|
Kalau anda tinggal di wilayah Amerika bagian selatan, maka permainan pinata bukanlah hal yang asing. Hal tersebut dikarenakan wilayah selatan relatif dekat dengan salah satu negara tetangga Amerika, yaitu Meksiko. Dipengaruhi oleh banyaknya imigran dari negara tetangga tersebut, permainan pinata ikut menjadi bagian dari budaya Meksiko yang diserap oleh masyarakat Amerika.
Permainan tersebut biasanya ditujukan untuk anak-anak pada acara pesta di sekolah, ulang tahun, atau perayaan lainnya. Pinata pada dasarnya adalah sebuah wadah kosong tertutup rapat yang terbuat dari kertas yang kuat dan bagian luarnya dihias dengan kertas warna-warni. Kemudian pinata tersebut diisi dengan berbagai barang kesukaan anak-anak, misal permen dan mainan berukuran kecil. Mengapa harus berukuruan kecil? Karena lobang untuk memasukkan benda-benda tersebut berukuran sangat kecil, sekitar diameter 3-4 centimeter, sehingga hanya permen dan mainan berukuran kecil yang bisa masuk ke dalam pinata. Kemudian pinata tersebut akan digantung di suatu tempat yang tinggi. Dengan menggunakan sebuah tongkat pemukul, secara bergiliran anak-anak dengan sekuat tenaga memukul pinata tersebut. Untuk membuat permainan menjadi lebih seru, sang pemukul biasanya akan ditutup matanya, dan pinata akan digerakkan naik-turun dengan menggunakan sebuah tali. Saat pinata itu pecah, anak-anak akan berebut untuk mengambil permen dan mainan yang jatuh berserakan.
Kata pinata berasal dari bahasa Italia “pignatta” yang berarti “bejana yang mudah pecah”, karena saat itu pinata dibuat dari bahan tanah liat yang berbentuk seperti buah nanas (guci). Italia? Ya, ternyata permainan pinata awalnya berasal dari Italia. Kemudian permainan tersebut menyebar hingga ke Spanyol. Masyarakat Spanyol menyebutnya pinata (baca : pin-yata). Saat bangsa Spanyol menduduki wilayah Meksiko, permainan tersebut diserap oleh orang Meksiko. Kebetulan bangsa Aztec, nenek moyak bangsa Meksiko, telah memiliki permainan serupa yang dimainkan saat perayaan ulang tahun dewa perang mereka.
Jika diteliti lebih jauh, ternyata asal muasal pinata datang dari daratan Cina. Marco Polo-lah yang memperkenalkan pinata kepada bangsa Italia pada abad XII setelah dia melihatnya saat mengunjungi Cina. Ternyata bukan hanya spaghetti yang dibawa Marco Polo dari Cina ke Italia. Bangsa Cina memakainya untuk perayaan menyambut datangnya musim semi yang bertepatan dengan tahun baru Cina. Bentuk pinata tersebut bisa bermacam-macam namun tidak lepas dari tema dunia pertanian, misal lembu dan sapi. Pinata tersebut terbuat dari kertas dan diisi dengan lima macam biji-bijian.
Bentuk pinata di masa kini bisa bermacam-macam. Yang paling populer adalah pinata berbentuk bulat mirip bola. Namun saat sekarang ini jika kita membeli pinata ke toko di Amerika, maka bentuk bola jarang ditemui. Yang ada justru berbagai bentuk pinata dengan gambar Barbie, Winnie The Pooh, Sponge Bob, Dora dan berbagai macam tokoh kartun yang disukai anak-anak. Dan coba tengok di kertas kecil mengenai informasi produksi yang menempel di salah satu sisi pinata, maka akan kita temui tulisan “Made in China”. Harap maklum, sebagian besar barang di Amerika diimport dari China, termasuk mainan-mainan kecil yang dimasukkan ke dalam pinata (dari berbagai sumber).
|