|
Halaman 1 dari 2 5. Promosi -- Use smart, cost-effective promotional techniques that will arrest the eye, tug at the heart, and convey what is unique and special about your business or service --
Setelah menganalisa segala yang perlu dianalisa, melengkapi business plan, dan merasa siap lepas landas, kita perlu menyebarkan informasi a.k.a promosi mengenai produk (atau jasa) kita ini. Untuk melakukannya secara efektif, kita perlu mempertimbangkan berbagai macam cara untuk meyakinkan konsumen bahwa produk kita ini punya nilai lebih. Bisa melalui kemasan, iklan, publisitas, atau idealnya ya ketiga-tiganya.
Menurut Martha, dua unsur terpenting dalam strategi promosi adalah kreativitas dan common sense. Bisnis yang sukses membutuhkan keduanya. Dalam urusan promosi, kreativitas tanpa common sense biasanya jadi kegagalan yang mahal. Katanya "Buat apa iklan di mana yang diingat orang malah aktor dan slogannya, bukan produknya sendiri? Buat apa bikin iklan yang pesannya sulit ditangkap pemirsa?". Sementara common sense tanpa kreativitas, "..it's simply boring".
Tujuan promosi adalah membuat produk atau jasa kita menonjol dibanding para saingan, dengan cara yang kreatif dan menarik, sehingga "identifiable".
Termasuk di dalamnya adalah memilih nama dan image yang bisa menangkap dan merepresentasikan keunikan usaha kita : bidangnya, sifatnya, karakter dan gayanya.
Publisitas beda dengan iklan, karena publisitas bertujuan menarik perhatian media agar meliput produk kita. Seringkali cara terbaik untuk mendapatkannya adalah dengan berlaku agresif : hubungi media-media yang bersangkutan.
6. Mempertahankan kualitas
-- Quality should be placed at the top of your list of priorities, and it should remain there. Quality is something you should strive for in every decision, every day. --
Pengusaha yang sukses mestilah memahami kualitas produknya dan bagaimana mencapai serta mempertahankannya setiap saat. Ia *harus* selalu membandingkan berbagai desain, material, dan metoda yang dapat menghasilkan produk/jasa terbaik untuk konsumennya. Kualitas berbanding lurus dengan kepuasan konsumen.
"Quality must be the last thing to sacrifice". Jangan mengorbankan kualitas jika perusahaan mengalami masalah bujet. Potong biaya-biaya yang tidak perlu. Jika masih sulit, pelajari langkah apa yang bisa diambil agar tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan kualitas produk. "Invest in your reputation".
<< Mulai < Sebelum 1 2 Berikut > Terakhir >> |