We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Lain-Lain arrow Mengetahui Kemauan Anak
Mengetahui Kemauan Anak E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 24 Pebruari 2005

Bagaimana mengetahui keinginan anak, agar tidak salah dalam mendidik dan melanggar hak anak?

Kalau dalam masalah, anaknya jadi murung di kelas, yang selanjutnya physikolog yang membantu. Nah kalau anaknya tidak murung, tidak ada suatu hal yang ganji. Bagaimana mengetahui maksud anak. Terkadang saat anak ditanya juga tidak tahu harus bilang apa. Tidak bisa mengungkapkan maksudnya dengan kata-kata.

Terkadang hal sepele bagi kita orangtua untuk mereka merupakan hal yang luar biasa. Contohnya, setiap malam jadwal rutinya anakku setelah sikat gigi, baca doa, terus aku nyanyi nina bobo, untuk mereka berdua. Suatu saat anakku yang bungsu sudah tidur duluan. Aku tidak bernyani, takut membangunkan dia. Anakku yang sulung belum tidur. Aku katakan ke dia," st.. jangan berisik".  Dia jawab,"but bunda..". Aku  balas "st....".

Tenggah malam, saat aku sedang tidur, mendenger suara anakku menangis terisak. Aku sudah capai. Aku  bilang ke anakku,"ayo bobo, Bunda mau tidur berisik".  Ternyata dia semakin keras menangis. Aku bangun dengan kesal,"ayo tidur...".  Dia semakin lebih keras menangis.  Akhirnya aku tanya apa maunya, jawab dia, Bunda didnt sing a song to me, I can't sleep. Cuma masalah nyannyi saja dia semalaman tidak tidur!

Tanggapan Moms WRM beserta Poem

- Menurutku benar, kadang hal sepele menurut kita sebagai orangtua merupakan hal yang sangat besar buat anak-anak kita. selama ini aku mencoba (dan selalu mencoba) untuk selalu menanyakan apa keinginan anakku yang pertama (3th 2bln). Saat kondisi capai terkadang kita mudah emosi. Tetapi disinilah dituntut kesabaran yang luar biasa dari kita sebagai orangtua mereka. Aku juga masih belajar dan selalu belajar untuk hal ini.

Selama ini aku saat menghadapi anak yang menangis ataupun sedang marah misalnya, selalu aku peluk saja, nanti saat dia sudah tenang, baru aku ajak bicara baik-baik apa maunya. So far ter kadang berhasil, terkadang juga tidak. Tetapiaku yakin, dengan selalu berusaha maka akan ada hasilnya juga Insya Allah.

Seperti  puisi yang Mom kirimkan dahulu, aku ingin bisa mengerti anak-anakku dan menganggap mereka seperti apa adanya mereka. Bukan sebagai anak kecil yang kita 'paksa' dewasa untuk mengerti sesuai keinginan kita. Seperti keinginan mereka di baris akhir dalam puisi tsb :

Please love me just for being me - not just for the thing I can do

semoga kita semua bisa menjadi orangtua seperti dalam puisi itu ya moms,

- Semalam anakku yang baru 8 3/4 bulan cranky and menangis tanpa sebab saat jam tidurnya. Biasanya sebelum tidur, aku dan/atau papanya nyanyi nursery rhym. Lalu bercerita, cerita apa saja. Dia paling suka denger cerita mengenai Pooh dan bible stories. Semalem aku capek sekali, jadi ingin langsung ikutan jam tidurnya anakku. Tetapi anakku  cranky sekali dan tidak tidur juga. Dia masih bayi jadi tidak bisa bicara. Biasanya dia jam 19:30 sudah terlelap, ini sampai jam 20:00 masih cranky bahkan sempat nangis jerit-jerit tanpa sebab.

Akhirnya papanya yang mulai nyanyi Twinkle-twinkle little star, lalu aku lanjutkan dengan Baa,baa, black sheep. Ternyata dia nangisnya mulai surut dan lama-lama diam. Tetapi masih terisak-isak sesenggukan. Aku elus-elus punggung-nya sambil cerita mengenai pooh and piglet disambung dengan bible stories mengenai Daniel & the young David. Ajaib dalam waktu 15 menit anakku audah lelap sekali. Walaupun berisik dia tetap tidur nyenyak sampai pagi.

Ternyata sometimes kita sebagai orangtua terlalu egois hanya memikirkan diri kita sendiri, sedangkan anak karena kita sering hanya menganggap mereka sebagai 'anak' suka lupa bahwa mereka juga punya kepentingan dan hak yang harus kita perhatikan.

- Tugas terbesar dan terberat kita sebagai orang tua (menurutku) adalah mengetahui keinginan anak. Sebagai orangtua kita punya ego yang besar yang sering membuat kita jadi otoriter. Baik disadari atau tidak. Dari beberapa artikel yang pernah aku baca, salah satu cara memahami anak adalah dengan mengamati dan mendengarkan. Sejak bayi karakter bayi sudah kelihatan, penurut, pemarah, sensitif atau aktif. Setiap karakter punya penanganan sendiri-sendiri.

Mungkin seperti yang dicontohkan Mom, saat anak bilang "but bunda..." idealnya kita bertanya, "Apa?" Tetapi kalau sudah capek pasti yang hal begitu terlewatkan. Padahal biasanya di saat-saat seperti itu anak ingin menyampaikan informasi yang perlu kita dengar. Kadang kedengarannya sepele bagi kita, tapi itu penting buat anak. Itu jugaterjadi sama aku, kalau anakku udah nangis tanpa sebab aku suka kesal sendiri. Ditanya belum bisa ngomong, jadi ibunya ikut-ikut senewen. Padahal menurut teori, kita harus cari tahu dan mencoba segala cara untuk menenangkan anak itu.

Menurut kebetan yang aku baca lagi, kalau sejak kecil anak dibiasakan ditanya soal perasaan, katanya lama-kelamaan ia akan tahu cara berkomunikasi yang baik.

Ada contoh, seorang anak pulang sekolah dalam keadaan murung, sesampainya di rumah ia ditanya ibunya: "Gimana disekolah? Kok murung? Ulangannya jelek ya?" Padahal belum tentu itu penyebabnya. sikap orang tua yang suka 'soktahu' kadang menjadi kendala bagi anak untuk mengkomunikasikan perasaan dan keinginannya.

- Suka kasian ya, si sulung untuk urusan perhatian. Padahal tadinya apa-apa buat dia. Anakku juga begitu, sedih saat  tahu aku tidak nemenin dia bobo karena harus menemani adiknya yang bayi dulu. Biasanya aku kasih anakku bacaan."baca dulu ya, nanti mama balik lagi". Berhubung dia suka baca jadi dia terima dengan cara itu. Terkadang saat aku balik anakku sudah matiin lampu sendiri dan bobo.  Tapi jika dia masih baca, biasanya aku tawarin
atau dia yang minta dibacain cerita.

Poem yang dikirim di milis WRM.

-Aku, dapatkan poem ini di dinding RS waktu bawa anaku ke ER, lalu aku simpan  di kids.ji-indonesia.com bagian poem, untuk renungan juga.

Please, Mom and Dad

My hand are small
I don't mean to spill my milk.

My legs are short,
Please slow down, so I can keep up with you.

Don't slap my hand when I touch something bright and pretty.
I don't understand.

Please, look at me, when I talk to you.
It' lets me know you are really listening.

My feeling are tender, don't nag me all day.
Let me make mistake without feeling stupid.

Don't expect the bed, make or the picture, draw to be perfect
Just love me for trying.

Remember I am child not small adult.
Sometimes I don't understand what you are saying.

I love you so much
Please love me just for being me - not just for the thing I can do

- Jadi ingat anakku dengan tangan mungilnya yang suka banting remote, lalu biasanya aku tegur: "jangan banting remote!" tapi tetap saja dia ngeliat aku dengan tampang innocent. jangan-jangan  dia tidak ngerti apa yang aku sampaikan.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement