We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Yang Lain arrow Akrab dengan Ibu Mertua
Akrab dengan Ibu Mertua E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Rabu, 23 Pebruari 2011

 Konflik menantu dengan ibu mertua merupakan salah satu masalah yang sering muncul dalam kehidupan pernikahan di Indonesia. Ibu mertua seringkali menjadi sumber konflik dalam hubungan suami istri karena dinilai terlalu ikut campur, tidak menghargai pendapat menantu, atau bahkan sejak awal tidak merestui pernikahan mereka.

Walaupun cukup banyak menantu yang bermasalah dengan ibu mertua, tetapi tidak sedikit yang punya hubungan dekat dan saling menguntungkan. Mertua senang karena memiliki menantu yang bisa diajak mengobrol dan jalan-jalan, sementara menantu juga senang punya ibu mertua yang bisa dijadikan tempat curhat dan memberikan nasehat-nasehat yang menyejukkan.

Nah, bila saat ini Anda rasanya masih sulit untuk berkomunikasi dengan mertua, memiliki pandangan yang saling bertentangan, atau Anda masih dinilai "kurang becus" dalam mengurus rumah tangga, Anda dapat melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki hubungan dengan ibu mertua.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda coba:

a. Kenali kepribadian dan harapan ibu mertua

Agar bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan ibu mertua, Anda tentunya harus sangat mengenal kepribadiannya. Sesuaikan cara Anda berkomunikasi dan bersikap agar tidak terjadi miskomunikasi. Cari tahu pula harapan-harapan ibu mertua mengenai pernikahan Anda. Dari mana Anda bisa memperoleh informasi yang akurat? Tentunya dari sumber terpercaya, yaitu suami Anda sendiri. Mintalah suami untuk bercerita tentang bagaimana ibu menerapkan pola disiplin, nilai-nilai apa yang dianggap penting, dan bagaimana suami membuat orangtua bahagia dan bangga. Jangan lupa gali juga tentang karakteristik menantu seperti apa yang menjadi idaman ibu mertua. Dengan berbekal informasi yang lengkap, Anda pasti lebih mudah memenuhi harapan-harapan beliau.

b. "Satu kata" dengan suami

Pasangan masa kini umumnya ingin membangun keluarga tanpa banyak campur tangan dari orang lain. Bantuan dan saran dari mertua sesekali mungkin bermanfaat, tetapi tidak selalu cocok dengan aturan dalam keluarga Anda. Agar tidak terjadi konflik berkepanjangan dengan mertua, Anda dan suami perlu menetapkan aturan umum dalam aspek-aspek penting seperti pengasuhan anak, pengelolaan keuangan, dan penerapan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Bila Anda berdua selalu "satu kata" dalam menjalankan peran suami istri, tentunya mertua akan merasa sungkan untuk memaksakan pendapatnya bila bertentangan dengan kesepakatan Anda dan suami. Anda juga tidak perlu merasa bingung menghadapi mertua karena mendapat dukungan penuh dari pasangan.

c. Lakukan hal-hal yang menyenangkan mertua

Sebagai menantu yang baik, Anda perlu tahu bagaimana menyenangkan mertua. Ada mertua yang dengan mudah merasa bahagia hanya dengan dikirimi makanan, diajak berbelanja bareng cucu-cucu, atau dibelikan oleh-oleh dari luar kota. Tapi ada juga yang menuntut cukup banyak dari menantunya, seperti misalnya harus bisa memasak untuk suami, selalu hadir dalam acara keluarga, mengurus bayi tanpa babysitter, atau memberikan bantuan keuangan. Bila tuntutan mertua melebihi kemampuan Anda dan suami, berdiskusilah dengan suami untuk mencari jalan keluarnya. Suami yang pengertian sudah pasti akan memahami keterbatasan Anda dan membantu Anda dengan menjelaskan kepada ibunya mengenai kondisi Anda.

d. Melakukan kegiatan bersama

Sebagai seseorang yang sudah berusia lanjut, mertua Anda seringkali merasa kesepian dan ingin diberi banyak perhatian. Bila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, bisa muncul dalam bentuk kesedihan, mengomel panjang lebar, atau sering menyalahkan orang lain. Karena itulah Anda dan keluarga perlu meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan bersama. Sesekali ajak mertua melakukan aktivitas olah raga, makan di restoran, jalan-jalan ke mal, melihat pameran kerajinan dan juga berlibur ke luar kota. Anda bisa juga memasak bareng di rumah mertua atau mengobrol santai di teras depan rumah. Yang penting Anda dan suami dapat mengurangi perasaan kesepian mertua dan membuatnya merasa tetap berharga.

e. Cari sisi positif mertua

Walaupun Anda punya konflik yang tidak kunjung selesai dengan mertua, hindari membicarakan keburukan mertua kepada keluarga besar. Anda cukup menceritakan uneg-uneg kepada suami saja, itupun tidak perlu mengulang keluhan yang sama berkali-kali. Sedapat mungkin cari sisi positif dari mertua Anda, seperti misalnya pintar memasak, sangat aktif di organisasi, atau hebat dalam mengurus suami dan anak-anak. Dalam pertemuan keluarga besar, ceritakan hal-hal positif ini. Apa yang Anda ungkapkan biasanya akan sampai juga ke telinga mertua sehingga mertua akan merasa senang. Sebaiknya Anda juga tidak membicarakan kekurangan mertua kepada suami saat berada bersama anak-anak. Dengan keluguan mereka, apa yang Anda ucapkan besar kemungkinannya akan diceritakan kepada nenek mereka.

f. Santai dalam menerima kritik

Sebagai menantu, Anda pasti pernah (atau malah sering) menerima kritik dari ibu mertua. Mulai dari kepribadian Anda, kondisi rumah, sampai cara-cara Anda mengasuh anak. Daripada Anda memendam rasa sakit hati yang berujung pada kemarahan dan bahkan sakit fisik, lebih baik Anda bersikap lebih santai. Apalagi bila suami berpendapat bahwa apa yang Anda lakukan selama ini sudah baik dan dia tidak memaksa Anda untuk memenuhi tuntutan ibu mertua. Yang lebih penting adalah terus mengembangkan komunikasi terbuka dengan suami dan menjalankan kesepakatan Anda dan suami dalam menjalankan pernikahan.

Sumber: Mari Bicara

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement