|
Halaman 2 dari 2
Dia hampir saja menjejakkan kakinya masuk ke dalam toko tersebut, tapi entah bagaimana tiba-tiba hilang keberaniannya. Alih-alih malah dilangkahkan kakinya ke samping toko tersebut, yang terlihat sangat hangat dari luar. Setelah sampai ke dalam barulah dia sadar, bahwa tempat tersebut adalah Perpustakaan kota, suatu tempat yang sudah belasan tahun tidak diinjaknya.
Dicarinya tempat duduk tidak jauh dari pintu masuk, karena dia malu dengan keadaannya yang sangat kotor dan lusuh. Tapi sebelumnya diambilnya beberapa buku dari rak terdekat, yang ternyata adalah rak buku-buku khusus untuk Self-motivation dan cerita-cerita sukses. Dibacanya buku-buku itu sambil terus bertanya-tanya dalam hati, apa yang salah selama ini dalam hidupnya. Apa masih ada harapan baginya, yang hanya lulusan High School, untuk bisa meraih sedikit sukses dalam hidupnya? Apa memang nasibnya yang harus terus menerus mengalami kegagalan, frustasi dan air mata?
Pengalaman di Perpustakaan Kota Cleveland inilah, yang menjadikannya ketagihan mencari perpustakaan-perpustakaan lainnya di berbagai kota yang dikunjunginya. Ratusan buku-buku Motivasi di bacanya, sampai pada suatu hari dia menemukan buku klasik karangan W.Clement Stone yang berjudul "Success Through A Positive Mental Attitude". Buku inilah yang betul betul membuka mata hatinya dan mengembalikan semangatnya yang bertahun-tahun hilang.
Filosofi untuk sukses dari W.Clement Stone ini, yang menyatakan bahwa, untuk bisa mencapai sukses yang berharga, seseorang harus berani membayar harganya, membuat Og Mandino betul-betul tertarik untuk bertemu dengan si penulis tersebut. Ketika dia tahu bahwa perusahaan yang mengeluarkan buku ini Combined Insurance of Amerika punya cabang di Boston, dicarinya berbagai usaha untuk bisa sampai kesana. Akhirnya dia melamar menjadi salesman di perusahaan asuransi ini. Pada saat yang sama dia juga bertemu seorang wanita rendah hati, Beth, yang kemudian dinikahinya.
Sambil mengerjakan tugas-tugasnya sebagai Manajer Penjualan dari perusahaan di daerah pertanian Northen Maine , diajarinya beberapa petani kentang untuk menjual kentang dengan pendekatan "Positive Mental Attitude" nya Stone. Dalam waktu singkat, kelompok mereka memecahkan Record perusahaan.
Namun keinginannya menjadi penulis, tetap disimpannya. Hingga suatu saat, sengaja diambilnya liburan seminggu dan dihabiskannya liburan itu untuk menulis dengan mesin tik pinjaman. Setelah selesai, naskah hasil ketikan tersebut dikirimkannya ke kantor pusat Combined Insurance di Chicago, sambil berharap-harap cemas ada editor yang mau menyempatkan membaca naskahnya.
Dan...ya, ternyata ada editor yang membaca, bahkan dia ditawari menjadi salah satu penulis di buletin perusahaan milik Stone ini. Dengan senangnya, diajaknya anak dan istrinya pindah ke Chicago dan semua barang miliknya diikat di atas atap mobil.
Singkat cerita, kini dia bekerja di perusahaan W.Clement Stone ini bahkan berkenalan dekat dengan orang yang dikaguminya ini. Setelah beberapa bulan, ketika Editor Kepala Majalah yang ada pensiun, Og langsung megajukan lamaran untuk posisi ini. W Clement Stone yang sudah mengamatinya sejak lama, langsung memberikan posisi tersebut.
10 tahun kemudian, perusahaan majalah W. Clement Stone ini di bawah pimpinan Og Mandino, berubah dari majalah yang sifatnya lokal , menjadi salah satu majalah berskala Nasional. Dari hanya 2 staff menjadi 62 staff dan beroplah 250.000 eksemplar.
Tapi ini bukan prestasinya yang sebenarnya. Karena sebetulnya setelah beberapa bulan menjadi Kepala Editor, ada kejadian yang akhirnya malah menjadi penulis terkenal. Yaitu saat majalahnya sudah masuk waktu dead Line, tetapi belum ada artikel menarik yang bisa ditampilkan. Akhirnya Og Mandino turun tangan sendiri, bekerja semalaman menulis sebuah artikel, yang akhirnya diturunkan di majalah tersebut.
Yang terjadi beberapa waktu kemudian malah di luar dugaannya. Seorang penerbit menghubunginya, dan menyatakan bahwa sebetulnya Og Mandino punya bakat menulis yang cukup bagus, dan menawarkan untuk menerbitkan tulisan-tulisannya.
Pucuk dicinta ulam tiba, 18 bulan kemudian pada tahun 1968 sebuah buku kecil hasil tulisannya diterbitkan. Buku ini berjudul "The Greatest Salesman in The World". Buku ini bercerita tentang Hafid, seorang penggembala unta, 2.000 tahun lalu, yang tanpa sengaja menemukan sebuah scroll yang berisi 10 kalimat bijaksana untuk mencapai kesuksesan hidup.
Namun karena tidak ada yang mengenal buku ini, maka edisi pertama hanya dicetak 5.000 eksemplar saja. Tetapi kemudian nasibnya berubah lain, saat Rich De Vos, pemilik Amway Corporation, berbicara di depan pertemuan yang dihadiri ribuan orang, tentang buku tulisan Og Mandino ini, yang katanya nama penulisnya cukup unik. Pernyataan Rich De Vos ini, membuat permintaan buku Og Mandino bertambah banyak.
Hanya dalam waktu beberapa tahun saja, jumlah cetakan yang dikeluarkan sudah mencapai 350.000 kopi. Total penjualan buku ini hingga kini sudah mencapai 25 juta kopi dalam 18 bahasa. Sudah hampir 36 tahun buku ini dicetak, tetapi penjualannya tiap bulan hingga saat ini mencapai 100.000 buku. Hingga tidak salah bila banyak pencinta buku menyebutnya sebagai "Buku Terbaik" yang pernah ditulis dalam abad ini. Dan Og Mandino pun berhak menyandang gelar sebagai salah satu "Penulis Terbaik abad 20". Persis seperti kata-kata ibunya puluhan tahun lalu. Kata-kata yang diucapkan entah sudah berapa ratus kali, sejak dia baru bisa mulai membaca, hingga saat sebelum ibunya meninggal dunia.
Og Mandino meninggal tahun 1996, tapi bukunya tetap dicetak sampai sekarang dan berjumlah jutaan kopi dalam setahun. Tulisannya yang sederhana, dalam scroll yang ditemukan si tokoh cerita, Hafid anak gembala adalah:
1. Hari ini saya mulai hidup baru. 2. Saya akan memulai hari ini dengan penuh rasa cinta kasih dalam hati. 3. Saya akan tetap tekun mengerjakan sesuatu sampai saya sukses. 4. Saya adalah ciptaan Tuhan yang terbaik. 5. Saya akan hidup untuk hari ini, seolah-olah hari ini adalah hari saya yang terakhir. 6. Hari ini saya adalah pengatur emosi-emosi saya. 7. Saya akan membagi tawa pada dunia. 8. Hari ini saya akan berbuat kebaikan ratusan kali lebih baik dari hari kemarin. 9. Saya akan melakukannya sekarang juga. 10. Hari ini saya akan berdoa pada Tuhan untuk ditunjukkan jalan yang benar
Reston, Oktober 2004, Dwitra Silvana Zaky Dari berbagai sumber
<< Mulai < Sebelum 1 2 Berikut > Terakhir >> |