We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Perbedaan Laki- Laki dan Perempuan
Perbedaan Laki- Laki dan Perempuan E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 17 Maret 2005

Anakku laki-laki selalu mencontoh kakaknya perempuan dalam segala hal, termasuk dandan. Dia suka main boneka sama kakaknya, suka main salon-salonan, masak, apalagi suka bantu aku di dapur. Buatku tidak masalah, tetapi kakaknya protes karena adikknya slelau meniru dia. Kakaknya pakai baju renang, adiknya yang lelaki mau pakai baju renang kakaknya, akhirnya ribut. Bagaimana  memberikan pengertian ke anakku (2 tahun) kalau dia itu cowok jadinya beda dengan kakaknya.

Tanggapan Moms WRM:

- Wah sama persis kasusnya sama anakku. Cuma bedanya anakku yang besar tidak  protes jika adiknya ikut-ikutan dia. Dulu dia protes tetapi sekarang sudah tidak. Aku pernah baca di salah satu buku (lupa judulnya).  Katanya jika ada adik yang mengidolakan kakak,lebih baik kita bilang, "adek sayang sama kakak ya, atau adek menghargai kakak ya, jadi inginya sama sama kakak ya" Nah anakku kalau dikatakan demikian, pasti jawab iya. Kakaknya jadi ngerti dan jadi tidak protes adiknya ikut-ikutan terus.

Oya waktu itu anakku juga pernah ingin pakai bondunya kakaknya, pakai roknya, pakai sayap kupu-kupunya, dan pernak-pernik perempuan. Aku berusaha untuk tidak  merubah nada suara (padahal dalam hati sudah khawatir). Aku bilang sama anakku "Aik pingin tahu ya rasanya pakai bondu" dia cuma bilang iya'. Setelah dilepas baru aku bilang "bondu itu punya perempuan Ik, Aik laki-laki apa perempuan?" Nah dia sudah tahu kalau dikatakan demikian. "Aik laki-laki, Aik punya penis" begitu pasti jawab anakku. Dari sejak dia bisa bicara aku memang selalu kasih tahu masalah identitas sebagai laki-laki itu ke anakku.

Dia tetep sadar bahwa dia laki-laki. Itu yang menurutku penting. Dan, ada masanya juga, nanti kalau adiknya sudah sekolah, ketemu temen-teman yang laki-laki bakal berubah perilaku mengidolakan kakak seperti itu.

- Anak bungsu saya yang cowok juga masih suka main ibu-ibuan dan masak-masakan sama kakaknya. Biarkan saja, sekalian memupuk 'the nurturing side' dalam dirinya, biar kelak, dia bisa jadi ayah yang welas asih sama anak-anaknya. Tiap orangkan perlu kedua aspek ini, feminitas & maskulinitas, dalam porsi yang perlu dan wajar.

Kalau masalah pakai baju renang cewek, pakai jepit, & dandan, kayaknya memang perlu dibilang bahwa itu punya perempuan, tanpa harus bikin dia malu/merendahkan. Mungkin kita bisa bilang, itu biasanya dipakai perempuan, jadi kalau anak lain lihat, mungkin akan dianggap aneh. Tapi anak umur 2 tahun mungkin belum tahu malu ya, masih pede biarpun beda, jadi biarkan saja dulu. Sementara. Nanti kalau dia sudah mulai masuk sekolah, idolanya pasti pindah ke teman-temannya yang lain. Anak-anak kan minatnya gonta-ganti terus. Tinggal si kakaknya saja  yang diberi pengertian. Dia kan yang lebih besar, lebih bisa memahami.

- Untung anakku laki-laki dua-duanya. Tetapi kalau soal adik meniru & ngikutin kakaknya terus, itu memang kejadian dengan kedua anakku. Adiknya itu bisa-bisanya sampai kalau kakaknya ketawa diikutin - padahal dia tidak ngerti apa yang bikin kakaknya ketawa. Dia juga paling bangga kalau dipakaikan baju lungsuran kakaknya. "Baju Mas Vi ni...," katanya dengan bangga. Padahal baju barunya sendiri kalau akan dipakaikan susah.

Aku ambil positifnya saja, jarak usia mereka kan hampir 5 tahun. Dengan meniru kakaknya, dia jadi bisa lebih pintar dan mandiri, sebab ada contoh. Seperti cara pegang pensil, aku perhatikan dia lebih cepat bisa megang dengan baik, dibandingkan kakaknya dulu. Kalau ke kakaknya, selalu aku ingatkan bahwa tingkah lakunya pasti ditiru sama adik. Jadi dia harus lebih berhati-hati. Kalau bersikap buruk nanti adiknya ikut-ikutan sikapnya. Kalau bersikap baik, selalu aku puji bahwa dia memberi contoh baik pada adiknya, dan kalau adiknya bersikap baik, aku bilang itu pasti karena kakak memberi contoh yang baik.

Kalau ingin lihat negatifnya ada juga, misalnya, kakaknya lagi gambar lalu adiknya ingin ikut-ikutan, bukannya ngambil pensil lain, maunya punya kakaknya, rebutan lah jadinya. Belum lagi kalau Mommies ke rumahku ngeliat ada 2 tarzan gelayutan di teralis jendela. Itu kejadiannya, kakak manjat dan adiknya ikut.  Tinggal kitanya yang sabar mengelus dada, atau siap-siap ngeluarin tanduk...:-)

- Kalau saya, anaknya laki-laki dua-duanya, jadi tidak terlalu khawatir. Cuman kalau soal ngikutin ya sama saja, makanya sekarang anakku yang nomor dua nih yang keluar bahasa Jepangnya daripada bahasa Indonesia karena kakaknya kalau ngobrol pakai bahsa jepang sejak mulai sekolah. Bedanya kalau kakaknya, basic bahasa Indonesianya sudah lumayan bagus, jadi kalau diajak ngomong bahasa Indonesia juga nymambung dan bisa mentranslate dari bahasa jepang ke Indonesia saat ibunya tidak ngerti. Tapi adiknya agak susah, bahasa Indonesianya masih belepotan.

Kalau soal kegiatan dan apa yang dipakai sama kakaknya yang pasti pengen juga, kayak tempat bento (bekal makan siang), juga pengen yang sama, tas sekolah dll, sampai cara duduk dan cara ngeles ibunya.

Cuman kakaknya yang pernah pengen kayak ibunya, kalau sholat suka minta pakai mukena, atau suka nyoba pake kerudung, cuman ya sekedar coba-coba saja, sudah tidakk pernah lagi setelah dikasih tahu kalau itu buat perempuan.

Tapi kalau anakku tidak ada masalah ngmbek/kesel karena selalu diikutin adiknya, malah si kakak suka ngetawain adiknya kalau adiknya ngikutin dia tapi tidak benar. Bilangnya "okaasan Hasya kun, wa hen da yo ne,.. (ibu, hasyanya aneh ya,..!!, sambil ketawa). Yah anak mah iro-iro deh (macem-macem).

Kasih pengertiannya saja, ke kakaknya kalau adiknya sayang sekali sama dia jadinya suka ngikutin.

- Kalau menurutku soal mainan tidak mengenail gender laki or perempuan. Biarkan saja adiknya suka menitu atau mengidolakan kakaknya, agar besarnya bisa lebih rukun. Katanya ortuku karena adikku cowok dulu juga kalau mainan selain mainannya dia juga suka dengan  mainanku. Terus lagi prasaannya jadi lebih halus karena selalu mengerti kakaknya

Tetapi yang penting jangan keterusan saja ngikutin kakaknya kelakuannya misalnya dandan sisiran, pake lipstick, dll Kalau masalah rebutan mainan, biasa saja, namanya saja anak-anak 'hukum kepemilikan'nya anak BALITA  pantang sekali mainannya dipegang orang lain tetapi sebaliknya dia selalu ingin milik org lain (dari tabloid NAKITA yang aku baca)

Yang penting sekarang mungkin kasih pengertian saja ke kakaknya yang notabene lebih besar yang lebih bisa menerima. Kalau adiknya ya pelan-pelan diberitahu

- Anakku hampir 15 bulan, sekarang lagi doyan-doyannya ngikutin orang. Berhubung di rumah cewek semua (papanya tugas di luar kota), jadilah yang diikutin cewek-cewek. Aku juga sudah agak kuatir, makanya sering nyuruh adikku main kerumah (adikku cowo) supaya dia ada pembanding.

Akhir-akhir ini dia suka pakai bandeau aku, pakai jepit rambutnya pengasuhnya, dan yang serunya, dia ke meja rias aku terus ngambil puff bedak dan disapu-sapu/dipukpuk di mukanya dia. Aku ada tas kecil yang biasa aku pakai belanja (cuma muat dompet+hp saja), diambil sama dia, sambil jalan disangkutin di pundaknya. Persis seperti aku nyangkutin tas kalau mau pergi keluar. Waduh tadinya sudah mau panik gimana 'ngelurusinnya'. Tapi kemudian aku (terutama setelah baca postingannya Mommies) sadar bahwa memang ada fasenya. Dan bisa di'lurusin' sedikit-sedikit  nanti dengan berjalannya waktu.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement