|
Aku ingin menanyakan apakah ada efek negatif jika seseorang sedang hamil tapi setiap hari mengkonsumsi teh celup?
Berikut tanggapan Moms WRM:
- Kebetulan saya baru baca artikel di majalah national geographic, isinya mengenai dampak caffein pada tubuh manusia (teh mengandung caffein juga, walaupun namanya berbeda tapi senyawa kimianya sama). Walaupun dari hasil studi belum menunjukkan dampak buruk pada janin, dianjurkan wanita hamil minum hanya sekitar 1 cangkir kopi saja sehari (kalau teh mungkin bisa lebih banyak ya.)
- Kalau bisa pilih decaf tea (tea tanpa caffein). Selain teh dan kopi, caffein juga terdapat pada beberapa jenis softdrink dan chocolate. Kalau ada, pilih yang caffein free.
Efek caffein pada ibu hamil (dari buku "What to expect when you're expecting") diantaranya : - mempunyai efek diuretic (sering BAK), - menyedot cairan dan calcium dari tubuh - kopi dan teh (terutama jika diminum dengan cream dan gula) membuat perut kenyang (with non-nutritious food) - mengurangi nafsu makan - softdrink mengandung zat-zat mungkin berbahaya untuk kehamilan (kandungan gula yang berlebihan dan perasa buatan) - menghambat penyerapan zat besi
Hindari green tea! Ada kemungkinan akan mengganggu perkembangan dan pertumbuhan sel-sel. Bagaimana kalau teh-nya diganti juice buah saja? Misal tomat + madu + es batu....yummm....!
- Questions surrounding caffeine intake and risk of miscarriage and health of the foetus continue to be raised by pregnant women. A study published in the journal of American Medical Association found no evidence that moderate caffeine use increases the risk of spontaneous abortions, growth retention or account for other factors.
Another seven-year epidemiological study on 1,500 women examined the effect of caffeine, during pregnancy as well as on subsequent child development. Caffeine consumption equivalent to approximately 3 ? to 5 cups of tea per day had no effect on birth weight, birth length and head circumference of the baby. A follow-up examinations at age's eight months, four and seven years also revealed no effect of caffeine consumption on the child's motor development or intelligence.
A number of factors influence the metabolism of caffeine and the individual' s response to caffeine indigestion. These include pregnancy, age, sex, body weight, diet, exercise, and stress smoking and alcohol consumption. Pregnancy hampers caffeine metabolism. For example, in non pregnant women the break-down of half of the caffeine takes an average of 2.5 - 4.5 hours, 7 hours during mid-pregnancy and 10.5 during the last few weeks of pregnancy. As caffeine retention is longer during pregnancy, women sensitive to caffeine may be affected. As a result a moderate consumption of approximately 3-4 cups a day, is recommended for women during pregnancy.
http://www.dilmahtea.com/Faq/faq.html Beberapa fakta menarik mengenai caffeine pada teh
http://www.stashtea.com/caffeine.htm http://www.drlam.com/opinion/detoxification_tea.cfm
Info ttg kafein pada ibu hamil http://www.babycenter.com/refcap/pregnancy/pregnancynutrition/3955.html http://gopher.chem.wayne.edu/~bio340/StudentPages/Bzovi/main.html
Info tentang kafein selama pra-konsepsi, kehamilan, dan menyusui http://www.birth.com.au/class.asp?class=6513&page=1#preg
- Aku pernah baca di salah satu buku "Tips Terpenting 101 Kehamilan" teh, kopi, coklat hangat semuanya mengandung Kafein, yang berbahaya pada pencernaan. Sebenarnya masih boleh di minum maksimal 3 cangkir sehari, tapi kalau memungkinkan lebih baik di HINDARI saja. Minum air mineral sebanyak-banyaknya dan juga coba minum jus buah. Beberapa teh herbal bagus juga untuk pengganti teh celup biasa. Tetapi sebaiknya dicek dulu jenis mana yang di perbolehkan, lebih baik konsultasikan ke Dokter Kandungannya. |