We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Demam Bukanlah Musuh Yang Harus Diperangi
Demam Bukanlah Musuh Yang Harus Diperangi E-mail
Pengirim: Agnes Tri Harjaningrum, dr   
Rabu, 27 Oktober 2004

“Not all fevers need to be treated but many physicians do so to relieve parental concern” Tidak semua panas badan memerlukan pengobatan, namun banyak dokter melakukannya hanya untuk mengurangi kegelisahan orangtua. (Europa Journal Pediatric, 1994 Jun)

Demam pada anak sering menimbulkan fobia tersendiri bagi banyak orangtua. Keyakinan untuk segera menurunkan panas ketika anak demam sudah melekat erat dalam benak orangtua. Demam diidentikkan dengan penyakit, sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas badan.

Keinginan untuk menenangkan kegelisahan orangtua inilah yang terkadang ‘memaksa’ dokter memberikan obat penurun panas walaupun sebenarnya mungkin tidak perlu. Selain itu tak dapat dipungkiri bahwa dokter yang gemar melakukan pengobatan ‘ala koki’ (meminjam istilah Dr Paul Zakaria da Gomez- ahli imunologi) masih kerap dijumpai. Seperti halnya makanan yang kurang manis ditambah gula, kurang asin ditambah garam, begitu pula pengobatan ‘ala koki’ dilakukan. Apapun penyebabnya, penderita panas badan langsung dicekoki obat penurun panas tanpa memastikannya terlebih dulu.

Apakah memberikan obat penurun panas ketika anak demam merupakan suatu hal yang salah? Bukankah bila demam tidak diturunkan akan menimbulkan kerusakan pada otak? Bukankah pemberian obat penurun panas menyebabkan anak terhindar dari kejang demam (stuip), membuat anak merasa lebih nyaman dan meningkatkan nafsu makan? Hal-hal seperti itulah yang sering terdengar mengenai demam dan banyak didengung-dengungkan di berbagai media iklan. Alhasil demam semakin menjadi momok yang menakutkan bagi orangtua, dan memperkuat keyakinan orangtua untuk buru-buru menurunkan panas ketika anak demam.

Namun sesungguhnya para ahli menyatakan bahwa pendapat-pendapat tersebut hanyalah mitos belaka karena tidak semua dapat dibuktikan kebenarannya. Keberadaan demam justru berperan penting dalam proses penyembuhan penyakit. Bahkan pemberian obat penurun panas ketika anak demam (baik aspirin, paracetamol/acetaminophen maupun ibuprofen) terbukti lebih banyak menimbulkan dampak negatif ketimbang positif.

Sebelum mengetahui lebih lanjut dampak-dampak tersebut, harus dipahami terlebih dahulu bahwa terjadinya demam ketika seorang anak mengalami infeksi bukanlah suatu kesalahan. Tuhan memang sudah memberikan demam sebagai reaksi alamiah tubuh terhadap adanya infeksi. Sehingga ketika seorang anak mengalami infeksi, keberadaan demam semestinya disyukuri, bukan ditakuti atau diperangi karena hal ini merupakan pertanda bahwa mekanisme pertahanan tubuh sedang bekerja untuk melawan penyakit. Demam memang tidak hanya dapat disebabkan oleh infeksi, bisa saja terjadi karena pencetus lain seperti reaksi transfusi, tumor, imunisasi, dehidrasi , dan lain sebagainya. Tetapi pada anak umumnya demam terjadi karena suatu infeksi kuman, entah itu virus maupun bakteri.

Mengapa reaksi alamiah tubuh ini harus disyukuri? Berbagai literatur menyebutkan bahwa komponen-komponen sistem kekebalan tubuh, seperti sel darah putih (leucocyt) dan lymphocyt (salah satu jenis sel darah) akan bekerja lebih baik melawan kuman dalam keadaan suhu tubuh yang meningkat ketimbang suhu tubuh normal. Artinya, menurunkan suhu tubuh ketika anak demam justru akan melemahkan sistem kekebalan tubuhnya.



 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement