We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Ekonomi Keluarga arrow Kaki Rata
Kaki Rata E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 10 Pebruari 2005

Aku perhatikan telapak kaki anakku rata. Apakah memang rata-rata telapak kaki balita begitu? Jadi dia jalannya cenderung bertumpu ke kaki bagian dalam. Aku takut kebiasaannya itu terbawa sampai dewasa. Adakah cara untuk memperbaiki bentuk telapak kakinya?

Berikut Tanggapan dari Moms WRM dan info dari Tabloid Nakita

- Itu salah satu kelainan. Istilahnya kedokteran flat foot. Memang perlu penanganan khusus misalnya sepatu khusus lalu terapi khusus dengan dokter tulang.

- Jika aku perhatikan, modelnya rata (flat foot). Kata orang tidaka kuat jalan, cepat capek. Dan itu tidak bisa diperbaiki karena sudah bawaan. Dan aku sejauh ini nyaman-nyaman saja. Hanya karena bobot tubuh melebihi normal, jika diajak jalan kaki suka males, tetapi jika aku paksakan kuat-kuat saja.

Memang jika berdiri dan berjalan bertumpu dengan kaki yang bagian dalam, jadi jika pakai sepatu yang habis duluan bagian dalamnya, jadi miring ke dalam.
Jika khawatir boleh di bawa ke Dr spesialis ortopedi. Perbandingan antara flat foot dengan yang normal sekitar 1: 10

- Bahasa latinnya flat foot itu pedes planus. Ini memang penyakit bawaan, periksanya ke dokter bedah ortopedi, jangan sembarang dokter bedah. Tetapi itu juga jika flatfoot nya sudah mengganggu anak, misal nyeri atau mengganggu aktifitas. Jika tidak menganggu dan anaknya asik-asik saja tidak masalah, tak perlu diterapi.

Terapi biasanya dengan fisioterapi atau sepatu khusus, jika sampai besar masih menganggu, ada juga terapi operasi, tapi biasanya hasilnya tidak maksimal.

Dari Tabloid Nakita:
http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?rubrik=bayi&edisi=05258

Kelainan yang satu ini lebih dikenal dengan sebutan kaki datar. Kondisi ini akan menyebabkan anak merasa tidak nyaman saat berjalan, cepat lelah dan sol sepatu selalu habis sebelah. Hanya saja menurut penelitian, kondisi seperti ini pada orang dewasa tidak terlalu menimbulkan masalah.

Flat foot sendiri disebabkan kelainan posisi tulang, jaringan sendi terlalu fleksibel, overweight, kelemahan otot, kompensasi dari kaki X, dan kelainan rotasi kaki. Akan tetapi untuk memastikan kelainan ini sekaligus melakukan tindak penanganannya harus menunggu sampai usia anak minimal 3 tahun.

Telapak kaki yang ideal mempunyai cekungan di bagian sebelah dalam. Untuk mengetahui bayi mengalami kaki datar (flat foot) atau tidak memang ralatif tidak gampang mengingat cekungan pada telapak kaki bagian dalam bayi belum terbentuk sempurna. Hal ini baru bisa benar-benar dipantau manakala dia sudah mulai berjalan atau setidaknya belajar berjalan. Cara memeriksanya, ajak anak berjalan jinjit, berjalan dengan tumit, maupun berjalan dengan telapak kaki bagian dalam dan bagian luar. Jika si anak bisa melakukannya dengan mudah/fleksibel dan tidak nyeri, kemungkinannya ia tidak mengalami flat foot.

Namun, wajar-wajar saja dan sama sekali tak perlu dikhawatirkan jika telapak kakinya lebar dan jari-jarinya relatif besar sementara bayi lain berkaki kecil dengan jari-jari relatif lebih kecil pula. Hal ini tergantung pada kondisi masing-masing bayi yang dipengaruhi oleh faktor genetik dari kedua orang tuanya.

Sementara cepat-tidaknya anak bisa berjalan dan berlari, serta kuat-tidaknya ia berjalan jauh nanti, lagi-lagi terpulang pada bagaimana dan seberapa intens orang tua menstimulasinya. Sampai sekarang memang belum ada penelitian yang mengatakan bahwa besar-kecilnya telapak kaki bakal berpengaruh pada kemampuan si bayi mengoptimalkan kakinya.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement