We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Badut Membuat Manusia Terbang ke Awan
Badut Membuat Manusia Terbang ke Awan E-mail
Pengirim: Wanda Hazman   
Jumat, 03 September 2004

Pada perayaan ulang tahun anak-anak, pelucuran produk baru atau pembukaan pameran, kerapkali hadir sosok bermimik lucu, dengan dandanan lengkap hidung bulat bak tomat, atau topeng meniru karakter komik tertentu. Kehadirannya dimaksudkan untuk menghibur hadirin dan menambah keriaan acara. 

Barangkali benar kata  Cole Porter (1893-1964), seorang penulis lagu beken Amerika, “All the world loves a clown.” Bahkan komedian Charlie Chaplin pernah berseloroh “Cuma badut yang bisa membuat manusia terbang ke awan.” Sepertinya tak seorangpun di muka bumi ini tak suka badut. Tak salah kalau dia diberi gelar warga favorit dunia.

Profesi badut sudah ada sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Mereka menggunakan kostum aneh, bedak tebal serta memeragakan mimik-mimik lucu. Tujuannya  membuat tertawa orang-orang kaya yang stress. Kemampuan pantomim dan gerakan-gerakan slapstick digunakan untuk mencari nafkah.

Belakangan, istilah badut melebar ke mana-mana. Hampir semua pelawak dan pemancing tawa kini kerap dijuluki badut. Bahkan orang serius yang sedang bertingkah laku konyol pun dikatakan badut.

Kalau melihat sejarahnya, badut mengacu pada seseorang yang berdandan lucu, didukung make up tebal cenderung menor, dengan kostum berwarna norak dan unik. Ditambah kemampuan memperagakan mimik lucu, tanpa sedikitpun melelepas kata-kata. Inilah yang membedakan dengan pelawak konvensional.

Pada abad pertengahan, sekitar 500 M hingga 1500 M, masyarakat Eropa, khususnya Italia, mengenal sosok badut arlecchino atau harlequin, yang popular melalui kelompok sandiwara comedia de l’arte. Kostum yang digunakan masih sangat sederhana.

Busana badut yang dikenal sekarang, sebetulnya hasil modifikasi kostum yang pernah popular di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Cirinya, baju dan sepatu gombrong, penutup kepala warna-warni, serta renda besar melingkar di seputar leher.

Salah satu pelopor pemakaian kostum badut modern, sekaligus bintang sirkus di awal abad 18 M, adalah karakter Jocy yang diciptakan Joseph Grimaldi. Jocy tak sekedar melucu. Kelebihan Jocy dalam sejarah perbadutan, adalah memainkan perasaan penonton dengan mimic sedih, bahkan ketakutan.

Era baru perbadutan mulai berkembang seiring semakin majunya perfilman modern. Komedian Charlie Chaplin dan Buster Keaton mengadopsi spirit para badut dalam semua film bisunya. Seolah-olah naik pangkat, badut yang awalnya mengamen di jalan, menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis hiburan.

Kini, badut-badut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat hiburan. Uniknya, dengan tujuan yang selama berabad-abad lamanya tak pernah berubah, untuk memancing tawa dan menghibur siapapun yang memandangnya. Lalu kenapa ada anak-anak yang menjerit ketakutan melihat kehadiran sosok lucu ini? Entah apa yang ada dalam pikiran mereka, sesuatu yang menyeramkan, tidak realistis, atau mengada-ada? Termasuk Favian, yang sejak kecil phobia melihat badut. Hingga usianya memasuki enam tahun, dia bersikukuh “Badut jelek, aku benci badut.” Tampaknya kelucuan badut belum sanggup membuat semua orang benar-benar jatuh cinta padanya. Masih bisakah badut disebut warga favorit dunia? (dari berbagai sumber)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement