|
Halaman 2 dari 3 Intinya, kemampuan membaca adalah tiket untuk mendapatkan informasi. Kegiatan yang membuat hidup anak lebih kaya. Membantu anak menjadi penulis yang lebih baik. Memuaskan keingintahuan dan membuka pikiran. Memperluas cakrawala dunia dan imajinasi. Memungkinkan anak mempelajari nyaris segalanya.
“Membaca membuat kita semua menjadi imigran. Ia membawa kita pergi jauh dari rumah, tetapi yang lebih penting, ia menemukan rumah bagi kita di segala tempat.” –Hazel Rochman
Yang Dapat Dilakukan Orangtua (dan Guru)
Yang paling pertama yang bisa saya sarankan adalah mengurangi tekanan. Satu hal yang harus selalu kita ingat, anak-anak mempunyai laju pembelajaran sendiri-sendiri. Bila anak Anda tidak menikmati aktivitas awal membaca, maka berhentilah. Mungkin ini terlalu dini bagi mereka. Tetapi teruslah mencoba dan mencoba, Anda tidak akan tahu bahwa anak Anda telah siap kalau Anda tidak mencobanya.
Ada anak yang cepat sekali memahami proses berhitung, ada pula yang lambat. Ada anak yang bisa dan menyukai kegiatan membaca sejak usia TK, ada pula anak yang sudah berusia 7 atau 8 tahun tetapi membaca dengan sangat buruk. Jika anak Anda sangat lambat dalam belajar membaca, lakukanlah sesuatu, lakukan pemeriksaan, konsultasikan dengan psikolog. Kita tidak berharap ada gangguan atau kekurangan pada diri anak kita, tetapi kalau ada sesuatu, jauh akan lebih baik kalau kita mengetahuinya lebih dini, dan melakukan tindakan penanganan yang lebih dini.
Yang kedua, sediakan buku-buku yang diminati anak. Kalau dia sedang gemar berenang, misalnya, carilah buku-buku tentang berenang. Anak-anak kadang tidak menyangka bahwa ada buku atau majalah untuk kegiatan yang menyenangkan bagi mereka tersebut. Ada buku dan majalah tentang sepakbola, tentang dinosaurus, robot, mobil, apa pun. Dan Andalah yang mempunyai dana maupun sarana untuk mendapatkan semua itu.
Hebatnya, membaca buku yang mengandung kekerasan tidak akan menghasilkan anak yang kasar seperti halnya dampak yang bisa kita dapat dari film dan televisi. Buku tidak hanya menyajikan apa yang dapat dilihat, tetapi juga apa yang dirasakan tokoh atau sang korban. Jika film dapat membuat kita tidak peka terhadap kekerasan, buku justru menimbulkan kepekaan karena kita berada di dalamnya, mengalami ketakutan yang sama, rasa sakit yang sama.
Lalu, sering-seringlah membawa anak-anak ke toko buku dan mempersilakan mereka untuk membeli buku-buku yang mereka senangi. Jadi kalau Anda mengajak anak-anak ke mal, jadikanlah toko buku sebagai salah satu tujuan utama Anda. Hampir di setiap mal atau pusat perbelanjaan terdapat toko buku. Ini yang sering dirasa berat oleh para orangtua, karena bagaimanapun tentunya akan menambah pengeluaran. Bisa memang begitu bisa pula tidak. Setiap rumah tangga tentu punya anggarannya sendiri-sendiri, masukkan pembelian buku ini ke dalam anggaran Anda dan tempatkan dalam prioritas utama sebagaimana kita menempatkan beras.
Kita biasanya sangat memerhatikan gizi dalam makanan anak. Pertumbuhan jasmani anak berkaitan dengan asupan gizi yang diterimanya. Buku, bisa dikatakan, adalah makanan ruhani. Dan bukankah ruhani kita juga membutuhkan “makanan bergizi”? Karena itulah ia juga harus dimasukkan ke dalam prioritas utama. Dengan mengatur skala prioritas, dengan menyisihkan lebih banyak uang untuk membeli buku daripada menyewa vcd, misalnya, Anda dapat melakukannya. Mungkin Anda akan menemukan bahwa permasalahan utamanya bukan pada pengaturan pengeluaran, melainkan pada pengaturan kebiasaan.
Cara lain untuk menyiasati anggaran adalah dengan mendatangi bursa buku murah dan pasar loak atau mengunjungi perpustakaan. Perpustakaan umum memang tidak banyak di daerah kita, tetapi dengan merebaknya taman bacaan di lingkungan perumahan akan sangat membantu. Di samping itu memilih sekolah anak dengan perpustakaan yang memadai sungguh merupakan tindakan yang bijaksana.
Kebiasaan Membaca di Rumah
Bagaimanapun, tempat paling penting untuk menumbuhkan kecintaan membaca anak adalah di rumah. Kalau Anda ingin membiasakan anak Anda membaca, sediakan bacaan di mana-mana, di dapur, di ruang makan, di mobil. Jangan lupa untuk membawa buku ke mana-mana, ke restoran, dalam perjalanan dengan kereta api. Suasana yang mendukung adalah kunci membiasakan membaca di rumah. Anda juga tidak dapat mengharapkan anak Anda terbiasa dan cinta membaca kalau Anda sendiri tidak pernah melakukan kegiatan ini.
|