|
Keponakan-ku usianya 2,5 tahun ada hernia, tahun lalu sudah dioperasi, tetapi sekarang menurut adikku ada lagi di bagian yang sama (kiri). Jika Moms tahu dokter atau penanganan hernia pada anak-anak.
- Anakku juga punya hernia (2 th) tetapi belum dioperasi, masih menunggu sampai dia dapat berbicara dengan lancar. Jika sakit, atau ada yang tidak enak setelah operasi, dapat memberitahukan kami. Beberapa DSA yang sudah aku tanya tidak ada yang kasih info hernia specific kemana, jalan satu-satunya hanya dioperasi.
Sekarang ini, aku jaga agar anakku jangan terlalu capek atau terlalu banyak loncat dan menangis. Karena kalau sudah rada lama menangis, mulai bengkak. Tetapi aku coba ajarkan dia, jadi kalau sudah menangis dan susah berhenti, aku pasti bilang ,"cup, kalau nangis terus nanti bengkak." Dia mengerti. Terkadang kalau sedang berbaring, kakinya aku naikin ke atas, supaya pelan-pelan ususnya itu balik lagi. So far, it works.
- Saya tidak tahu dokter bedah yang ok di Jakarta, khusus mengenai hernia, hanya sepengetahuanku, bedah digestiv atau bedah anak, pasti bisa melakukan operasi hernia.
Kedua anakku mengalami hernia (bukan kena, ya soalnya hernia bukan peyakit menular) Dokter bedah disini (Jepang) menjelaskan banyak hal mengenai hernia sebelum jadwal dilakukannya operasi. 90 % penderita hernia pada anak adalah pada bagian kanan, dan sisanya bagian kiri. Bila bagian kiri yang mengelami duluan, kemungkian besar sisi kanan akan mengalami hal yang sama. Anak saya yang pertama terjadi pada sisi kiri jadi selama 3 bulan diobservasi apakah muncul juga sisi kanannya, sampai saat ini tidak dan mudah-mudahan tidak selamanya. Anak saya yang kedua sisi kanan yang mengalamai hernia. Setelah dioperasi 5% diantaranya ada kemungkinan mengalami relaps, artinya muncul kembali, jadi si dokter bedahnya sudah wanti-wanti bahwa hal ini bisa saja terjadi.
Operasinya hanya 30 menit, anak dibius total. Pagi masuk, sore bisa langsung pulang, besoknya anak saya sudah lari-lari. Hanya 2 minggu tidak boleh olahraga dulu.
- Anakku (13 bln) sewaktu berumur 10 bln divonis hernia. Oleh DSA-nya disuruh ke DSBA (dokter spesial bedah anak) yang cuma ada satu-satunya di Medan Dr Asmui Yosodihardjo, SpBA. Lalu oleh beliau disuruh segera operasi karena satu-satunya jalan hanya dibedah dan apabila sudah emergence akan lebih berbahaya lagi. Ciri-ciri keadaan yang emergence bengkak tidak kempis-kempis, anak akan muntah-muntah dan perut kembung.
Cuma mom's karena anak baru umur 10 bln kami khawatir (padahal waktu itu DSBA nya bilang yang umur 2 hari pun ada yang dioperasi hernia). Nah waktu tanggal 4 Januari hernia kiri anakku bengkak dan juga sudah muntah-muntah, akhirnya tanggal 5 nya dia dioperasi karena keadaan sudah emergence. Ternyata ususnya anakku sudah kejepit dan usus kanannya menempel diusus kiri sehingga operasi berjalan hampir 2,5 jam. DSBA-nya bilang, kalau telat sedikit saja ususnya terpaksa dipotong dan anakku harus puasa sampai 5 hari setelah operasi.
Alhamdulillah ususnya anakku tidak sampai dipotong. Empat malam bermalam di rumah sakit, anakku boleh pulang. DSBA nya juga bilang kalau yang kiri hernia, yang kanan pasti ikut hernia juga. Belum sampai 1 bulan, tepatnya 31 Januari hernia kanan anakku bengkak juga, karena takut kejadian pertama yang emergence, secepatnya dia dibawa ke rumah sakit dan untungnya hernianya kempis kembali, jadi operasi hernia dia yang kedua statusnya tidak emergence sehingga operasi cuma berjalan 30 menit dan sorenya dia sudah boleh duduk dan dirumah sakit juga hanya 3 malam.
Jadi Mom, saran saya kalau memang menurut DSBA nya harus operasi sebaiknya operasi saja. Karena ternyata anak-anak yang operasi pulihnya lebih cepat daripada kita yang dewasa.
- Jika benar Hernia diagnosisnya memang harus dioperasi tetapi operasinya bukan operasi besar, jadi nothing to be worried, tapi tetep saja kalau operasi kecil yang menanganin tidak benar ya masalah.
Ponakanku sempet dikira hernia, akhirnya sama dsanya yang spesialis hati karena bukan spesialis di bidang endokrin, disuruh s2nd opinion ke dr Amir Thayeb ahli bedah anak sering di Mmc. Tapi waktu itu janjian di cikal, begitu dilihat, menurut beliau belum termasuk kategori hernia. Jadi belum perlu buru-buru operasi. Dan ternyata lama-lama hilang sendiri.
Untuk spesialis endokrin ada dr Bambang Tridjaja dan dr Aman Pulungan
|