 |
The Catcher in the Rye oleh J.D. Salinger
Penguin books, 192 halaman |
Dari masa ke masa, remaja selalu berusaha mencari jati diri dengan berbagai cara yang menimbulkan masalah. Pola pikir dan tingkah laku mereka selalu saja sulit dipahami. Telah banyak penulis yang mengangkat tema ini ke berbagai buku. Buku yang satu ini, “The Catcher in the Rye” bertahan tetap dibaca bertahun-tahun setelah ditulis karena kualitasnya. Walaupun tema yang diangkat dapat dianggap klise, J.D. Salinger berhasil menangkap fenomena kesulitan remaja secara positif di dalam bukunya.
Kita diundang untuk melihat alasan di balik pemberontakan tak jelas Holden Caulfied , kita juga diajak untuk mengerti mengapa ia mempunyai berbagai pendapat yang terlihat naif dan sempit, dengan cara mengikuti berbagai kegiatannya selama beberapa hari tersulit dalam hidupnya. Menjelang Natal, Caulfied dikeluarkan dari sekolah, keengganannya menghadapi kekecewaan dan kemarahan orang tuanya, membawa ia untuk berkelana di New York City. Selama di New York, Holden terjatuh ke berbagai masalah karena perilakunya, yang akhirnya mempengaruhi keputusan Holden mengenai apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk hidupnya. Masalah-masalah Holden unik, tetapi pada intinya, sedikit banyak dialami oleh semua remaja. Walaupun beberapa tindakannya keterlaluan, semakin jauh kita membaca, semakin kita teringat pada diri kita sendiri ketika remaja.
Jika kita tidak terlalu memperhatikan detail waktu yang ada pada cerita, kita dengan mudah dapat mengira cerita ini berlangsung baru-baru ini. Tampaknya masalah remaja di tahun 40-an tidaklah jauh berbeda dengan sekarang dan mungkin di masa depan. Buku ini menyenangkan untuk dibaca, topiknya terbukti tetap selaras dengan masalah masa kini (walaupun mungkin klise). Tidaklah mengherankan buku ini termasuk di daftar 100 BBC Big Read dan termasuk salah satu 100 novel terbaik di abad keduapuluh. |