|
Bermula dari pertanyaan anak sulung saya 8.5th, "Kenapa sich Bunda masih pakai baju ini, kan udah pada bolong?". "Baju (sweater) ini umurnya lebih tua dari Kaka, sekitar 18 th tapi bunda suka, anget soalnya". Lalu tiba-tiba sibungsu 6.5th bilang "Jadi baju ini waktu DD masih di Allah ya?" Iya.
Eh.. ternyata dia masih punya pertanyaan lagi, "Bunda, DD asalnya dari mana sich?".
Cerita dech ala Saya, bahwa DD ada karena Bunda & Ayah. Belum selesai cerita dia dah potong.... "Kata bunda DD ada diperut bunda, koq muat sich?" Dengan muka yang membuat saya ketawa. "DD berasal dari telur yang kecil, lalu membesar setelah besar baru dech DD keluar"
"Tadi bunda bilang DD masih ada di Allah, terus Allah masukin telurnya gimana?", "Perut bunda dioperasi?". Lagi mikir bagaiman jawabnya, tiba-tiba sisulung yang merasa lebih besar dengan ke sok dewasaannya jawab: "Kan bunda ma ayah udah nikah, makanya ada KK ma DD!"
"Iya, tapi gimana telurnya bisa masuk keperut bunda?"
Bingung..... mikir sambil senyum-senyum gimana yach cara jawabnya...
"Nanti kalau DD dah di SMP, di pelajaran IPA ada gimana telur itu bisa ada diperut bunda!".
"Lama bunda, masih 5 th lagi, kan DD mo tau sekarang".
Aduhhhhhhhhhhhhhhhhhh..... Besok aja yach jawabnya nanti bunda cari dulu jawabannya. Tapi dia ngotot mau tau koq bisa dia ada diperut bunda.
Nah, Mommies yang cantik bisa tolong saya, bagaimana memberi penjelasan yang bisa diterima anak 6.5th?". Saya benar-benar bingung. Dan saya harus kasih tau jawabannya nanti malam. Barusan dia telp, minta jawaban.. aduh saya pikir dia dah lupa... ternyata.... dia masih menunggu...
Berikut tanggapan para Mommies: " Saya jadi ingat diskusi saya sama anak pertama ketika sedang hamil anak-2. Waktu itu usianya 4.5 thn... dia tanya: "mama makan adek aku? Kok bisa ada di perut mama?" "Aku bisa hamil juga ga?" Syukurlah waktu itu dia cukup puas dengan jawaban: "di perut mama itu ada tempat khusus buat adek bayi, namanya rahim. Tempatnya tidak sama dengan tempat makanan. Nah, tempat khusus ini hanya ada di perempuan. Jadi, kalau laki-laki, tidak bisa hamil, karena tidak ada tempatnya.
Sempet deg-degkan juga kalau dia tanya: gimana adek bayinya bisa ada di perut mama? Hehehe...
Ehh..beberapa hari kemudian rupanya dia masih penasaran dan tanya lagi "Trus adek aku gimana caranya, kok bisa ada di perut mama" "EMangnya muat?" Jreng-jreng... tenyata dia nanya hal ini juga. Tp waktu itu saya memang sudah mikir-mikir, jawaban apa yang kira-kira harus saya kasih. Terus saya cerita soal bibit tanaman. Kebetulan dulu saya pernah menanam mangga sama-sama dan mangga itu sudah tambah besar. Jadi saya ilustrasikan seperti itu. Tuhan ngasih telur di rahim perempuan trus Tuhan bilang "ayo telur, berubahlah jadi bayi."
Trus telur itu berubah jadi bayi yg keciiiiil sekali. Telur di perut mama dikasih makan, trus makin lama makin besar. Kalau udah ga muat di perut mama, nanti dia lahir... Hihihi... saya ga berani njelasin bahwa papa nya juga ada peran dlm hal ini. Terus dia tanya hal-hal lain lagi..."
"Anak saya sudah besar, Mbak, sudah 10 tahun. Jadi kapan itu dia nanya ,"I still don't get it. How the sperm can come inside the female's body, and the sperm comes from the male." Saya bilang ,"Ok, that involves a complicated process. To understand it, we need to learn a high knowledge of human anatomy and biology, and also how the hormones work. One day when you already got all that knowledge, I'll explain it to you." Untuk sementara dia puas. Karena menurut saya, menjelaskan sesuatu yang sebenarnya mereka belum siap secara pengetahuan, mental dan spiritual juga nggak baik. Itu menurut saya lho yah. Setiap ortu boleh berbeda, karena anaknya beda-beda:). Saya merasa dia sebenarnya tahu lebih banyak dari ngobrol sama temennya, tapi masih menganggap "gross". Ya sudah. Selama dia masih menganggap "gross", berarti dia belum siap benar. Prosesnya mesti sedikit-demi sedikit.
Tambahan informasi dari artikel di Media Indonesia dan Okezone
Pendidikan seks sebenarnya berarti pendidikan seksualitas yaitu suatu pendidikan mengenai seksualitas dalam arti luas. Seksualitas meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan seks, yaitu aspek biologik, orientasi, nilai sosiokultur dan moral, serta perilaku.
Sesuai dengan kelompok usia berdasarkan perkembangan hidup manusia, maka pendidikan seks dapat dibagi menjadi pendidikan seks untuk anak prasekolah dan sekolah, pendidikan seks untuk remaja, untuk dewasa pranikah serta menikah.
Pendidikan seks untuk anak-anak bertujuan agar anak mengerti identitas dirinya dan terlindung dari masalah seksual yang dapat berakibat buruk bagi anak. Pendidikan seks untuk anak pra sekolah lebih bersifat pemberian informasi berdasarkan komunikasi yang benar antara orangtua dan anak.
Pendidikan seks untuk remaja bertujuan melindungi remaja dari berbagai akibat buruk karena persepsi dan perilaku seksual yang keliru. Sementara pendidikan seks untuk dewasa bertujuan agar dapat membina kehidupan seksual yang harmonis sebagai pasangan suami istri.
Namun, banyak orangtua yang tidak sanggup memberikan pendidikan seks di rumah. Alasannya, mereka tidak tahu apa yang harus dan layak disampaikan, mereka tidak tahu bagaimana harus mulai berbicara perihal seks, dan banyak orang tua beranggapan, sesuatu yang berkaitan dengan seks itu porno dan tabu.
Memahami pertanyaan Langkah pertama menjawab pertanyaan seks si kecil adalah, memastikan bahwa Anda memahami apa yang ia tanyakan. Demikian menurut Dr Susan Bartell, psikolog keluarga dan penulis “The Top 50 Questions Kids Ask”.
Ajukan satu atau dua pertanyaan sebelum Anda memberikan jawaban juga memungkinkan Anda melihat berapa banyak yang sudah ia ketahui. Anda mungkin akan terkejut menemukan apa yang sudah ia ketahui dari teman-teman atau saudaranya. Inilah saatnya Anda memperbaiki informasi kurang tepat yang sudah ia dapatkan.
Pakai bahasa sesuai usia Kalau si kecil bertanya tentang darimana bayi datang, sudah waktunya Anda untuk menjawab. Sebagai permulaan, ia mungkin sudah siap untuk mendengar, “ketika seorang ibu dan ayah saling mencintai, mereka berbaring sangat dekat bersama-sama dan mereka membuat bayi,” kata Dr Bartell. “Jika Anda merasa dipaksa untuk menjelaskan dengan spesifik, misalnya, ‘Seorang ibu memiliki Miss V dan ayah memiliki Mr P. Si ayah menempatkan Mr P-nya ke dalam Miss V ibu, dan mereka bisa membuat seorang bayi.”
Penting untuk Anda memastikan bahwa ia seharusnya tidak membagi informasi tersebut kepada siapapun, tanpa seizin Anda. “Bersikaplah tegas dan ketat tentang hal ini,” Dr Bartell memperingatkan.
Kalau ia melanggar peraturan, tunjukkan sikap bahwa Anda tidak suka dengan kesalahannya kini. Selain itu, “Beritahukan orangtua lain apa yang sudah Anda bagi pada anak Anda. Biarkan mereka berpikir, bahwa inilah saatnya anak-anak belajar tentang seks,” tambahnya.
Tidak seharusnya dikatakan Dr Bartell menegaskan, jangan memberikan jawaban yang jelas-jelas fiktif, seperti melibatkan “burung-burung bangau”, dan jangan bilang bahwa bayi tumbuh dalam perut ibu dan berhenti sampai di situ. “Anak Anda mungkin khawatir bahwa dia bisa secara spontan hamil. Jelaskan bahwa bayi tumbuh di tempat khusus, yang hanya dimiliki wanita dewasa,” katanya.
Ketika Anda berbicara dengan si kecil, Dr Bartell merekomendasikan, ajukan banyak pertanyaan untuk memastikan pemahamannya. “Bicarakan secara perlahan, dan berhenti ketika rasa ingin tahu mereka sudah terpuaskan. Jangan katakan kepada mereka lebih dari yang seharusnya pada tahap perkembangannya ini,” tutur Dr Bartell. Tidak ada alasan untuk menggunakan kata “seks”, kecuali jika ia bertanya.
Keadaan khusus Jika pertanyaan seks tersebut ditanyakan oleh anak angkat Anda, berikan penjelasan yang jujur. Ia mungkin akan mencari tambahan kepastian bahwa dia termasuk dalam keluarga Anda. Libatkan keluarga besar untuk memberikan informasi yang benar. Di atas semuanya, ia ingin tahu bahwa ia diinginkan dan dicintai. Jadi, pastikan Anda memberitahu mereka sesering mungkin.
|