We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow "Bunda, Darimana Aku Lahir?"
"Bunda, Darimana Aku Lahir?" E-mail
Pengirim: Agnes Tri Harjaningrum, dr   
Kamis, 28 Oktober 2004
Penjelasan ini penting untuk menghindari kasus perkosaan balita yang terutama sering dilakukan oleh kerabat dekat anak. Untuk ‘mencicil’nya orangtua harus waspada pada setiap tahap perkembangan anak. Orangtua harus paham, hal-hal apa saja yang perlu diketahui anak balita tentang seksualitas, bagaimana dengan anak usia 7- 9 tahun dan bagaimana dengan remaja. Orangtua harus berada selangkah lebih maju dari anak, karena lingkungan telah membuat mereka sangat kritis dan cerdas dalam masalah ini.

Langkah-langkah praktis untuk mengajarkannya diterangkan Elly sebagai berikut “ Bagi yang beragama Islam, pergunakanlah term Al Qur’an. Ajarkan anak menyebut kemaluan laki-laki dan kemaluan perempuan seperti dalam Al Qur’an, bukan ‘burung’ atau ‘dompet’. Istilah dalam bahasa latin juga dapat dipergunakan, yaitu vagina dan penis.  Perhatikan dan gunakan The Golden Opportunity (kesempatan emas). Maksudnya, setiap ada kesempatan untuk menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan sex, kemukakan saat itu juga. Tentunya disesuaikan dengan tahapan usia anak. Contoh, ketika melihat cicak sedang berdempetan-kawin, kucing melahirkan  atau menyusui, jelaskan kejadian tersebut, dihubungkan dengan yang terjadi pada manusia. Terangkan dengan jelas, pendek, dan sederhana,  atau diberi singkatan KISS (Keep Information Short and Simple) agar lebih mudah mengingatnya.”

Kiat-kiat untuk menghadapi pertanyaan anak, orang tua harus tenang dan dapat mengontrol diri. Bila orangtua merasa segan, ungkapkan  saja apa yang terasa dalam hati., bingung, kaget, heran atau perasaan lainnya. Segera jawab pertanyaan anak saat itu juga, dan jangan lupa untuk mengaitkannya dengan agama. Bila orangtua tidak siap menjawab pertanyaan anak, jawaban dapat ditunda, tetapi janji untuk menjawab harus ditepati. Sebagai contoh, pertanyaan yang lazim ditanyakan  anak usia 3-6 tahun adalah, “Bunda, dari mana aku lahir?” Orangtua dapat menjawab, “ Dari rahim bunda, adek keluar melalui vagina (kemaluan perempuan).” Bila anak bertanya lebih lanjut, orangtua dapat menjelaskan melalui buku yang benar, bukan buku mengenai pornografi. Tunjukkan gambar yang ada di buku dengan metode KISS. Orangtua dapat menerangkan” Kalau adek sudah mau keluar dari rahim bunda, kemaluan bunda akan melar seperti karet gelang ini.” Bila anak sudah berhenti bertanya, tak perlu melanjutkan penjelasan. Ingat, penjelasan harus jelas, singkat dan sederhana.

Orangtua terkadang panik ketika mendengar anak yang berusia 7 atau 8 tahun tiba-tiba bertanya, “ Sodomi itu apa sih bun?” Bila kaget, orangtua dapat menarik napas terlebih dahulu agar tetap tenang di depan anak. Orangtua dapat berkata” Bunda kaget kakak bertanya seperti itu, kakak perlu jawaban sekarang?” Menunjukkan perasaan seperti ini akan membuat orangtua lebih tenang dalam menghadapi anak. Orangtua yang tidak siap dapat berkata kepada anaknya “ wah jawabnya nanti ya sayang, bunda harus masak dulu”. Tetapi jangan lupa, setelah berjanji menjawab, orangtua harus menepatinya. Untuk melakukan semua ini harus dibangun komunikasi yang baik  antara orangtua dan anak, sehingga anak yakin bahwa orangtua lah tempat kembali ‘pulang’ dikala mereka kebingungan.

Pendidikan sex harus dimulai sejak dini dan bertahap sesuai perkembangan anak. Bila hal ini dilakukan, saat beranjak dewasa mereka tidak akan mencari penjelasan  dari lingkungan sekitar yang terkadang menyesatkan. Mereka tidak lagi berpikir  bahwa sex adalah sesuatu yang menarik dan patut untuk dicoba. Sex adalah suatu hal yang biasa karena mereka telah mengetahui apa itu seksualitas dan bagaimana mengantisipasi gejolak yang ada dalam dirinya. Apabila anak tidak mengerti, mereka akan selalu kembali dan bertanya kepada orangtua. Anak yakin hanya orangtua yang dapat dipercaya dan membantu menjawab seribu satu pertanyaan dalam benak mereka. Sex bebas akan terhindar dan anak menjauh dari perbuatan terlarang.

Menjadi pendidik seksualitas bagi anak memang tidak mudah. Namun, sesulit apapun orangtua harus memulainya. Hapuslah belenggu tabu dan saru. Bangun wacana baru dalam kehidupan mereka. Pertanyaan yang tak pernah terjawab akan membuat anak semakin ingin mencoba. Kasus perkosaan dan sodomi anak tak kan  kunjung mereda. Jadilah pendidik seksualitas bagi anak, karena dengan bangga mereka akan berkata, “Bunda, sekarang aku tahu, dari mana aku lahir.” ( Agnes Tri Harjaningrum, ibu 2 orang anak)



 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement