|
Beberapa waktu yang lalu, komunitas blog family dihebohkan dengan peristiwa fitnah yang menimpa salah satu blogger mereka. Peristiwa ini dimungkinkan karena password account blog milik blogger tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak diinginkan.
Saya yakin para moms pasti akan bertanya-tanya memang semudah apa sih mencuri atau memecahkan password. Sebenarnya mencuri password adalah hal yang sangat sulit dilakukan, apalagi jika data tentang password tersebut berada di server yang dijaga oleh admin IT profesional. Sayangnya, kebanyakan user komputer mempunyai beberapa kebiasaan buruk dalam memilih dan menjaga password mereka, sehingga orang yang tidak tahu banyak tentang komputer pun bisa mencuri password.
Salah satu kebiasaan buruk yang sangat fatal adalah mencatat password ke atas kertas. Salah satu teman saya, pernah menulis password untuk mengakses folder berisi dokumen rahasia di kertas post-it-note. Post-it-note tersebut kemudian ditempelkan di sebelah layar komputer...Nah, jika hal ini yang sering dilakukan moms, jangan heran password Anda gampang dicuri. Kebiasaan buruk lainnya adalah tidak pernah mengganti password yang diberikan oleh admin. Janganlah berasumsi admin memberi password yang unik untuk Anda, kebanyakan admin yang saya kenal, memberi password generik ketika mereka membuat account untuk user baru. Ubahlah password dari admin sesegera mungkin! Kebiasaan lain yang juga tidak kalah jeleknya adalah dengan menset komputer untuk mengingat password secara otomatis. Siapa saja yang menyalakan komputer dapat dengan otomatis mengakses folder, dokument, account, yang seharusnya dilindungi password. Jangan pernah tergoda untuk men-klik yes ketika komputer bertanya “remember the password?”.
Satu hal penting dalam memastikan password moms aman adalah dengan memilih password yang tidak mudah ditebak. Janganlah menjadikan nama anak, nama suami, nama kucing kesayangan sebagai password. Begitupula tanggal ulang tahun suami, anak, atau diri sendiri. Sebelum seorang hacker mencoba menghack suatu account, hal yang paling mudah mereka lakukan adalah dengan menebak password terlebih dahulu. Jika hacker mengetahui sedikit data-data pribadi seorang user (misalnya nama anak, tanggal ulang tahun, klub sepak bola favorit), ia akan mencoba-coba data-data tersebut untuk menebak password user, sebelum melangkah lebih jauh dan berusaha menaklukan sistem keamanan komputer dan jaringan. Password yang paling susah ditebak tentunya password yang dihasilkan oleh random generator, misalnya password seperti: qI!jxL*T akan sangat sulit ditebak. Di lain pihak, password yang dihasilkan random generator tidak mudah untuk diingat. Jika moms harus mengingat lebih dari 5 password yang berbeda, dijamin ada godaan untuk menulis password tersebut di atas kertas...
Sebenarnya kriteria password yang aman dan mudah diingat tidak susah, pada intinya ada beberapa langkah yang bisa diikuti ketika memilih password. 1. Pilih kata yang gampang diingat, jangan terlalu pendek dan jangan terlalu panjang, 8-12 karakter cukup ideal. Misalnya: wearemommies
2. Gunakan campuran campuran huruf besar dan huruf kecil, karakter angka, simbol, dan tanda baca. Subtitusi beberapa huruf dengan karakter-karater yang lain. Misalnya: kita subtitusi huruf e dengan angka 3, huruf A dengan angka 4, huruf o dengan angka 0 dan huruf i dengan tanda !, sehingga wearemommies berubah menjadi W34r3M0mm!3s. Mudah bukan? |