We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2010 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Apakah Bunda Mencintai Saya Setiap Hari? E-mail
Pengirim: Meidya Derni   
Jumat, 01 Mei 2009

 Saat saya sedang menghangatkan susu untuk kedua anak saya  saat menjelang tidur, putri saya datang menghampiri. “Bunda, apakah Bunda mencintai saya setiap hari?”

Mendengar pertanyaan tersebut, saya segera berhenti beraktifitas dan memeluk tubuhnya. “Tidak, Bunda tidak mencintaimu setiap hari,” ucap saya sambil membelai rambutnya. “Bunda mencintaimu setiap detik.” Mendengar ucapan tersebut, putri saya memeluk erat tubuh saya.

Selanjutnya saya bertanya, “Mengapa kamu bertanya demikian?” Putri saya pun bercerita tentang salah seorang teman di kelasnya. Seorang gadis kecil yang selalu uring-uringan di sekolah. Rupanya gadis tersebut merasa tidak dicintai setiap hari.

Dia merasa dicintai jika perasaan ibunya sedang bagus. Saat ibunya memperhatikan dan memperdulikan dirinya. Sedangkan ibunya sering uring-uringan di rumah dan tak perduli dengan anaknya.  Lalu ayahnya perokok, pemabuk dan sering masuk penjara. Gadis kecil itu merasa tidak dicintai, dan akibatnya selalu “bertingkah” di sekolah.

Kalau saya perhatikan anak-anak di sekolah anak saya, semakin lama, semakin banyak anak yang bermasalah. Hal ini akibat dari semakin banyaknya orang dewasa yang bermasalah. Keadaan ekonomi seperti sekarang ini rupanya berakibat semakin banyaknya orang dewasa yang terkena stres bahkan depresi. Imbasnya anak-anak juga yang merasakannya.

Anak-anak merasakan stress yang dialami orangtuanya dan merasa tidak dicintai lagi. Padahal belum tentu hal tersebut benar. Mengapa belum tentu? Karena memang ada orangtua yang tidak mencintai anaknya dan ada orangtua yang tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan cinta kepada anaknya dengan benar.

Seringkali anak tidak merasakan cinta orangtuanya, padahal orangtua merasa telah mengungkapkan cinta kepada anaknya. Orangtua mengira dengan mencukupi kebutuhan anak, menyekolahkannya, memberikan mainan dianggap telah cukup.

Berikut tip untuk Anda bagaimana cara mengungkapkan cinta pada anak agar anak dapat merasakan benar cinta Anda.
- Ungkapkan perasaan Anda dengan kata-kata. Selama ini orangtua khususnya para ayah, merasa cinta pada anak cukup diungkapkan melalui tindakan, padahal hal tersebut belumlah cukup. Anak-anak butuh kepastian, butuh pengakuan melalui kata-kata. Tidak perlu malu bilang I love You kepada anak Anda sendiri.

- Sentuhan. Hal ini dapat melalui pelukan, belaian ataupun hanya sekedar memegang tangan dan bahunya saat berbicara pada anak.

- Tatapan. Seringkali saat berbicara pada anak orangtua tidak focus, atau sambil melakukan sesuatu. Padahal anak perlu ditatap matanya, agar mereka yakin Anda mendengar dan memperhatikan apa yang mereka ungkapkan.

- Luangkan waktu khusus dengan hanya satu orang anak saja. Sehingga anak merasa bahwa dia adalah orang yang istimewa dalam kehidupan Anda. Jika Anda memiliki lebih dari satu orang anak, ya pikirkan bagaimana caranya agar setiap anak memiliki waktu khusus berduaan dengan ibu atau ayahnya saja.

- Buat kegiatan rutin yang istimewa. Sejak anak saya bayi sampai sekarang, kami masih memiliki kebiasaan menjelang tidur. Membaca buku atau mendongeng, berdoa lalu saya akan menyanyikan lagu pengantar tidur. Saya pernah bertanya pada putri saya yang menjelang remaja, apakah dia tidak malu masih melakukan aktifitas yang sama sejak bayi.  Jawabannya adalah tidak, dia malah merasa sangat bahagia dengan rutinitas tersebut.

Kebiasaan rutin yang lain adalah bangun tidur. Sayalah yang pertama kali menyapa mereka dengan salam, pelukan, belaian dan ucapan I love you.

Jika Anda belum memiliki kebiasaan rutin setiap hari dengan anak Anda cobalah ciptakan mulai sekarang. Lalu jangan lupa seringlah memberikan kejutan untuk anak. Sekedar menyelipkan pesan I love you di tasnya, atau menyembunyikan hadiah di dalam tumpukan pakaiannya dapat membuat anak merasa dicintai.

Ingatlah, merasa dicintai adalah kebutuhan anak yang harus orangtua penuhi.

 
Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Sindikasi
Sedang Online
Ada 6 tamu online




Advertisement