We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Cerita Bersambung arrow Dream Maker in a Dream Taker World series: "Si Buruk Mata"
Dream Maker in a Dream Taker World series: "Si Buruk Mata" E-mail
Pengirim: Dwitra Silvana Zaky   
Kamis, 30 September 2004

Ketika tapak kakinya menyentuh puncak gunung Mount Kosciusko di New South Wales, dengan ketinggian 7.310 kaki, saat itulah Eric Weihenmeyer dinobatkan sebagai salah satu pendaki kelas dunia, yang pernah mendaki seluruh "7 Puncak Gunung Tertinggi di Dunia".

"7 Puncak Gunung Tertinggi Dunia" atau disebut "The Seven Summits" adalah 7 puncak gunung tertinggi dari 7 benua. Mungkin kurang dari 100 orang pendaki dunia, yang pernah bisa mencapai ketujuh puncak ini selama karir pendakian mereka.

Gunung Mount Kosciusko di New South Wales, Australia ini adalah salah satu dari "The Seven Summits" yang ketinggiannya paling rendah. Walaupun termasuk paling rendah, tapi tidak banyak para pendaki gunung profesional yang bisa mendaki sampai ke puncaknya, mengingat medannya termasuk terjal dan cukup sulit.

Karenanya beberapa jam setelah meluncur menuruni gunung ini dengan ski dan diwawancarai oleh pembawa acara ABCNEWS pada acara Good Morning America, Weihanmeyer mengatakan bahwa dia hanya ingin dinilai seperti para pendaki gunung profesional lainnya, yaitu dari tingkat keahliannya mendaki. Katanya,"Saya hanya ingin disebut sebagai pendaki gunung yang baik
yang sudah cukup berpengalaman dan mencoba membuat terobosan baru, walau saya punya sedikit kekurangan fisik."

Pendakian ke gunung Kosciusko ini bagi Erik Weihenmeyer bukanlah hal yang terlalu sulit, mengingat salah satu prestasinya yang terbaik adalah saat mencapai puncak lainnya dari "The Seven Summits", yaitu Mount Everest di Nepal, gunung tertinggi di dunia. Dengan ketinggian 29.029 kaki, puncak gunung ini ditaklukannya pada 25 Mei 2001. Menurutnya pendakian ke Puncak Everest inilah yang tersulit, bukan saja karena kondisi alamnya yang lebih sulit ditaklukan dibanding gunung lainnya, tapi juga karena saat mulai mendaki banyak pendaki
gunung kelas dunia lainnya menertawakan dan mengejeknya. Bahkan ada salah satu dari mereka yang mengatakan bahwa dia akan membawa tim ekspedisi lawan ke puncak Everest, agar dia yang menjadi orang pertama yang bakal menemukan tubuh Eric yang sudah kaku.

Tapi Eric menyimpan tawa terakhirnya, karena setelah turun daripuncak Everest, dia malah menjadi selebritis mendadak, panutan banyak pendaki gunung muda dan mendapat berbagai piagam penghargaan dari beberapa Organisasi Pendaki Gunung Profesional dunia.

Sebetulnya daki mendaki gunung bukanlah olahraga pertama yang menjadi kecintaanya.Olah raga pertama yang disukainya dan tetap dijalankannya hingga sekarang adalah Gulat. Saat di High School dia ikut bergabung dengan tim gulat sekolahnya dan tercatat sebagai penerima pertama National Wrestling Hall of Fame's Medal of Courage se Amerika. Selain itu juga dia adalah atlit olahraga sepeda yang tangguh, pelari jarak jauh, penerjun payung, dan salah satu penerima sertifikasi dari 12 orang atlit Amerika yang memiliki kondisi serupa dalam olahraga menyelam scuba di lautan.

Dengan prestasinya sebagai pendaki dunia, lengkaplah gelar Eric Weihenmeyer sebagai salah satu dari atlit serba bisa Amerika.

Padahal saat di High School , teman-temannya di sekolah menggelarinya dengan sebutan "Googly Eyes".
Tetapi guru-gurunya di summer camp yang sering diikutinya pada umur 16 tahun , punya gelaran lain yaitu "Monkey Boy" alias Anak Monyet. Nama ini didapatnya gara-gara olahraga baru yang mulai dia kenal di Summer camp ini dan akhirnya disukainya ­ rock climbing alias
mendaki tebing. Dia sangat suka olahraga yang satu ini, karena  menurutnya tebing batu, tidak seperti permainan footbal atau basket yang bergerak terus, tetap diam tak bergeming.

Mungkin juga olahraga baru ini akhirnya disukainya, sebagai pelampiasan rasa dukanya yang sangat dalam, karena beberapa waktu sebelumnya Eric baru saja kehilangan ibunya, yang meninggal karena kecelakaan mobil. Ibunya, seorang perempuan tangguh yang sangat mendorong dan selalu memacu semangat Eric setiap mendapat kesulitan. Ibunya, sosok wanita lembut yang tegar berdiri di belakangnya. Kematian sang ibu ini membuat Eric muda sangat terpukul.
Untung masih ada ayahnya. Walau sangat dekat dengan ibunya, tetapi Eric juga sangat memuja ayahnya. Yang menurutnya adalah orang yang selalu mengajarinya untuk berani maju mendobrak semua tantangan hidup. Karena dorongan ayahnya inilah, yang selalu mendampinginya di saat-saat awal pendakiannya sebagai pemula. Akhirnya Eric selalu berusaha untuk mendaki puncak lebih tinggi dari ketinggian yang dia perkirakan bisa dicapai.


 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement