|
Dugem alias hanging out aka clubbing, apapun istilahnya manfaatnya sama saja untuk menyegarkan pikiran. Di kala kita merasa bosan dengan rutinitas sehari-hari, aktivitas ini dapat membantu menyegarkan pikiran.
Dugem adalah bahasa slang, yang merupakan kepanjangan dari "dunia gemerlap". Dan bermakna aktivitas rekreatif yang dilakukan di malam hari, saat lampu-lampu malam mulai benderang, dan manusia-manusia yang hidup di kota besar keluar rumah untuk sekedar meluruskan otot-otot yang tegang dengan bercengkerama bersama teman-teman, diiringi live music ataupun iringan musik dari seorang DJ (disc jockey).
Kegiatan ini dapat dikategorikan sebagai rekreasi, yang merupakan kebutuhan penting bagi manusia tapi bukan kebutuhan pokok.
Karena kita sebagai manusia dengan kesibukan dan
rutinitas sehari-hari pasti suatu saat pernah mencapai suatu titik kejenuhan tertentu, maka diperlukan sesuatu hal untuk mengembalikan ke kondisi semula.Salah satu caranya melalui rekreasi.
Permasalahan akan timbul bila rekreasi itu dilakukan
dengan sedikit rasa bimbang atau jelasnya ada sedikit
rasa bersalah. Seperti kasus yang dialami seorang anggota member WRM yang akan diajak refreshing ke kafe oleh suaminya. Ia merasa bersalah karena harus pergi meninggalkan anak yang sedang tidur di rumah. Selain itu sang istri merasa risih dengan pandangan orang-orang sekitar karena dia mengenakan jilbab, kok perginya ke kafe.
Dari sini muncul berbagai masukkan mengenai Dugem.
Seorang ibu dengan satu anak yang masih bayi
berpendapat bila sekali-kali pergi bedua dengan suami
tidak masalah, asal kafenya yang live musiknya tenang
tidak ada musik yang keras seperti diskotik. Tetapi
dia sendiri belum pernah pergi berdua dengan suaminya
sejak bayinya lahir, dia lebih memilih pergi bertiga
dengan bayinya di sore hari tiap akhir pekan walaupun
hanya sekedar jalan-jalan di sekitar rumah.
Ada juga beberapa ibu yang pergi refreshing dengan
suaminya memanfaatkan waktu bila anaknya sudah tidur.
Tetapi ada pula yang sedikit khawatir meninggalkan
anaknya di rumah apabila ibu pergi hanya berdua dengan
suami.
Masalah menjadi semakin kompleks apabila seorang Ibu pergi dengan meninggalkan anaknya, karena tanggung jawab ibu semakin besar dengan adanya anak
dibandingkan dulu sebelum menikah, mereka bisa bebas pergi ke mana saja termasuk refreshing.
Walaupun demikian, seorang Ibu berbagi pengalamannya. "Selain dugem dengan live music,
aku dan suami juga kadang nyempetin dinner yang
romantis berdua dan jalan-jalan, tentunya semua
dilakukan saat anakku sudah tidur. Sangat membantu untuk maintaining hubungan kami berdua."
Ada benarnya juga pendapat itu, karena sebagai suami istri kita juga perlu punya waktu khusus berdua untuk sharing, berbagi bahkan mengevaluasi hubungan pernikahan yang telah terjalin sekian lama.
Saat berdua bersama suami itulah, kita bisa mengenang saat-saat indah masa pacaran dulu atau saat-saat menegangkan menunggu kelahiran sang buah hati, seperti pengalaman salah satu anggota milis WRM yang sehari sebelum melahirkan pergi berdua nonton midnight dengan suaminya, walaupun sudah bukaan 1 dan
kontraksinya mulai sering.
Pendapat yang berbeda muncul dari seorang anggota
WRM lainnya yang di tahun ke-7 usia pernikahanya baru mendapat seorang anak. Sejak menimang buah hati, dia tidak pernah pergi hanya berdua dengan suami untuk hal-hal yang berhubungan dengan kesenangan. Mereka pasti selalu pergi bertiga dengan sang anak untuk bersenang-senang. Walaupun sedikit kecewa, dia tidak begitu menghiraukannya, karena dia merasa sudah cukup waktunya bersenang-senang berdua dengan suami saat dulu masih belum memiliki momongan. Di sisi lain beliau sebenarnya ingin juga mencoba "merayu" suaminya untuk pergi berdua, setelah membaca pendapat para anggota milis yang sering pergi hanya berdua dengan suami.
Dari berbagai pendapat tersebut di atas bisa
disimpulkan bahwa refreshing itu sah-sah saja
dilakukan oleh seorang ibu tanpa merasa bersalah bila
harus meninggalkan anak di rumah. Tetapi tentunya yang perlu diperhatikan adalah semua keperluan anak sudah beres dan si anak berada dalam pengawasan orang yang dapat dipercaya, misalnya dengan nenek atau kakeknya atau bahkan dengan pengasuhnya.
Untuk refreshing itu sendiri bisa dilakukan khusus dengan suami maupun dengan teman-teman untuk arisan misalnya, maupun sekedar kongkow-kongkow. Sedangkan pilihan tempatnya, tergantung pilihan kita masing-masing, bisa ke tempat ramai dengan musik yang hingar bingar, maupun ke tempat-tempat yang tenang atau hanya sekedar jalan-jalan di sekitar rumah, tergantung selera dan pilihan kita.
|