We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Rumah Tangga arrow Kebaya
Kebaya E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 14 April 2005

Susahnya bila harus memakai kebaya, terbayang repotnya bagaimana harus menggunakan kain yang dililit-lilit. Kemudian masih harus mencari selendang, memakai sanggul maupun mencari sepatu yang cocok. Apalagi kalau kita dituntut untuk menggunakan kebaya cukup sering. Wah, bisa pusing tujuh keliling.

Seperti yang dialami seorang anggota milis WRM, yang berbagi cerita, di mana ia harus sering mendampingi suami untuk acara-acara resmi yang mengharuskannya menggunakan kebaya/ busana nasional. Karena ia sama sekali tidak mengetahui selukbeluk busana nasional/kebaya ini, maka timbullah berbagai pertanyaan. Bagaimana modelnya? Bahan apa yang cocok? Kain dan selendang yang bagaimana yang cocok? Bagaimana dengan alas kakinya, yang terbuka atau tertutup?

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat tanggapan dari beberapa anggota milis WRM untuk menjawab pertanyaan tadi.

1. Jenis-jenis kebaya/ busana nasional (atasan) Di Indonesia untuk busana tradisional wanita dikenal beberapa jenis, antara lain :
1.1. Kebaya Jawa biasanya bentuknya simple dengan bentuk leher V, panjangnya sampai di bawah pantat dan biasanya dari bahan bludru dengan bordir emas.
1.2. Kebaya Kartini, hampir sama dengan kebaya Jawa tetapi dari bahan katun dan bordirannya sederhana ("Contohnya bisa lihat foto Ibu Kartini", kata salah seorang anggota milis WRM).
1.3. Kebaya encim atau kebaya None Betawi, terbuat dari bahan organdi atau katun, model kerah V dengan bordir sepanjang kerah sampai bawah (bagian sisi yang menerus dari kerah). Kadang bagian bawahnya juga dibordir.
1.4. Kebaya kutu baru, kebaya dengan model ada `jembatan' –kain penghubung di tengah (untuk menghubungkan sisi kiri dan kanan kebaya).
1.5. Baju kurung, berupa atasan panjang (setengah paha atau lebih), berkancing belakang, lengannya tiga perempat atau panjang, dan bisa diberi bordir atau payet. Modelnya tidak seketat kebaya.

Untuk jaman modern ini, busana tradisional (kebaya) lebih berkembang menjadi lebih simple dengan berbagai modifikasi. Yang perlu diingat adalah situasi dan waktu pemakaian kebaya tadi yang ditentukan dari kualitas bahan dan warnanya. Untuk acara resmi lebih baik bahan kebayanya menggunakan bahan yang berkesan formal, misalnya pakai kain yang agak mengkilat dan berkesan "mewah", seperti silk atau organdi. Sedangkan untuk acara non formal (setengah resmi), dapat menggunakan bahan katun dengan hiasan sederhana, dan jangan gunakan bahan yang terlalu banyak kilau (glitter atau payet).

Lalu untuk pemilihan warna, bisa juga disesuaikan dengan waktu. Untuk acara malam hari sebaiknya yang sangat resmi bisa menggunakan kebaya warna gelap, sebaliknya untuk acara siang hari bisa menggunakan yang warna cerah.

Walaupun demikian yang terpenting dalam pemakaian kebaya adalah enak dipakai, seperti misalnya pemakaian baju kurung, bisa jadi alternatif yang sangat praktis, karena atasannya panjang (setengah paha atau lebih), berkancing belakang, lengannya tiga perempat atau panjang, dan bisa diberi bordir atau payet. Modelnya tidak seketat kebaya, sehingga tetap bisa dipakai walaupun bentuk badan tidak bisa diajak kompromi.

Jangan lupa lapisi kebaya transparan dengan dalaman yang warnanya sesuai. Modelnya bisa berupa "voering" yg dijahit pada kebaya, atau kamisol (kemben) yang lepasan (kamisol sebetulnya lebih bagus jatuhnya). Untuk pakaian dalamnya, sebaiknya pakai longtorso (korset) yang sekaligus bisa menahan kain panjang (tentunya setelah kainnya diikat dulu).

2. Kain dan Selendang
Bahan kain panjang bisa macam-macam:
2.1. Tradisional, batik dari Pulau Jawa berbahan mori, sejenis katun. Pemakaiannya biasanya dililitkan cukup ketat (runcing di bawah) dan jatuhnya di tumit. Saat memakai kainnya, bisa dicoba juga jatuh duduknya, jangan sampai saat duduk, kainnya naik terlalu banyak Kain batik tradisional Jawa tidak memiliki selendang yang sepadan. Jadi kalau mau memakai selendang, biasanya digunakan selendang dari bahan tipis dan transparan (organdi) yang warnanya cocok dengan warna kebaya.
2.2. Batik pesisir (Pekalongan, Cirebonan, Lasem,dll) banyak yg dibuat di atas kain sutra. Satu stel dengan selendangnya.
2.3. Sarung ala Sumatera (songket) atau Makassar (atau daerah-daerah lain di Nusantara ini). Songket agak kaku bahannya, penuh dengan benang emas, dan biasanya juga satu stel dengan selendangnya. Atasannya biasanya berbentuk baju kurung.

Pemakaian kain bawahan supaya tidak bingung melilitkan, lebih baik dijahit menjadi seperti rok dengan menggunakan ritsluiting. Modelnya juga bisa bermacam-macam dibuat ketat seperti memakai kain tradisional Jawa atau akan dibuat longgar seperti sarung/rok sehingga memudahkan pemakaian (biasanya penjahit tahu yang dimaksud bahkan mereka punya beberapa plihan model).

3. Alas kaki
Sebaiknya memakai selop. Kalau malam bisa pakai selop yang "berkilauan". Soal hak, memang sebaiknya jangan datar (kecuali sedang hamil). Tapi semua tergantung kenyamanan.

Apabila merasa agak kurang nyaman bila memakai selop hak tinggi, saran seorang mom anggota WRM bisa diikuti. "Saya merasa selop itu bawaannya kayak mau lepas melulu dari kaki gitu, saya sih pengennya pake sepatu terbuka bertali model ankle-strap."

Pilihan pemakaian alas kaki juga perlu disesuaikan dengan cara pemakaian kain. Apabila ingin memakai kain tradisional Jawa dengan wiru dan dililit ketat (runcing di bawah) dan jatuhnya di tumit, sebaiknya menggunakan selop yang berhak runcing (tinggi hak menyesuaikan asal nyaman saja, tetapi jangan tanpa hak).

Soal tinggi dan bentuk hak, tergantung selera . Yang perlu diperhatikan adalah harmonisasi. Seperti kain Jawa yang sempit dan jatuh di mata kaki, lalu selopnya tinggi 10cm, rasanya sedikit aneh. Lain dengan sarung yang bisa dipadankan dengan memakai selop tanpa hak.

4. Perhiasan
Jika menggunakan busana nasional, sebaiknya pakai perhiasan yang agak "lebih" dari perhiasan yang biasa kita kenakan sehari-hari.
Satu tips agar tidak berlebihan: kalau sudah pakai bros besar sebaiknya tidak perlu pakai kalung.

Dandanan wajah juga perlu diperhatikan. Kalau bisa jangan tanpa make up. Rambut, kalau panjang ya disanggul cepol atau diblow rapi. Apabila rambut pendek bisa ditata dengan sedikit gel.

Selain masalah kebaya secara umum, muncul masalah baru dari anggota milis WRM yang lain, yang saat ini lagi hamil dan mengharuskannya memakai kebaya karena salah seorang iparnya akan menikah.

Berikut tanggapan dari anggota milis WRM.

"Untuk model kebaya lebih baik dengan model simple, misal dengan kerah V kemudian longgar di bawah, atau bisa juga kebaya dengan model kimono tanpa ikat pinggang, dengan kancing dalam. Sedangkan pilihan bahannya bisa bahan yang ringan, shantung misalnya; yang perlu diingat bahan harus nyaman dan tidak panas, minimal bisa menyerap keringat (karena orang hamil kan sering kepanasan). Untuk kain bawahannya lebih baik dibuat model yang longgar seperti model sarung misalnya, ataupun seperti model rok yang pada bagian pinggangnya diberi karet (supaya tidak terlalu ketat).

Untuk menutup diskusi mengenai kebaya, yang perlu diperhatikan adalah waktu penjahitan atau pembelian kebaya. Kalau bisa jangan terlau mendesak waktunya untuk menjahit atau membeli kebaya, karena sifat dari kebaya yang seharusnya pas di badan kadang sulit dipenuhi penjahit, sehingga kadang butuh waktu untuk memperbaiki supaya hasilnya maksimal dan nyaman dipakai.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement