|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Selasa, 20 Maret 2007 |
|
Setiap pembelanjaan Produk Amal WRM, berarti Anda telah berpartisipasi dalam program Anak Asuh WRM dan Bakti Sosial WRM
 Telah Terbit Buku "Peranan Orangtua dan Praktisi Dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori dan Tren Pendidikan"
Setiap orangtua tentu ingin agar anaknya sukses di masa depan. Memiliki anak cerdas, berbakat atau jenius, memang menjadi dambaan orangtua. Namun akibat maraknya informasi yang menjanjikan paket untuk mencerdaskan anak tersebut, orangtua kerap menjadi ‘panas’ dan takut tertinggal dari sekitarnya.
Orangtua merasa khawatir dan panik karena perkembangan anaknya tidak “secepat” perkembangan anak lainnya. Padahal proses tumbuh kembang adalah proses individual dan bukan merupakan suatu ‘lomba balap’—siapa cepat, dia paling super. Intervensi berlebihan kepada anak dengan bombardir beragam paket tumbuh kembang yang menggiurkan, tanpa disadari malah dapat menjadi tindak penganiyayan fisik dan psikis bagi anak.
Contohnya dalam hal membaca dan menulis, dimana membaca dan menulis merupakan hierarki level atas dalam tahapan tumbuh kembang kemampuan berkomunikasi. Untuk dapat membaca dan menulis diperlukan kematangan-kematangan tahap kembang, seperti kematangan biologis/motori, kognitif, dan emosi.
Yang menjadi permasalahan dalam program-program pendidikan anak batita atau balita di Indonesia, terdapat kesalahpahaman bahwa anak memiliki "masa emas" dalam pertumbuhan otak. Bila anak sudah melewati masa emas tersebut, maka tidak ada lagi kesempatan bagi anak untuk dapat belajar. Kesalahan persepsi yang ada menjadi "norma umum". Norma umum menyatakan bahwa anak yang cerdas adalah anak yang cepat belajar. Maka dibuat dan ditawarkanlah program-program dengan usaha mempercepat tumbuh kembang anak dengan mempercepat tahapan belajarnya.
Jadi, orangtua janganlah panik bila mendapatkan ada anak teman yang bisa baca atau bahkan berhitung sejak bayi. Jadilah advokat yang tangguh bagi tumbuh kembang anak-anak kita. Pahami teori tumbuh kembang sebaik-baiknya. Bersikaplah kritis, sehingga anak dapat menikmati proses tumbuh kembang dengan baik, karena tak lagi merasa terbebani dengan "lomba balap" yang kerap diciptakan orangtua maupun lingkungannya.
Untuk itu, kita perlu memahami prinsip tumbuh kembang, memahami teori-teori dasar tumbuh kembang dan pembelajaran. Jadilah advokat yang tangguh bagi anak-anak kita. Orangtua adalah guru pertama dan “expert” utama dalam memahami kebutuhan dan kemampuan anak-anaknya.
Dapatkan informasi lebih lanjut pada buku "Peranan Orangtua dan Praktisi Dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori & Trend Pendidikan" yang diterbitkan atas kerjasama antara WRM-Indonesia dengan Prenada Media.
Buku yang baru terbit sudah dapat ditemui di toko-toko buku besar di Indonesia! Untuk pemesanan online, silakan hubungi: moderator at wrm-indonesia.org
Mari mendapatkan ilmu sambil beramal!
Salam, We R Mommies |