We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Ekonomi Keluarga arrow Penggunaan Diaper Sepanjang Hari
Penggunaan Diaper Sepanjang Hari E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Minggu, 27 Maret 2005

Penggunaan disposable diaper atau popok sekali pakai (untuk selanjutnya akan kami sebut diaper) sepanjang hari, adalah hal yang lazim dilakukan orang-orang yang bermukim di luar negeri. Bagaimana dengan para orangtua yang tinggal di Indonesia? Lalu adakah efek samping yang ditimbulkan kalau menggunakan diaper sepanjang hari?

Kita simak yuk, pengalaman para mommies member WRM dalam menggunakan diaper. Bagi yang tinggal di Indonesia, penggunaan diaper sepanjang hari tidak terlalu lazim kita temui. Kebanyakan memang hanya menpergunakan diaper di saat bayi tidur di malam hari atau pada waktu harus pergi keluar rumah. Hal ini mungkin disebabkan karena harga diaper yang relatif cukup mahal (di Indonesia) dan tingkat kelembaban udara yang juga tinggi, sehingga mudah menyebabkan ruam pada kulit bayi.

Seperti diceritakan salah seorang Mom, "aku memakaikan diapers ke anakku cuma kalau pergi-pergi saja sama kalau kehabisan celana pas musim hujan. Karena selain mahal, di Indonesia, tingkat kelembabannya tinggi, jadi kalau sering-sering pakai diapers bisa iritasi kulitnya karena lembab. Disamping itu gerak anak juga menjadi tidak bebas."

Mom lain juga mengomentari, "aku memakaikan Diapers kalau pergi (ke Dokter, Luar Kota ataupun Resepsi/njagong, dsb) tapi itupun cuma sampai anakku umur 1 th. Setelah umur 1 th dia sudah tidak mau dipakaikan diapers. Waktu umur 1,5 th pernah aku pakaikan diapers karena aku ajak ke Supermarket untuk belanja. Tapi dia sudah mulai bisa bilang sendiri waktu mau pipis, sehingga tidak aku pakaikan diapers lagi."

Ada juga Mom yang bercerita, "anakku (13 bln) dari lahir sampai umur 10 bulan pake diapers tapi cuma malem saja. Dan begitu umurnya menginjak 11 bulan aku tatur. Sampe sekarang anakku tidak mau pakai diapers, kalaupun terpaksa harus pake dia pasti ngga mau pipis di diapersnya. Alhamdulillah dari dulu sampe sekarang ngga ada masalah ruam popok, karena aku olesin lotion lalu pilih diapersnya yg agak mahal & tipis & diganti tiap 2 jam sekali."

Lalu bagaimana ya, pengalaman para Moms yang memakaikan diaper sepanjang hari pada anaknya? Seorang Mom berbagi pengalaman, "anakku dari lahir sampai sekarang (5 bln), tiap hari aku pakein diapers, pagi, siang, sore, malam. Pernah aku coba pakai popok kain, yang ada yang basah tak hanya popoknya, tapi juga kain alasnya, trus bajunya juga suka basah. Belum spreinya. Bolak-balik ganti, bolak-balik nyuci. Biaya listrik jadi melonjak karena pakai mesin cuci tiap hari, belum deterjen jadi cepat abis. Buat kami yang tak punya pembantu, dengan pakai diapers jadi menolong sekali. Tiap bulannya kita keluar uang antara 350 ribu sampai 400 ribu buat diapers. Nyuci jadi seminggu dua kali."

Hal ini disetujui oleh salah satu Mom, yang berkomentar, "saya tidak ada pembantu di rumah, sehinga tak bisa menumpuk cucian banyak-banyak, diaper- lah jalan satu-satunya."

"Anak saya (13 bulan) sejak umur 3 bulan (saya tinggal kerja lagi) pakai diapers sepanjang hari. Waktu saya masih cuti sih nggak terlalu masalah karena bisa berbagi tugas antara saya dgn asisten. Sekarang, kasihan juga kalau asisten harus bolak balik nyuci, dan itu belum tentu kering dalam sehari. Masalah lainnya, saya masih tinggal sama orang tua. Terus terang saya sungkan kalau ompolnya harus membasahi karpet-karpet dan kursi-kursi antik milik kakeknya," Mom lain menambahkan.

Sementara itu, seorang Mom yang tinggal di US, bercerita bahwa ia memakaikan anaknya diapers terus karena udara di Denver kering, jadi kulit bayi tidak lecet gara-gara memakai diaper. Sedangkan di Indonesia karena lembab jadi kalau pakai diaper terus kemungkinan gampang lecet."

Ada juga Mom lain yang tinggal di luar Indonesia, yang berbagi pengalaman, "anak-anak pakai sejak lahir sampai saatnya potty training, baru mulai ganti ke celana. Anakku yang besar termasuk agak telat potty trainingnya, jadi sampai umur 2 thn-an baru bebas diaper. Yang kedua baru mulai, tapi masih musim dingin di sini jadi gak tiap hari aku potty training. Nanti spring/summer baru mulai tiap hari. Kedua Anakku memang lahirnya musim dingin semua, jadi pakai diaper memang paling bantu mengurangi cucian."

Tentunya ada hal-hal yang perlu dicermati, jika kita hendak menggunakan diaper pada anak kita, setiap hari. Semua setuju, untuk menghindari ruam pada kulit bayi, sebaiknya diolesi krim anti ruam. Tips lainnya adalah, kita harus rajin mengganti diaper-nya tiap 2 jam sekali. Atau jika sehabis mengganti diaper dan sesaat setelah mandi, jangan langsung dipakaikan diaper, tetapi di"angin-anginkan" dulu, supaya kondisi di daerah vital menjadi kering dan tidak lembab.

Lalu adakah dampak negatif dari penggunaan diaper secara terus-menerus?

Seorang Mom menyatakan, bahwa dari pengalamannya, anak-anaknya dari lahir dipakaikan diapers terus lanjut ke pull up, tidak ada masalah yang berarti.

Pengaruhnya terhadap cara jalan anak?

"Kelihatannya tidak pengaruh sama anakku. Biasa aja," seorang Mom mengomentari. Hal ini disetujui Mom lain yang mengatakan, "well, yg jelas sampai sudah segede ini, alhamdulillah cara berjalan anak saya normal-normal aja."

Apakah ada kiat tersendiri untuk mengajarkan anak pengguna diaper, toilet training? Ini adalah pengalaman seorang Mom, "anak saya pakai diaper sejak lahir sampai waktunya toilet training. Cuman karena toilet training pakai Pull-Ups dan hasilnya kurang memuaskan, akhirnya pada masa-masa itu saya pakaikan celana biasa aja biar tidak keenakan pipis di diaper-nya terus. Kira-kira masa bercelana biasa ini berjalan selama semingguan dan sering kecelakaan ngompol. Lewat seminggu, dia sudah bisa nahan dengan sendirinya. Biarpun malam dia udah bisa bangun sendiri dan pergi ke kamar mandi untuk pipis tanpa membangunkan saya di kamar."

Setiap orangtua pasti punya pertimbangan masing-masing untuk memakaikan anak-anak mereka diaper.

Salah seorang Mom berbagi cerita dengan kebiasannya yang tidak mau menggunakan diaper pada anaknya. "Aku tidak biasakan pakai diapers sekalian buat latihan anakku, biar kalau mau kencing ngomong dulu. Kalau sekarang tiap bangun tidur anakku ditatur buat kencing jadi kalau tidur tidak ngompol lagi. Kecuali waktu sakit atau kecapean main..pasti ngompol. Sekarang kalau sedang sehat anakku tidak pernah ngompol. Kalau mau kencing pasti narik-narik tangan pengasuhnya dan pegang celana karena memang belum bisa ngomong (masih 11 bln)," demikian penjelasan beliau.

Jadi semua pilihan ada di tangan Anda, tinggal memperhitungkan baik buruknya saja. Penggunaan diaper boleh dibilang memang lebih praktis, terutama bagi para Ibu yang tidak memiliki pembantu/asisten. Untuk Ibu bekerja, juga sangat membantu, terutama di malam hari, sehingga mereka bisa beristirahat, tidak harus bolak-balik mengganti popok anaknya.

Untuk menghindari ruam popok, para Moms juga telah berbagi pengalaman dan memberikan tips-tips untuk menghindarinya. Begitu pula dengan kiat mengajarkan anak pengguna diaper. Jangan sampai kita sebagai orangtua merasa keenakan, sehingga lupa bahwa sang anak sudah waktunya toilet training.

Hanya saja, di Indonesia, harga diaper masih tergolong relatif mahal, sehingga banyak orangtua yang tidak menggunakan diaper, karena alasan ekonomi.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement