We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2009 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Memetik Hikmah Bagi Anak Lewat Tragedi Tsunami
Memetik Hikmah Bagi Anak Lewat Tragedi Tsunami E-mail
Pengirim: dr.Agnes Tri Harjaningrum   
Selasa, 04 Januari 2005
Jika anak sudah merasa tenang, aman dan senang, orangtua bisa mulai mengajak anak berdiskusi untuk menggugah kepedulian mereka terhadap korban gempa. Orangtua dapat bertanya “Menurut adek, gimana ya perasaan para korban gempa yang kehilangan ayah bundanya, atau saudaranya?. Kira-kira adek mau bantu apa buat menolong korban gempa yang masih hidup?” Anak yang lebih kecil mungkin akan menjawab hal yang tidak masuk akal atau bahkan tidak menjawab sama sekali. Tapi kebiasaan komunikasi dengan berdiskusi seperti ini akan terekam dalam ingatannya dan akan memberikan dampak yang baik di kemudian hari. Selanjutnya anak-anak dapat dilibatkan dalam kegiatan amal yang dilakukan oleh orangtua. Mereka dapat diajak ikut serta untuk menyumbangkan sebagian uang tabungannya, mengirimkan kartu duka lewat pos, atau ucapan duka lewat email bersama orangtua.

Selain itu, pembicaraan juga dapat diarahkan untuk menambah pengetahuan anak. Pada umumnya anak sangat kritis dan ingin tahu mengenai semua hal yang baru. Mereka akan bertanya tentang seluk-beluk gempa, seperti mengapa bisa terjadi gempa, kenapa di Aceh terjadi gempa sedangkan di belahan bumi lain tidak, dimana letak Aceh, dan beragam pertanyaan cerdas lainnya. Inilah kesempatan bagi orangtua untuk berdiskusi dengan mereka. Jangan biarkan rasa ingin tahu mereka padam karena orangtua mengabaikan pertanyaan mereka dan tidak meluangkan waktu untuk menjawabnya. Orangtua dapat bersama-sama pergi ke perpustakaan atau toko buku mencari jawaban-jawaban pertanyaan anak. Orangtua dapat pula membacakan buku-buku yang berkaitan dengan gempa tsunami pada anak. Pengetahuan tentang geografi pun bisa sekaligus diberikan dengan bersama-sama mempelajari peta, memperkenalkan pulau-pulau di Indonesia, di dunia, atau membuat eksperimen sederhana yang berhubungan dengan gempa.

Peristiwa bencana ini juga dapat dijadikan kesempatan bagi orangtua untuk mengasah SQ anak. Ketika anak ketakutan, sambil memeluk dan memberikan rasa aman, orangtua dapat sekaligus mengajarkan anak untuk bergantung kepada Tuhan. Dalam buku nya yang berjudul ’10 Prinsip Spiritual Parenting’, Mimi Doe dan Marsha Walch menganjurkan orangtua untuk selalu mengingatkan anak akan kekuatan Tuhan. Ketika manusia berhubungan dengan kekuatan Tuhan, manusia akan memiliki keberanian yang mengagumkan. Orangtua dapat mengatakan pada anak “Kalau adek ketakutan, adek berdoa sama Allah ya, adek bilang ‘Ya Allah adek takut sama gempa, beri adek kekuatan supaya jadi berani’ Allah sayang sama adek, adek pasti dikasih keberanian sama Allah”. Setelah anak tenang dan dalam kondisi senang, orangtua dapat melanjutkan pembicaraan tentang syukur.  “Alhamdulillah ya dek, kita disini aman, nggak kena gempa. Kita berterimakasih yuk sama Allah yang sudah melindungi kita”. Selanjutnya anak-anak dapat diajari untuk selalu bersyukur sebelum tidur dengan rahmat yang telah diberikan hari ini. Bagi anak yang lebih besar, mereka  bisa diminta untuk menuliskan dalam buku khusus ucapan terimakasih atas rahmat apa saja yang telah mereka terima. Mengakui dengan berbagai cara setiap rahmat yang diterima dalam hidup akan membuat anak merasa lebih bahagia, dan merasa lebih dekat dengan Tuhannya.

Dibalik sebuah petaka pasti terpetik banyak untaian hikmah. Gempa tsunami yang terjadi kali ini memang menyisakan luka yang mendalam. Namun bila orangtua mencoba mengambil hikmah dari peristiwa ini dengan memberikan hal-hal yang posisif bagi anak,  pengorbanan mereka yang tertimpa bencana tak akan pernah sia-sia. Dengan mengasah EQ, SQ dan menambah pengetahuan mereka dari momen bencana ini, semoga bisa betul-betul melahirkan generasi bangsa yang lebih baik  dikemudian hari. (Agnes Tri Harjaningrum, ibu 2 orang anak, tinggal di Groningen, Belanda)



 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement