We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Lain-Lain arrow Menyesuaikan Penghasilan dengan Biaya Hidup
Menyesuaikan Penghasilan dengan Biaya Hidup E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Sabtu, 02 April 2005

Bagi yang sudah terbiasa hidup di luar negeri dengan pemasukan yang cukup tinggi jika diukur dalam rupiah, akan cukup membuat hati ciut jika membayangkan harus pindah lagi ke tanah air yang notabene biaya hidupnya (di kota besar) hampir sama tetapi pemasukan untuk rumah tangganya tidak sebesar sebelumnya, atau malah merosot tajam.

Kerisauan ini yang membuat seorang mom melontarkan pertanyaan mengenai taraf hidup di Jakarta dan Bandung, sebagai referensi jika suatu saat harus kembali pulang ke Indonesia.

"Jika suatu keluarga dengan 2 anak mempunyai pemasukan perbulan Rp. 10 juta, kira-kira seperti apa taraf hidupnya seandainya mereka memilih tinggal di Bandung atau Jakarta?" Tanyanya. Ia memisalkan keluarga ini gaya hidupnya biasa saja, tidak bermewah-mewah dengan barang mahal dan bermerk. Kemudian tanyanya lagi, "Kira-kira rumah yang bisa dijangkau yang tipe/harga berapa? Kredit saja deh...tapi yang tidak terlalu jauh dari kotanya. Lalu apakah bisa beli mobil? Kalau iya, yang harga berapa? Yang bekas saja tidak perlu yang baru. Selain itu, mungkinkah menyekolahkan anak ke sekolah? Tidak usah yang paling mahal, yang penting bagus. Dan terakhir, bisakah menabung per bulannya dari  pemasukan tersebut?"

Seorang mom memberikan gambaran biaya hidup di Jakarta dengan cukup detail, berdasarkan pada pengalaman pribadinya.

Menurutnya, jika sekedar perhitungan contoh saja, untuk pengeluaran keluarga biasa, hidup di pinggiran Jakarta, katakanlah di Serpong, biaya bulanannya sebagai berikut :

Biaya sekolah :
Uang pangkal sekolah (misalnya : masuk SD) : 8.5 juta yang sudah harus selesai terbayar sejak bulan Februari untuk tahun ajaran baru bulan Juli. Uang sekolah perbulan 400 ribu. yang pastinya akan selalu naik tiap tahun ajaran baru (sudah termasuk ekstrakurikuler : musik + komputer + Mandarin)
Uang buku (untuk satu tahun pelajaran berikut buku tulis + gambar dan buku2 cetak + diktat pelajaran komplit) + 1 set seragam sekolah = 200 ribu.
Dengan catatan biaya field trip + darmawisata sekolah + acara sekolah misalnya celebration , acara hari raya, dan peringatan hari spesial : lomba kartini dan sebagainya berikut acara + konsumsi + hadiah acara dan ultah (seadanya) dan lain-lain sudah termasuk  dan tidak ada biaya tambahan.

Biaya rutin rumah :
PLN 400 ribu (tergantung daya dan pemakaian)
Telkom 200 ribu (tergantung pemakaian ; pemakaian lokal) bisa merangkak mencapai 1 juta lebih jika rajin internet.
Mobile phone 100 ribu (jika hanya punya 1 nomor untuk pemakaian seadanya, bukan bisnis)
Belanja perhari : maksimal 20 - 25 ribu (untuk 3 macam lauk, porsi besar 3 x makan ortu + 2 anak + 2 pembantu) = 600 ribu/bulan (Hitungan sudah termasuk minyak goreng dan bumbu-bumbu)
Jika pakai kompor gas; gas 1 tbg 56 ribu(?) (tergantung pemakaian)
Air mineral = 1 galon / 1-2 hari.... sebulan kurang lebih 200 ribu
Susu kaleng ( untuk 2 anak, masing-masing lain merek) = 500 ribu/bulan (tergantung pemakaian)
Pembantu 350 ribu/org ( untuk awal masuk, setelah cocok, sesudahnya kenaikan berkisar antara 350 - 500 ribu tergantung lama kerja)
Jika pakai suster untuk bayi , biayanya 600 -700 ribu/bulan (termasuk uang cuti)
Untuk perlengkapan mandi, detergent, pel lantai , tukang potong rumput taruhlah biaya maksimum 300 ribuan.

Rumah :
Di pinggiran kota Jakarta, rumah type lt.120/lb. 50 standar, harga saat ini berkisar antara 200-375 juta.
Jika lebih besar misalnya type lt . 200-300/ lb. 120 harga berkisar 500-700 juta.
(catatan : daerah rumah dengan lingkungan yang baik dan sarana prasarana lengkap atau dengan kata lain lingkungan sudah jadi dan terisi penuh).

Mobil :
Contoh :
1. mobil type SUV / AT 260-an juta. Jika ingin cicil DP 20 % = Rp. 82 juta (sudah termasuk ongkos2 dan assuransi all risk untuk 3 tahun,) cicilan 7,2 juta per bulan selama 35 bulan.
2. Jika mobil type kecil sekali, say Hyundai Getz 1200 cc 133 jutaan total DP 14 juta an. perbulan cicil 4,8 juta /bulan untuk 35 bulan.

Bensin : tinggal pilih pakai apa . Jika Pertamax , beli 100 ribu dapat 25 liter untuk pemakaian tiap hari dari rumah kekantor di pusat kota.. tetapi hari keempat sudah harus beli lagi . Kecuali premium atau solar bisa lebih murah mungkin 100 ribu dapat pakai 7-8 harian.

Kesehatan :
Kontrol anak sakit ke RS terdekat (misalnya : PI, Siloam, Bintaro) 350 ribu /anak (sudah biaya dokter dan obat). Biasanya yang ini sudah tercover oleh kantor.

"Belum termasuk pengeluaran extra jika ingin jalan-jalan saat weekend, beli cemilan untuk stok di lemari es jika anak-anak ingin ngemil. Juga anggaran makan siang suami di kantor dan pernak-pernik hobinya, jika ada. Juga belum termasuk bayar assuransi entah itu kesehatan, pendidikan dan lain-lain, arisan, bantu ortu atau kasih angpau ke ipar jika main ke mertua." Tambahnya lagi.

Sebagai tambahan informasi, seorang mom lain menambahkan bahwa "Di Jakarta bisa jadi ongkos bensin lebih besar daripada di Bandung. Selama tinggal di Bandung, bensin full tank bisa untuk 10 hari, sedangkan di jakarta paling lama hari. Selain itu untuk biaya internet bisa dipangkas pakai Star one, Kabelvision, atau  Matrix."

Sementara menurut mom lain, yang juga disepakati beberapa mommies lainnya, bahwa 10juta atau berapapun perbulannya itu "relatif", tergantung kita mau bergaya hidup seperti apa.

Menurut pendapatnya, "Di Jakarta ada banyak pilihan, terserah bagaimana kita mau menggunakan pendapatan tersebut sesuai kemampuan kita. Ada sekolah untuk ukuran menengah yang perbulannya untuk TK, SD biayanya sekitar 100ribu - 500ribu, tapi ada juga yang memakai rate dollar perbulan, atau jutaan perbulan. Tetapi di luar itu juga bahkan ada yang cuma dibawah 100ribu perbulan. Semua tergantung kita mau pilih yang mana karena sekolah mahal kadang belum menjamin anak kita akan menjadi sehebat yang kita harapkan.

Katanya lagi, "Kalau rumah sepertinya rata-rata yang tipe dibawah 45 (misalnya 36/72) cicilannya sekitar 800ribu/bulan. Kalau yang ini aku lihat di daerah sebelum Bogor, ada yang sekitar 2juta-an lebih (seperti dikota wisata, tetapi juga tergantung tipenya). Sepertinya rata-rata sekarang diatas bisa dicicil 800ribu/bulan selama 35 bulan."

"Mobil juga begitu, kalau seperti Kijang sekitar diatas 100juta (tunai), ada juga 5juta/bulan (D/P sekitar 20juta) seperti Daihatsu bus. Kalau mau lebih mahal lagi juga ada, tergantung mau pilih yang mana, nyaman yang mana, tenang yang mana biar  tiap bulannya tidak terlalu bingung memikirkan cicilan," begitu sarannya.

Seorang mom lain memberikan contoh tentang banyak saudaranya yang tinggal di Bandung dan gajinya tidak sampai Rp 10juta/bulan, dan memiliki 2 atau 3 anak, tetapi tetap bisa mencicil mobil, mencicil rumah, dan menyekolahkan anak di sekolah (negeri) yang bagus.

Berikut ini beberapa saran dan masukan dari mommies lainnya. Menurutnya, gaji 10 juta perbulan sudah termasuk lumayan, karena di Indonesia banyak karyawan yang penghasilannya tidak sampai sebanyak itu walaupun suami-istri sama-sama kerja. Katanya, "Meskipun secara logika tidak masuk akal tapi kalau rezekinya halal dan barakah, semuanya jadi cukup-cukup aja tuh. Bahkan saya yakin mereka masih bisa menabung sedikit-sedikit di bank. Jalani saja, karena kalau dihitung di atas kertas memang semua rasanya serba "kurang".

Memang persoalan mengatur pemasukan dan pengeluaran rumah tangga tidaklah mudah, apalagi ketika harga-harga semakin naik dan biaya hidup semakin tinggi. Kita harus semakin pintar menyiasatinya, dan menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement