We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Rumah Tangga arrow Hubungan dengan Mertua
Hubungan dengan Mertua E-mail
Pengirim: WRM   
Kamis, 24 Maret 2005

Bagaimana caranya agar dekat dengan mertua?  Setelah menikah saya langsung pergi ikut suami ke luar negeri.  Walaupun hubungan dengan keluarga besar suami baik, tetapi saya merasa tidak dekat dengan mereka, merasa "formal". Maksudnya, tidak bisa sedekat seperti dengan keluarga sendiri walaupun sering berkomunikasi lewat telpon.

Berikut tanggapan para mommies :

Pengalamanku pribadi, aku juga tidak  begitu dekat sama mertua, walaupun sering komunikasi melalui telepon dan mereka sesekali datang ke rumah untuk nengok anakku, tapi memang terkesan lebih formal dibandingkan dengan ke orang tua sendiri. Suamiku juga begitu. Menurutku bisa saja ini dari kebiasaan dan waktu. Aku pernah tanya ke orang tuaku juga mengenai ini. Mereka juga dulu merasa seperti itu, tetapi lama-lama juga berubah seiring dengan waktu dan kebiasaan itu tadi. Apalagi umur pernikahan juga masih muda, jadikan berhubungan dengan mereka belum terlalu lama. Belum lagi kalau tinggalnya jauh sekali dengan mereka. Tapi usaha mengakrabkan diri tetap dijalankan.

Kalau aku,mungkin memang orangnya cuek, jadi waktu punya mertua, ya cuek saja, aku kasih tahu siapa diri aku lewat sikap, tingkah laku, ataupun gaya bicara. Kalau aku punya tips, ya kita harus bikin joke yang segar, mereka khan jadi ketawa dan tidak kayak orang lain lagi. Aku tidak pernah berusaha untuk jaim, walaupun resikonya sempat jadi jarak antara aku dengan ipar-iparku. Aku terus bersikap seperti mereka itu saudara aku sendiri, aku lihat kesukaan mereka apa, kalau cocok dengan styleku, aku gabung. Akhirnya mereka malah jadi deket sekali denganku, apalagi mertua, dua-duanya suka curhat sama aku, maklum aku menantu tertua di keluarga mereka.

Aku rasa itu cuma karena kalian jauh aja. Sebaik-baiknya hubungan lewat telpon, pasti akan lebih baik hubungan secara face to face. Karena nanti akan ada kontak mata dan body language. Jadi tidak perlu resah lah, yang penting bina terus hubungan itu, jangan sampai putus komunikasi. Biasakan juga anak-anak untuk komunikasi dengan kakek neneknya, walaupun hanya lewat telpon. Atau,sekarang kan jaman udah canggih,   bisa juga kamu bikin rekaman video. Ceritain saja kehidupan kalian disana, rasa rindu kalian pada mereka, atau anak-anak bisa nunjukin hasil karya mereka disekolah. Itu yang biasanya aku lakukan dengan anakku. Jadi kita tetap merasa dekat walaupun terpisah oleh tempat.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement