We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Hiburan arrow Hidup Hemat di Luar Negeri
Hidup Hemat di Luar Negeri E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Selasa, 29 Maret 2005

Jika ada rencana pindah ke luar negeri, tentu banyak yang harus dipersiapkan. Salah satu diantaranya adalah bersiap mengakomodasi standar biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Lalu bagaimana tips berhemat tinggal di luar negeri bagi sebuah keluarga Indonesia yang punya anak? Begitu kira-kira pertanyaan yang dilempar ke forum beberapa waktu yang lalu. Tampaknya si penanya berencana pindah ke Australia, tetapi beberapa tanggapan yang datang rata-rata berasal dari mommies yang tinggal di USA. Tetapi secara garis besar tips-tips hidup hemat di USA juga dapat diterapkan di Australia.

Menurut pengalaman salah seorang Mom dari USA, bahwa yang paling signifikan dalam penghematan hidup di luar negeri adalah masak sendiri. Jauh bedanya dengan beli makanan jadi  yang terus dipanaskan di microwave. Apalagi dibandingkan dengan yang tidak pernah masak dan selalu makan di luar. Beliau menyarankan untuk mencoba melakukan survey daerah sekitar tempat tinggal, cari supermarket yang harganya relatif murah. Soal kebutuhan anak, di USA biasanya ada program untuk anak dan ibu dan sering ada kupon diskon belanja untuk produk tertentu seperti telur, susu, cereal, kebutuhan pokok.

Soal transportasi, beliau berbagi pengalaman tentang kakaknya yang tinggal di Brisbane, dan beliau mengatakan biaya parkir di sana tinggi sekali. Jadi seringnya sang kakak bermobil ke stasiun, dan dari sana baru pergi ke tempat kerja naik train. "Mungkin kalau tinggalnya di kota besar lebih baik pakai transportasi umum dibanding mobil sendiri kecuali kalo perlu banget kayak belanja banyak dll," begitu beliau menyarankan.

Kalau menurut pengalaman Mom lain yang juga berdomisili di USA, "soal grocery di tempat saya tiap rabu ada kumpulan advertising gratis dari grocery stores dikirim ke mailbox. Disitu kita bisa lihat item apa yg lagi sale. Biasanya saya cari ikan atau udang yg lagi sale, misalnya buy one get one free atau discount, kalo lagi murah bisa sekalin beli utk keperluan sebulan. Tapi emang bikin freezer penuh sih.  Atau buah dan keperluan dapur lainnya. Memang kalo mau dikejar satu-satu item yang lagi sale repot ya. Bisa-bisa tiap grocery harus di samperin satu-satu. Yang ada malah boros di bensin. Saya biasanya belanja walmart atau target super store, lumayan murah. One stop shopping, sekali seminggu."

Lalu beliau menambahkan, "terus kalau tinggal apartemen, biar murah cari yang listrik aja, jangan yang dobel gas dan listrik, karena nanti bill-nya jadi dobel juga, kan masing-masing akan ada fixed charges. Terus ada apartment yang bayar air gratis, tapi ada juga yang kita harus bayar sendiri. Tinggal pilih aja, mau yang mana, enaknya yang gratis ya. Jadi kalo anak-anak mau bubble bath pas summer tiap hari gak perlu mikir bayar airnya. Lalu kalo mau belanja baju di sini murah banget pas end of season. Emang jadi kita kepaksa beli in advance dan agak ketinggalan mode juga kali ya. Tapi kan di sini mode gak ganti tiap tahun, tahun depan kadang masih musim juga. End of season sale itu kalo disini bisa murah banget, sampe 80% off, baju anak-anak malah kadang bisa tinggal $1-$3 di mall atau dept store yg bagus. Apalagi anak-anak, kan, tiap tahun harus beli baju utk winter, summer dan spring/fall, soalnya tumbuh terus, dan dipakenya cuma sebentar. Terutama baju winter dari thermal sampe sweater berlapis-lapis, belum lagi coat bagus gak ada yang murah."

Mengenai transportasi, beliau bercerita, "kalau di sini malah mahalan pake bis dan belum lagi ngabisin waktunya, karena route-nya di pool di downtown. Cari tau dulu aja gimana disana, itung-itung mana yg murah dan cepet, mobil atau bis/kereta."

Dua orang mommies yang pernah tinggal di Australia, tak ketinggalan memberikan tanggapan :

"Saya dulu tinggal di Sydney city, jadi kalo soal transportasi saya gak perlu hemat. Karena kemana-mana naik kendaraan umum. Bis dan train, kebetulan saya tinggal deket Queen Victoria Building, jadi kemana-mana tinggal jalan kaki aja."

Beliau juga berbagi tips, "saya dulu kalau pengen hemat, belanja grocery nggak selalu ke Coles, tapi juga nyari ke Woolworth. Atau kalau fresh produce bisa ke Paddy's Market di Sydney Chinatown, cuma dulu mereka hanya buka hari Kamis, Jum'at, Sabtu, Minggu. Kalau sore, di atas jam 5 mereka malah nurunin harga. Jadi lumayan bisa ngeborong buah-buahan karena mereka jual cuman sedollar-an (Aussie Dollar lagi!)."

"Oh ya, saya juga nyari bumbu-bumbu di Thai Kee supermarket, lantai atasnya Paddy's Market. Biasanya lumayan lengkap kok, kalau nggak nemu baru nitip temen ke Maroubra. Kalo di situ sih udah nyari apa aja ada, karena memang Indonesian village tempatnya KJRI. Belanja daging, dulu saya ke halal meat, nge-bis krn tempatnya emang di luar Sydney. Tapi gak jauh kok. Yg punya toko orang Indo, jadi enak sih kita bisa pesen-pesen daging yang di-marinade dan bisa minta ini-itu."

Mengenai kupon belanja, beliau menambahkan bahwa kemungkinan di Australia ada juga sistem belanja memakai coupon, tetapi ia tidak pernah menggunakannya. Baru setelah pindah ke USA, beliau rajin meng-clipping coupon. Hari Minggu pagi biasanya digunakan untuk mengumpulkan kupon-kupon dari Sunday newspaper.

Menurutnya, "salah satu cara berhemat juga, kalau bisa tinggalnya di pinggiran, di mana sewa apartment sangat murah, kalau yang single malah nge-kos di rumah orang dan nyari yang keluarga Indonesia. Toh, public transportation di Australia lebih bagus ketimbang di USA, orang nggak harus punya mobil. Jangan tinggal di tengah kota kayak saya dulu. Mahal."

"Kalau aku dulu tinggal di deket parramatta di westmead, jadi lebih murah juga," demikian sharing dari seorang Mom lain yang tinggal di Australia. "Dibanding akomodasi di tengah kota jauh lebih mahal. Karena dulu aku kuliah disana, jadi ke sekolah juga jalan kaki," lanjutnya.

Dari pengalaman beliau, "buat moms yang kerja di tengah kota, mungkin ini jadi nggak relevan. Karena biaya transportasi train sering banget naiknya! Dulu bisa setahun 2 kali."

"Biar hemat, kalau beli product pembersih atau tissue, aku beli yang keluaran supermarket itu sendiri (kayak woolworths, dll gitu. Beli barang-barang juga di target. Kalau mau furniture agak murah, coba mampir di kampus-kampus, liat iklan student jual barang yang mau pulang, biasanya murah-murah. Kemana-mana banyakin jalan, selain sehat, juga hemat. Terus bawa minum sendiri dari rumah, biar nggak usah beli mineral water. Dulu sih bisa 1.45 dolar gitu kira-kira .Tiap hari kerasa juga ya. Kalau mau naik transportasi kereta, beli setelah peak hours, after 9.00 harga jauh lebih murah," demikian sarannya seraya menutup perbincangan.

Dari pengalaman para Mommies dapat kita lihat, bahwa biaya hidup di luar negeri memang cukup tinggi. Tetapi selalu ada cara untuk menyiasati alur pengeluaran dan pendapatan keluarga. Intinya memang kita harus belajar untuk hidup lebih hemat.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement