|
Daycare atau tempat penitipan anak, belakangan ini mulai marak dibicarakan terutama di kalangan Ibu-Ibu bekerja. Banyak di antara mereka, yang merasa membutuhkan jasa daycare ini, untuk menitipkan putra putri mereka, di kala mereka bekerja. Ini adalah salah satu alternatif lain, bagi yang tidak menggunakan jasa Baby Sitter, atau bagi para Ibu yang tidak mungkin menitipkan sang buah hati pada salah satu sanak keluarganya.
Sedangkan bagi para Ibu Rumah Tangga, adanya daycare ini merupakan sebuah peluang untuk mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat sekaligus menghasilkan.
Nah, seorang Mom yang sedang berusaha mendalami usaha ini, berbagi cerita.
"Sebenarnya kalau Moms mau, bisa aja bikin home daycare untuk anak-anak di sekitar rumah aja dulu," demikian saran seorang Mom saat berbagi pengalaman.
Kemudian beliau melanjutkan, "nggak perlu banyak-banyak untuk memulainya, cukup 2-3 anak saja, lihat besar/kecilnya rumah kita. Yang perlu diperhatikan anak-anak perlu ruang untuk makan, tidur, toilet, disamping tempat untuk main"
Lalu mengenai desain/membuat curriculum yang akan dijalankan, daily schedulue, tehnik disiplin, keterlibatan orangtua-anak, catatan perkembangan anak, dan juga staff yang menjalankan(kalau butuh bantuan orang lain), beliau menyarankan para Mom untuk meng-observasi daycare-daycare yang sudah ada.
"Yang perlu diperhatikan, apakah anak-anak yang akan diterima apakan mix-ages atau usia tertentu saja? Nah kalau anaknya dari 1-5 tahun, harus bisa bikin kegiatan yang aman untuk anak usia 1 tahun dan tidak membosankan bagi anak usia 5 tahun."
Kemudian, bagaimana dengan anak-anak yang dititipkan seharian penuh oleh ayah dan ibunya?
"Karena sang anak akan makan dan tidur, jadi perlu dibuat menu snacknya dan makan besarnya, misalnya setiap 1 minggu sekali," lanjutnya.
Untuk kegiatan anak, sarannya adalah pergunakan yang ada di sekitar kita,cari mainan yang bukan elektronik ataupun yang tidak memakai baterai, karena selain aman juga murah. Lalu untuk pekerjaan tangan/prakarya, beliau memberi tips, bahwa di internet banyak sekali contoh-contonya. Bahkan sudah ada yang dibuat program, tinggal disesuaikan saja dengan jadwalnya.
"Misalnya bulan ini program pengenalan tentang tanaman, bikin craft bunga dari kertas, gambar tanaman, cerita tentang tanaman, berkebun, dan membaca buku tentang tanaman."
Hal penting yang juga perlu mendapat perhatian adalah masalah tahap-tahap perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikis. Jadi bagi Mom yang memang berniat untuk mendirikan daycare, diharapkan mengerti bagaimana seorang anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.
"Untuk tata cara menjalankan, membuat daycare, banyak sekali dapat dijumpai di Internet. Sudah ada guideline-nya, ada yang free ada yang bayar. Atau kalau di Indonesia ada kursus atau sekolah bisa ikutan, biar lebih pede," demikian sarannya menutup perbincangan.
Bagaimana? Ada yang tertarik bikin home daycare? Mungkin suatu saat Mommies yang tinggal di Depok membuat home daycare untuk Ibu-Ibu bekerja yang tinggal di wilayah Depok. Atau yang di Bintaro, untuk konsumsi warga Bintaro. Demikian seterusnya. Dari Ibu, Oleh Ibu dan Untuk Ibu juga.(dita/WRM)
|