlihat sejak kecil. Dia suka mengambil peran sebagai guru saat bermain sekolah-sekolahan bersama teman-teman perempuan sebayanya, sepulang dari sekolah dasar di Cicalengka.

Sebagai keluarga ménak Dewi Sartika melihat sendiri kemelaratan yang ada di sekeliling karena penjajahan Belanda, dan bertutur “Menurut pendapat saya, barangkali dalam hal ini bagi wanita tidak akan sangat banyak berbeda dengan pria. Disamping pendidikan yang baik, ia harus dibekali pelajaran dengan sekolah yang bermutu. Perluasan pengetahuan akan berpengaruh kepada moral wanita pribumi. Pengetahuan tersebut hanya diperolehnya dari sekolah”.

Maka, pada 16 Januari 1904, Sakola Istri berhasil dibentuk –istri dalam bahasa Sunda berarti juga wanita. Tenaga pengajarnya tiga orang; Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny. Poerwa dan Nyi. Oewid. Untuk sementara tempat belajar meminjam ruangan di Paseban Barat di halaman depan rumah Bupati Bandung. Murid yang diterima untuk kali pertama sebanyak 60 siswi, yang sebagian besar berasal dari masyarakat kebanyakan.

Pada 1905 sekolah tersebut pindah ke jalan Ciguriang-Kebun Cau karena ruangan tak mampu lagi menampung jumlah siswi yang bertambah. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya plus bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung.

Dewi Sartika sendiri meninggal pada 11 September 1947 dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu, Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar Bandung

Sumber
http://www.solusihukum.com/tokoh/tokoh43.php
http://yulian.firdaus.or.id/2004/12/04/raden-dewi-sartika/

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement