|
“Bunga di dalam tamanku… Merah, putih, kuning, ungu...”
It’s spring time! Inilah saat yang ditunggu oleh sebagian besar mereka yang tinggal di negara empat musim. Saat dimana salju telah meleleh, pucuk-pucuk tanaman mulai menampakkan kehidupan setelah musim dingin yang beku.
Musim dingin telah membuat membuat sebagian besar tanaman nampak seperti mati. Sebagian besar? Ya, beberapa jenis tanaman yang disebut ”evergreen” tetap mempertahankan warna kehidupan selama musim dingin. Biasanya daun-daun tanaman itu tidak kering dan rontok saat musim gugur, dan akan berwarna hijau, hijau tua atau hijau agak kecoklatan pada musim dingin. Berbagai jenis cemara, azalea dan magnolia termasuk diantaranya.
Musim semi menciptakan kegembiraan tersendiri bagi pecinta tanaman. Kegembiraan sekaligus kerja keras. Inilah saatnya mereka terjun ke halaman untuk membersihkan sisa tanaman yang mati, dan bersiap untuk menanam tanaman yang baru. Untuk meringankan tahap penanaman, seringkali orang memilih menanam tanaman jenis ”perennial”, karena tanaman ini tampak mati di musim dingin (hybernate) dan tunasnya akan tumbuh saat musim semi. Itu berarti hanya perlu sekali menanam untuk seumur hidup. Diantara jenis perennial adalah daylily, lavender, geranium dan hydrangea. Meskipun demikian, siapa yang tahan dengan godaan warna-warni tanaman jenis ”annual”?. Meskipun tanaman ini hanya hidup antara musim semi dan musim gugur dan harus ditanam setiap tahun, kelompok tanaman annual menawarkan warna-warni ceria khas musim panas. Jenis annual yang sering menjadi favorit adalah marigold (bunga telekan), zinnia (bunga kertas), petunia, periwinkle (tapak doro) dan impatient.
Dari sekian banyak tanaman berbunga, ada satu jenis tanaman yang menjadi favorit sepanjang masa, apalagi kalau bukan bunga mawar! Tanaman mawar akan menggugurkan daunnya menjelang musin dingin dan tunas daunnya akan tumbuh kembali di musim semi.
Ada sekelompok tanaman yang seolah identik dengan musim semi karena tanaman ini biasanya akan tumbuh dan berbunga begitu musim dingin berakhir, mendahului tanaman yang lain. Jenis tanaman ini disebut ”flowering bulbs” karena yang ditanam adalah ”bulb”-nya (bagian akar atau umbi). Tulip , iris, begonia dan daffodil termasuk tanaman jenis ini. Setelah selesai berbunga, tanaman tersebut akan layu dan mati. Hanya akar atau umbinya saja yang tertinggal di dalam tanah menanti musim semi mendatang untuk tumbuh dan berbunga kembali.
Selain menanam berbagai bunga yang indah dipandang, saat musim semi adalah saat untuk menanam berbagai jenis sayuran dan ”herb” (tanaman untuk bumbu dapur). Di halaman rumah bisa kita tanami berbagai sayuran, misal ketimun, lettuce, buncis, dan tomat. Bahkan kangkung pun bisa ditanam di halaman. Untuk keperluan bumbu dapur, kita bisa menanam basil, oregano, thyme, kemangi, cabe, serai, lengkuas dan kunyit.
Dari pengalaman bergulat dengan kegiatan bercocok tanam di antara perputaran empat musim, hikmah yang bisa diambil adalah : berbahagialah anda yang hidup di negara tropis. Ibarat musim panas sepanjang tahun dengan sinar matahari dan hujan yang berlimpah, manfaatkanlah! Tanami setiap jengkal tanah yang tersedia. Bahkan jika setiap permukaan tanah telah dilapisi semen dan beton, menanamlah di dalam pot. Daun yang hijau dan warni-warni bunganya akan membuat sejuk dan semarak setiap hati dan jiwa yang melihatnya. |