|
A Suitable Boy Oleh Vikram Seth Penerbit: Phoenix 1474 halaman
Buku ini menceritakan kisah kehidupan empat keluarga yang berbeda-beda latar belakangnya. Cerita utamanya bertema sederhana yaitu upaya Ibu Rupa Mehra mencari calon suami yang cocok untuk putri bungsunya Lata. Dari cerita inti ini, berkembanglah berbagai sub-cerita-cerita yang bertema lebih kompleks dan saling berkaitan satu dengan yang lain. Setiap cerita kaya akan informasi unik yang menggambarkan secara jelas keadaan sosial budaya India tepat setelah kemerdekaannya.
Buku ini memberi kilasan gambar menarik tentang India di tahun 50-an. Vikram Seth membawa kita ke berbagai komunitas di India lengkap dengan latar budaya, masalah politik, harapan, dan kesedihan mereka. Informasi yang terkandung sangat beragam, hampir semua hal yang ingin diketahui tentang India pada masa itu dapat ditemukan di buku ini, dari sesuatu yang sederhana seperti berbagai jenis hidangan hingga sesuatu yang rumit seperti efek penerapan undang-undang pertanahan pada masyarakat. Buku ini juga kaya akan kuplet yang lucu dan puisi yang indah.
Setelah membaca buku ini, Anda pasti tidak bisa mengelak berbagai kemiripan antara India dan Indonesia. Kuplet-kuplet yang ada di buku, pastilah mengingatkan Anda pada pantun. Begitupula kekeluargaan yang kental di India, tidak bisa tidak mengingatkan Anda hal serupa di masyarakat Indonesia.
Kelemahan buku ini terletak pada ketebalannya. Buku dengan 1474 halaman tidak saja berat tapi juga tidak nyaman untuk dibaca ketika berpergian. Sangat disayangkan penerbit tidak membagi buku ini menjadi beberapa seri sehingga lebih nyaman untuk dibaca. Kelemahan kedua terletak pada luasnya topik yang diceritakan pengarang. Beragam topik seperti pisau bermata dua, keinginan penulis untuk memberi gambaran lengkap yang menyeluruh tentang India, malahan membuat pembaca lelah dan bosan karena tidak semua topik diminati oleh pembaca. Buku ini berharga untuk dibaca, tetapi Anda harus meluangkan waktu khusus agar dapat menghargai kedalaman topik-topik yang dihadirkan Vikram Seth. |