We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Infertilitas
Infertilitas E-mail
Jumat, 14 Januari 2005

health, home, house, clean, immune, desease, infection, cleaning, housekeeping, diet, fitness, yoga, exercise, spa, bath, family, travelSebelum membahas lebih lanjut tentang infertilitas, terlebih dahulu harus dipahami beberapa istilah yang sering disalahartikan oleh awam. Di bidang reproduksi, infertilitas diartikan sebagai kekurang mampuan suatu pasangan untuk menghasilkan keturunan, jadi bukanlah ketidak mampuan mutlak untuk memiliki keturunan. 

Untuk pengertian yang terakhir kita kenal dengan kemandulan (sterilitas). Contoh, seorang laki-laki yang telah dikebiri (dikastrasi), atau seorang wanita yang rahimnya telah diangkat sudah tentu dikatakan mandul/steril. Sebaliknya pasangan yang subur disebut Fertil.

PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG INFERTILITAS

Sepertinya sudah terbiasa, bila suatu pasangan infertil, maka sang perempuanlah yang paling dicurigai, bahkan langsung divonis sebagai penyebabnya. Memang data statistik menunjukkan bahwa penyebab infertilitas pada pria lebih kecil dibanding wanita, namun hal ini merupakan suatu anggapan yang keliru, karena kemungkinan ketidaksuburan bisa datang dari suami, istri atau kedua belah pihak bersamaan. Keengganan pasangan (kebanyakan suami) untuk ikut serta memeriksakan diri, akan lebih menyulitkan mencari apa penyebabnya dan bagaimana menentukan terapinya.

KAPAN SUATU PASANGAN DIKATAKAN INFERTIL ?

Sebagian pasangan yang baru menikah berharap secepat mungkin mendapat keturunan, sebagian menunda karena alasan tertentu. Terlepas dari hal tersebut, hampir semua pasangan mulai gelisah ketika kehamilan yang dinanti-nantikan tak kunjung datang. Namun kegelisahan tersebut mungkin berlebihan bila usia pernikahan baru menginjak 2 atau 3 bulan. Statistik menunjukkan bahwa hanya 32,7% pasangan langsung hamil dalam bulan pertama, 57,8% hamil dalam 3 bulan, dan 72,1% dalam 6 bulan masa pernikahan. Menginjak tahun pertama (12 bulan) angka tersebut naik menjadi 85,4%.

Atas dasar pertimbangan itulah maka suatu pasangan baru dikatakan infertil apabila setelah 12 bulan menikah, dengan frekuensi hubungan seksual yang wajar belum ada tanda kehamilan. Frekuensi hubungan seksual penting karena mempengaruhi kemungkinan kehamilan. Contoh suatu pasangan yang suaminya bekerja sebagai pelaut dan berlayar selama berbulan-bulan, belum dapat dikatakan infertil bila istrinya tidak hamil dalam kurun waktu 1 tahun.

APA PENYEBAB INFERTILITAS ?

Penting diketahui bahwa kesuburan (fertilitas) dipengaruhi banyak faktor, setidak-tidaknya ada 5 faktor penting :

1. Usia : Untuk pria puncak kesuburan adalah usia 24-25 tahun dan 21-24 tahun untuk wanita, sebelum usia tersebut kesuburan belum benar matang dan setelahnya berangsur menurun.

2. Frekuensi hubungan seksual : telah dijelaskan di atas.

3. Lingkungan : baik fisik, khemis maupun biologis (panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol, infeksi, dll).

4. Gizi dan nutrisi : terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu.

5. Stress psikis : mengganggu siklus haid, menurunkan libido & kualitas spermatozoa, dll.

Penyebab infertilitas dapat digolongkan atas dasar anatomi organ dan atau fungsinya.

Penyebab pada laki-laki :

Kelainan anatomi : hypo-epispadia (kelainan letak lubang kencing), micropenis (penis sangat kecil), undescencus testis (testis masih dalam perut/lipat paha), dll.

Gangguan fungsi : disfungsi ereksi berat (impotensi), ejakulasi retrograde (ejakulasi balik), dll.

Gangguan spermatogenesis : oligo/terato/asthenozoospermia (kelainan jumlah, bentuk, gerak sperma).

Lain-lain : hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantung testis), varikokel (varises pembuluh darah balik testis), imunologis, infeksi, dll.

Penyebab pada wanita :

Faktor vagina : vaginismus (kejang otot vagina), vaginitis (radang/infeksi vagina), dll.

Faktor uterus (rahim) : myoma (tumor otot rahim), endometritis (radang sel. lendir rahim), endometriosis (tumbuh sel. lendir rahim bukan pada tempatnya), uterus bicornis, arcuatus, ashermans syndrome, retrofleksi (kelainan bentuk dan posisi rahim), prolap (pemburutan, penyembulan rahim ke bawah).

Faktor cervix (mulut rahim) : polip (tumor jinak), stenosis (kekakukan mulut rahim), non hostile mucus (kualitas lendir mulut rahim jelek), anti sperm antibody (antibodi terhadap sperma), dll.

Faktor tuba fallopi (saluran telur) : pembuntuan, penyempitan, pelengketan saluran telur (bisa karena infeksi atau kelainan bawaan).

Faktor ovarium (indung telur) : tumor, kista, gangguan menstruasi (amenorhoe, oligomenorhoe dengan/tanpa ovulasi). Organ ini berinteraksi dengan pusat pengendali hormon di otak (hypothalamus dan hipofisis) dalam mengatur siklus menstruasi.

Faktor lain : prolactinoma (tumor pada hipofisis), hiper/hypotroid (kelebihan/kekurangan hormon tiroid), dll.

APA YANG HARUS DIPERBUAT PASANGAN INFERTIL ?

Mengingat begitu banyak dan beragamnya kemungkinan penyebab infertilitas, sangat dianjurkan baik suami dan istri memeriksakan terlebih dahulu untuk mencari penyebabnya. Tidak semua kasus dapat dibantu dengan pengobatan, beberapa diantaranya (kelainan anatomi dan bentuk) perlu dilakukan tindakan.

Untuk pria pemeriksaan yang dilakukan lebih sederhana, yang terpenting adalah pemeriksaan fisik dan analisa sperma. Sedangkan pada wanita memang lebih rumit, kadang diperlukan pemeriksaan laboratorium (darah, kencing, kadar hormon) dan radiologis (USG, HSG), bahkan terkadang perlu tindakan operatif (laparaskopi) untuk mencari/mengobati penyebabnya. Menjaga kebugaran tubuh sangat penting untuk kesuburan, disamping makanan bergizi tinggi, terutama kaya akan protein dan vitamin. Menghindari rokok, alkohol dan narkotik sangatlah bijaksana. Apabila ada masalah dalam hubungan seksual atau kesulitan menentukan masa subur, konsultasikan dengan dokter.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement