We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Kecantikan arrow Kasus Pre-Eklampsia
Kasus Pre-Eklampsia E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Jumat, 11 Maret 2005

Saya terkena pre-eklampsia sekitar 3 minggu sebelum melahirkan dengan rata-rata 130-140/80-114 pernah mencapai 160/110. Bayi saya meninggal setelah dilahirkan tgl 2 Oktober.

Sebelumnya saya menduga saya terkena pre-eklamp, tetapi setiap saya bertanya ke dokter, dia selalu bilang tidak apa-apa dan saya tidak diberi obat apapun. Sampai saya akan melahirkan pun dia selalu mengundur waktu. Sampai tidak ketahuan air ketuban saya sudah sampai hijau, dan sewaktu anak saya diangkat nangisnya kurang kencang/kuat dan dia sempat terminum air ketuban tersebut dimana sebelumnnya dia buang air besar dan tercampur dengan air ketuban yang sudah hijau. Dan memang paru-parunya kotor.

Setelahnya dia dimasukkan ke NICU pada tgl 1 october malam dokter anak bilang kepada kami bahwa keadaannya sudah membaik dan besoknya akan diusahakan untuk diminumkan ASI, entah mengapa keadaannya drop besok pagi dan siangnya dia koma dan 2 jam kemudian dia pergi.Entah kenapa dokter anak tiba-tiba bilang dia kelainan enzim dari protein dimana dia tidak bisa mencerna protein yang akhirnya jadi zat amoniak dan racun tersebut sudah sampai ke otaknya.

Pada saat akan melahirkan saya tidak disuntik obat paru-paru untuk anak saya. Selama hamil dokter saya tidak pernah bilang saya untuk melakukan test urine untuk menjaga kadar protein.

Bagaimana apabila saya ingin hamil lagi, mengingat saya sectio haruskah saya sectio lagi dan apakah saya akan terkena pre-eklamp lagi?

Dari beberapa artikel yang saya baca, overweight pun pengaruh. Saya awalnya sudah gemuk, tetapi saat hamil berat badan saya melonjak naik sampai lebih dr 20kg. Kehamilan bulan ke 5 mulai bengkak-bengkak dan berlanjut terus sampai kehamilan 9 bulan. Adakah jarak sebelum saya hamil lagi? Dapatkan terdeteksi dini saya akan terkena pre eklamp lagi atau tidak ? Dan Apakah benar bawang putih dapat mengurangi resiko tersebut? Bagaimanakah dengan belimbing dan ketimun?

Tanggapan Moms WRM

- Menurutku kalau yang pertama (apalagi baru anak pertama ya) belum tentu melahirkannya melalui cesar juga, bisa  melalui normal, jadi jangan langsung di set di your mind ya kalau harus cesar.

Untuk yang pre eklamsia, aku hanya nyaranin jikapun nanti hamil lagi periksa teratur saja urine dan darahnya (ACA) serta jaga kenaikan badan secara logis. Hamil bukan berarti kalau kita makan harus double kan, yang penting asupan gizinya bisa untuk ibu dan bayinya. Makan yang biasa tapi gizinya tinggi dan tanda pre yang bisa dilihat adalah jika bengkak di tangan, kaki atau muka dan bengkaknya itu kita pencet tidak balik atau baliknya lama maka kemungkinan kita terkena pre-eklamsia, disamping itu banyaklah minum air putih .

- Aku juga pernah mengalami pre eklampsia. Waktu umur kehamilan menjelang 9 bulan, gara-gara makan soto madura yang isinya jeroan semua. Saat periksa rutin tekanan darah 130/100 oleh dokter aku disuruh EKG untuk melihat kondisi janinnya. Itu butuh waktu 2 jam (1 jam dengan O2 dan 1 jam tanpa O2) dan hasilnya tidak bagus. Setelah suster konsul ke dokter mengenai hasil EKG. Aku sudah tidak boleh pulang ke rumah harus diobservasi takut kenapa-kenapa sama bayinya. Jadinya tanpa persiapan aku masuk rumah sakit. Ini merupakan kehamilanku yang kedua (yang pertama keguguran) jadinya takut, ya aku nurut dokternya saja.

Aku di observasi selama 3 hari (Jumat malam masuk RSB) dan selama itu aku juga disuntik di bagian panggul untuk mematangkan paru-paru bayiku. Untuk persiapan kalau bayiku harus segera dikeluarkan yang ada selama di observasi aku tidak bisa tidur.

Saat ukur tensi hari Senin pagi, naik jadi 150/100. Dokterku khawatir dan langsung memutuskan aku harus operasi siangnya karena beliau tidak mau ambil resiko takut terjadi sesuatu sama bayiku. Alhamdullilah, jam 2 siang anak pertamaku lahir selamat denga berat 2.6 dan panjang 50 cm, nilai apgar-nya bagus tapi tetep harus masuk inkubator karena masih kurang bulan sedikit. Kehamilan berikutnya aku tidak mengalami lagi.

- Saya mau sharing tentang pre eclampsia yang saya pernah alami sewaktu melahirkan anak saya. Waktu itu 2 minggu sebelum melahirkan, tensi darah saya meningkat dari biasa normal menjadi 130/110. Waktu itu dokter mengatakan bahwa kalau kondisi ibu seperti ini terus saya takut akan tidak bisa melahirkan normal melainkan operasi caesar. Pada minggu ke 2 tensi masih berkisar 130/110. Akhirnya pada malam harinya saya merasakan mulas tapi air ketuban seperti yang dibicarakan orang akan keluar banyak tidak saya alami. Saya hanya merasakan darah seperti hendak mens disertai mulas setiap 5 menit sekali.

Malam itu juga saya ke rumah sakit dan ternyata masih bukaan ke 1. Bidan jaga R.S.  tersebut bingung tensi saya tinggi sekali hingga mencapai 190/120 keesokan harinya. Sampai akhirnya suami dan dokter langsung berdiskusi harus dioperasi kalau tidak bayi atau ibunya tidak akan selamat. Akhirnya saya disiapkan ke ruang operasi, suster masih memeriksa apakah jalan lahir (bukaan) sudah bertambah? ternyata masih tetap bukaan ke 1. Pada saat itu saya hanya berdo'a mudah-mudahan  operasi merupakan jalan terbaik utk lahirnya bayi saya itu. Alhamdulillah bayi saya lahir hari minggu 14/12/03 dengan selamat. Tapi dokter menyatakan bahwa bayi saya sebelumnya terlahir dengan terbalut kotorannya sendiri. Kelahiran bayi pertama saya ini melibatkan dokter penyakit dalam yang menyatakan bahwa saya sebenarnya mengalami keracunan kehamilan.

-Pre-eklamsia maka belum tentu kehamilan berikutnya kena lagi. Aku pakai dokter dari RSBIA - Budhi Jaya (Saharjo, Tebet), Prof. Ichramsjah (Dr.Iam - panggilannya). PAsiennya banyak, tapi Dokternya enak buat tanya-tanya dan penjelasannya bikin hati tentram

Apgar itu singkatan dari activity, pulse, grimace, appearance, respiration.  Lebih lengkap dapat dilihat di website : babycenter.com  Ini merupakan test untuk melihat kondisi bayi yang baru lahir, apakah si bayi sehat atau butuh treatment lebih lanjut dengan diberikan scoring untuk setiap aspeknya.

Suntikan pematang paru-paru sebanyak 3x, disuntiknya bergantian antara panggul kiri dan kanan. Satu lagi untuk menambah berat badan bayi aku disuruh makan es krim. Karena belum masuk bulannya, air ketuban masih normal, tapi bayinya terlilit tali pusar di bagian leher.

- Informasi dari site ini bisa menjawab sedikit banyak pertanyaan:
www.pre-eclampsia.co.uk

- Waktu anak pertamaku, sampai kontraksi bukaan 5 tensi masih normal, tapi 5 jam kemudian suster pada sibuk tensi in aku. Ternyata tensi naik lalu langsung cesar.

Nah anak ke 2, tensi normal-normal saja, sampai masuk bulan ke 9, 2 minggu sebelum due, pada saat kontrol, tensi ku 170/90. Langsung opname tidak pulang lagi. Besok nya tensi sudah di 130/80 tetapi aku tidak ingin pulang lagi, takut tensi nya naik jadi opname akhirnya anakku lahir dengan caesar.

Tulisan Wiku Andonotopo,M.D tentang EKLAMPSIA

Istilah keracunan kehamilan (toxemia gravidarum) itu sudah tidak pernah dipakai lagi. Yang sekarang dipakai adalah penggolongan berdasarkan : hipertensi gestationes (kenaikan tensi darah yang diperberat kehamilan), Preeclampsia, Eclampsia, Preeclampsia yang disertai hipertensi kronik, dan hipertensi kronik.

Hipertensi didiagnosis kalau saat hamil tensi darah melampaui 140/90 mmHg, dulu kenaikan tensi darah sistolik lebih dari 30 mmHg dan diastolik lebih dari 15 mmHg sudah masuk kriteria diagnosis, sekarang tidak.

Edema (bengkak) di kaki ndak dimasukkan ke kriteria karena sedemikian banyaknya ibu hamil yang mengalami gejala ini padahal tensinya normal saja.

Hipertensi gestationes kriterianya kalau tensi 140/90mmHg atau lebih tanpa disertai proteinuria di test kencing. Setelah 12 minggu pasca partus tensi harus sudah kembali normal.

Kalau disertai gejala lain dan terjadinya setelah usia kehamilan masuk 20 minggu maka disebut PREECLAMPSIA, disertai proteinuria lebih dari 300 mg/ hari dan tensi 140/90mmHg adalah kriteria minimum-. Kriteria maximum kalau tensi sampai 160/110mmHg, proteinuria sampai 2g/ hari, creatinin serum meningkat, trombositopenia(platelet) menurun sampai < 100.000/mm3, peningkatan enzim LDH. AST, ALT, nyeri kepala, dan nyeri ulu hati.

Kalau disertai satu gejala tambahan yaitu kejang-kejang, sampai pingsan dan bahkan lidah bisa tergigit maka disebut ECLAMPSIA, tak peduli berapapun tensi darahnya. Namun harus dibedakan dgn Epilepsia yang dimiliki ibu hamil sebelumnya !!!!

Preeclampsia yang disertai hipertensi kronik, kriterianya kalau ada proteinuria > 300mg/hari, tapi kemudian gejalanya proteinuria menghilang setelah umur kehamilan 20 minggu. Kriteria lain adalah trombositopenia dan peningkatan protein tiba-tiba di bawah kehamilan 20 minggu.

Paling gampang mau periksa proteinuria di air kencing istri Anda yang sedang hamil ya, suruh kencing di tabung reaksi, terus kencingnya dipanaskan di bawah api sebentar sampai mendidih, kalau ada pembentukan protein kaya godokan putih telur, ya hati-hati ada gejala proteinuria.

Untuk terapi saya tidak bersedia mengungkapkan secara mendetil, karena terapi ini harus dikuasai oleh DSOG dan dokter, bukan oleh pasien agar ndak asal ada tensi tinggi langsung tembak minum obat anti hipertensi, Asal minum obat antihipertensi, bahayanya KEMATIAN JANIN mendadak !!!! akibat gangguan sirkulasi fetomaternal mendadak !!!

Terapi ini wajib diketahui oleh para bidan dan paramedis, tapi untuk penanganan preeclampsia dan hipertensi dalam kehamilan dan eclampsia, jangan main-main, KEMATIAN ibu hamil dan bayi dalam kandungan taruhannya.

Yang perlu awam ketahui adalah, kontrol teratur selama periode antenatal, minimum 12 kali, dan kontrol tekanan darah secara teratur, sukur kalau punya tensi sendiri, juga perhatikan gejala yang saya jelaskan diatas, pusing, nyeri kepala, nyeri ulu hati, bengkak kaki juga perlu diperhatikan !!! Selalu catat kenaikan Berat si ibu, agar ndak gila-gilaan makan sewaktu hamil, DSOG anda bisa pusing menyuruh diet ekstra ketat rendah garam !!! Cek pertambahan berat janin dgn USG dan cek kecukupan air ketuban, kalau sampai ada gejala tensi ibu menggila meski sudah dapat terapi antihipertensi adekuat, TAK PEDULI umur berapa kehamilan, SAAT itu juga kehamilan HARUS DIAKHIRI dgn cara apapun!!!!! karena nyawa ibu taruhannya.

kalau pasien mau periksa tes darah rutin sendiri silahkan, boleh cek trombositnya, cek enzim yang saya sebutkan diatas, cek protein kencing, lalu konsul ke DSOG atau dokter,.

INGAT !! tidak semua obat golongan anti hipertensi AMAN untuk ibu hamil !!! banyak obat antihipertensi

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement