|
Seperti kata pepatah: untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, itulah yang terjadi pada saudara-saudara kita di Aceh. Siapa nyana seminggu menjelang penghujung tahun 2004 – tepatnya 26 Desember 2004 – musibah gempa disertai gelombang Tsunami menerpa tanah Serambi Mekah
Tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan penderitaan mereka. Bahkan rasanya bendera setengah tiang pun tak cukup untuk menggambarkan duka-cita tersebut.
Seminggu lebih menonton televisi, hati rasanya tak usai berdenyut setiap melihat tayangan mayat-mayat yang bergelimpangan, daerah yang porak-poranda, serta kesedihan mereka yang kehilangan sanak-saudara. Lalu ketika malam pergantian tahun berlangsung sepi di seluruh darah di Tanah Air, maka tahulah kita bahwa seluruh bangsa ini memang sungguh merasakan duka rakyat Aceh.
Namun tidak akan banyak gunanya jika terus-menerus larut dalam kesedihan. Lagi-lagi dalam setiap musibah selalu ada hikmah yang bisa dipetik. Bersyukur bahwa dalam bencana besar ini rupanya banyak anak bangsa yang tergugah hatinya dan segera mengulurkan tangan untuk menolong para pengungsi yang hingga kini masih hidup dalam ancaman ketakutan, wabah penyakit, kelaparan serta kemisikinan. Berbagai posko untuk menghimpun bantuan ke Aceh berdiri di mana-mana dan sejumlah aksi pengumpulan dana pun diadakan oleh berbagai kalangan. Dalam hal ini WRM selaku komponen bangsa pun tidak tinggal diam.
Untuk menunjukkan kepedulian terhadap nasib sesama anak bangsa yang tertimpa bencana alam – sesuai dengan komitmen awal WRM – maka milis ini membuka Dompet Amal yang nantinya akan disalurkan ke Aceh melalui Dana Kemanusiaan Kompas. Dan hingga 3 Januari 2005, Dompet Amal WRM telah menghimpun dana sebesar Rp 3.586.000 Selain itu Mom Ida Arimurti yang pekan lalu berkesempatan mengunjungi Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, juga telah menyerahkan hasil sumbangan awal para WRM-er senilai Rp5.500.000.
Memang bentuk kepedulian kita bukan cuma berhenti dengan hanya memberikan sumbangan. Karena itu WRM akan berupaya untuk terus berpartisipasi dalam membantu para pengungsi Aceh. Untuk saat ini, semoga sumbangan WRM ini dapat berarti bagi rakyat Aceh yang sedang mengalami musibah. Dan Dompet Amal WRM masih dibuka hingga akhir minggu ini, jadi bagi WRM-er yang ingin berpartisipasi, silakan Moms!
|