|
Baik Selulit maupun stretch mark (guratan putih yang muncul karena kulit mengalami gangguan metabolisme) bukan monopoli perempuan. Para pria maupun remaja juga bisa mempunya selulit dan stretch mark. Bahkan seorang bayi pun bisa mempunyai selulit jika dia terlalu gemuk.
Penampilan yang kurang indah dipandang dari kedua kondisi kulit ini sering mendorong konsumen untuk memborong obat-obatan atau mengikuti perawatan khusus untuk mengembalikan kondisi kulit menjadi mulus dan rata seperti semula. Namun, banyak konsumen tak memahami kedua kondisi ini sehingga apa yang dilakukan sia-sia belaka.
Sebaiknya, sebelum melakukan perawatan atau mengkonsumsi obat, konsumen mengetahui dengan pasti kondisi kulitnya. Stretch mark hingga kini belum ada obatnya. krim-krim yang dijual di pasaran hanya untuk mengurangi gatal, tetapi guratan berwarna putih itu tetap tak bisa hilang.
Stretch mark adalah hilangnya atau menipisnya permukaan kulit sehingga terjadi cekungan-cekungan di permukaan kulit. Stretch mark terjadi ketika kulit mengalami gangguan berupa peregangan dalam waktu cepat, seperti ibu mengandung, perubahan dari kurus ke gemuk atau sebaliknya, atau penggunaan steroid untuk pembentukan tubuh.
Stretch mark tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dicegah, yakni ketika stretch mark masih berwarna kemerahan, masih tahap awal. Dengan diberi pelembab yang memberi rasa hangat, diharapkan peredaran darah terangsang sehingga memberi makan pada kulit. Namun yang perlu diingat, stretch mark juga dipengaruhi faktor keturunan sehingga memang sulit untuk sembuh.
Penggunaan krim asam vitamin A yang diharapkan bisa merangsang pertumbuhan kolagen dengan tujuan menambal cekungan dari dalam juga masih menjadi perdebatan, terutama penggunaan krim tersebut pada ibu hamil. Ada kubu yang mengatakan krim tersebut bisa digunakan ketika kehamilan memasuki bulan kelima. Namun, ada juga kubu yang mengatakan krim tersebut bisa membahayakan janin. jadi, sebaiknya sebelum menggunakan krim tersebut, konsultasi dulu dengan dokter kulit dan dokter kandungan.
Selulit berbeda dari stretch mark. Jika pada stretch mark permukaan kulit seperti tergores-gores, pada selulit permukaan kulit tampak bergelombang seperti kulit jeruk. Selulit terbentuk di kulit paha, bokong, dan perut. Selulit muncul di paha, bokong, dan perut karena memang ketiga bagian itu yang jarang bergerak.
Selulit muncul ketika banyak lemak memupuk di sana dan terjebak dalam rongga-rongga kulit sehingga kulit tampak seperti bergelombang. Penumpukan lemak ini terjadi karena pengaruh hormon, gaya hidup, dan metabolisme.
Banyak pengobatan yang ditawarkan untuk menghilangkan selulit. Namun, pengobatan dan perawatan ini akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat maksudnya menjaga pola makan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup, mengkonsumsi air minimal delapan gelas sehari, dan tidak mengkonsumsi makanan lemak jenuh.
Dengan mengurangi konsumsi kopi, teh, dan minuman beralkohol akan sangat membantu mencegah terjadinya selulit. Kemudian mengkonsumsi sayuran hijau, buah-buahan, bawang bombai, dan bawang putih sangat baik untuk pembuangan lemak dan toksin di tubuh.
Dalam menghilangkan selulit harus dilakukan secara tim. Maksudnya, tak bisa hanya mengandalkan obat-obatan. Jika hanya mengkonsumsi obat atau mengandalkan suntikan saja sementara gaya hidup tak diubah, selulit akan cepat kembali.
Tim untuk menghilangkan selulit adalah pemijatan, memperbaiki gizi dan pola makan serta obat. Semua tergantung pada kondisi patologis pasien. Jika belum terlalu parah, selulit bisa dihilangkan hanya dengan pemijatan. Dengan pemijatan, diharapkan aliran darah menjadi lancar sehingga lemak-lemak yang menumpuk bisa terbuang.
Kemudian ada pula terapi dengan menggunakan suplemen karbon dioksida yang memicu kerja limfatik, mengurangi toksin, memperbaiki sirkulasi darah, dan membantu menghaluskan selulit.
Jika selulit yang menumpuk sudah terlalu parah, terpaksa lemak yang menumpuk harus disedot dulu. Jika hanya mengandalkan pemijatan, bisa memakan waktu terlalu lama. Namun, biaya penyedotan ini tidak bisa dibilang murah. Tergantung kandungan obatnya. Semakin banyak obat, semakin mahal. Bisa ratusan ribu untuk sekali suntik di satu titik. Setelah itu, baru dilakukan pemijatan sekaligus perbaikan gaya hidup.
Nah, daripada harus mengeluarkan uang banyak, lebih baik perbaiki gaya hidup dari sekarang. Selulit jauuuuhh...!
(Sumber: Kompas 20 February 2005: "Bila Kulit Bermasalah", nara sumber: dr. Amaranila Lalita Drijono SpKK dari Puan Jakarta Boutique Clinic)
|