We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Buah Hati arrow Belajar Dari TK Jerman
Belajar Dari TK Jerman E-mail
Pengirim: Andi Sri Suriati Amal   
Minggu, 20 April 2008

 Mentalitas orang-orang Jerman yang dikenal disiplin, tekun, teliti, percaya diri, jujur dan kreatif menurutku tidak terbentuk begitu saja. Tetapi sudah tentu melalui sistem pendidikan yang betul mulai dari tingkat rumah tangga hingga ke tingkat pendidikan formal.

Saya sangat tertarik menyoroti sistem pendidikan di Jerman khususnya tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Anak-anakku sempat mengecap pendidikan di TK dan SD hingga kelas tiga. Sangat senang melihat mereka belajar dan mengenal dunianya. Dari sini saya sering memperhatikan bagaimana anak-anak TK dan SD di sana belajar dan `dibentuk`.

Meskipun tidak semua tapi memang banyak hal yang patut di contoh dari negara Hitler ini. Mulai dari kebersihan, kerapihan, keteraturan, kedisiplinan, ketekunan, kejujuran orang-orangnya dan banyak lagi yang mungkin bukan hal baru lagi untuk diungkapkan di sini. Yang sering menjadi pertanyaan dalam hati adalah kapan mereka mulai semua ini? Yang jelas bukan baru-baru ini saja, karena mentalitas yang mereka miliki sepertinya sudah mengakar ke dalam semua lini kehidupan mereka.

Berbeda dengan TK-TK yang lagi menjamur di Indonesia, sistem pembelajaran anak TK di sini lebih banyak lewat permainan dan kelihatan lebih santai. Tidak seperti dengan TK-TK di Indonesia yang saya dengar dan saya baca dari berbagai media sekarang ini dimana anak TK sudah diajarkan baca tulis hitung. Hal yang cukup mencengangkan buat saya. Karena pelajaran baca tulis hitung di Jerman ini benar-benar baru diajarkan ketika anak di Sekolah Dasar.

Artikel dibawah ini merupakan catatan pribadi penulis yang disadur dari berbagai sumber ketika masih tinggal di Jerman. Berawal dari ketertarikan penulis akan sistem pendidikan di Jerman khususnya sistem pendidikan rendahnya.  Mekipun jauh dari sempurna tapi penulis berharap lewat catatan ini pembaca dapat memetik hikmah di dalamnya. Khususnya untuk menambah wawasan kita tentang apa dan bagaimana anak-anak di Jerman belajar di Kindergarten (TK). Mengenali dasar-dasar pendidikan di sana membentuk pribadi yang tangguh, cerdas, kreatif, mandiri, banyak ide dan lain sebagainya.

Berdasarkan hasil penelitian terkini tentang pembangunan otak dan psykologi menyatakan bahwa anak adalah pelajar yang aktif. Mereka memiliki minat besar terhadap topik-topik dan pertanyaan-pertanyaan tertentu yang menurut mereka menarik untuk kemudian mereka dalami sesuai dengan kebutuhan mereka. Dari sana kemudian mereka menemukan gambaran tentang dunianya.

Menurut Ulrike Wehinger dalam Was und wie Kinder in Kindergarten lernen dalam majalah Familie, sistem pembelajaran itu sebenarnya lahir dari anak-anak itu sendiri: Di satu sisi mereka memerlukan berbagai macam motivasi, ada motivasi yang lahir dari diri mereka dan  ada juga yang mereka dapat selama proses pembelajaran berjalan, intinya semua itu lahir dari diri mereka sendiri.
Karena itu anak-anak hanya perlu diberikan waktu dan ruang yang cukup untuk menemukan keingintahuannya secara serius dan tekun. Menyelesaikan masalah-masalahnya dengan menggunakan semua kebijakan yang mereka miliki.
Satu-satunya transfer ilmu yang murni yang di dapat oleh anak-anak bukan dari hasil latihan anak-anak itu sendiri adalah dari mendengar.

Konsep pembelajaran di TK seperti  ini mereka namakan Werkstatt Kindergarten (workshop kindergarten) TK yang memiliki konsep workshop. Dimana anak-anak tanpa dituntut macam-macam mereka mencoba berbagai bidang pelajaran sesuai jadwal yang ditentukan intinya agar mereka menjadi kreatif atau secara bersama merealisasikan sesuatu yang baru dengan mencari dan menemukan sendiri.

Dari sistem ini anak-anak dibentuk Persönlichkeit (kepribadian), Sozialverhalten (hubungan sosial), Selbstvertrauen (percaya diri), problemlösungkompetenz (kemampuan memecahkan masalah), Vorstellungsvermögen (kekuatan imaginasi), feinmotorischen Fähigkeiten (kemampuan motorik), Verständnis Farben und Formen (mengenal warna dan bentuk), dan lain sebagianya.

Di bawah ini beberapa kegiatan di taman kanak-kanak:
•    Memberikan peluang kepada anak-anak untuk banyak bergerak. Mencoba berbagai gerakan, berlatih dengan senang dan gembira dalam bentuk gerakan. Ini biasanya dilakukan dalam suatu ruangan yang besar yang disebut dengan turnhalle. Dari latihan bergerak bebas ini anak-anak dilatih kecerdasannya dalam menghubungkan antara gerakan, persepsi dan pikirannya. Dengan memberikan peluang yang cukup untuk mencoba berbagai gerakan, anak dapat memajukan sistem kognitifnya.

•    Anak-anak dilatih sense-nya, lewat permainan dari berbagai jenis bahan atau materi. Dari sini anak dibangun kemampuannya untuk mengenali perbedaan dan sensivitas.

•    Kemampuan anak akan perhatian, konsentrasi, memori dan daya kreativitas begitu juga dengan kemampuan orientasi dan kemampuan memecahkan masalah diperkuat. Anak-anak belajar semua ini dalam bentuk permainan seperti role play (permainan yang memiliki aturan).
•    Kekuatan emosi anak dibentuk, diperkuat dan ditingkatkan, sehingga mereka dapat membangun hubungan sosial yang stabil. Dalam menghadapi anak-anak lain anak belajar untuk negosiasi, menghargai aturan, mengekspresikan perasaan. Sebagai tambahan anak diasah kemampuannya untuk dapat mengatasi kelebihan-kelebihan, perubahan-perubahan dan krisis sehingga mereka mampu menghadapi situasi yang menantang ini bukan malah pesimis.
•    Pendidik mendukung anak-anak belajar bagaimana belajar, menjadi mediator bagi anak-anak. Misalkan diberikan projek, dimana anak-anak diberikan waktu yang luang untuk mengekplorasi kemampuannya berdasarkan tingkat kemampuan anak.
•    Kemampuan dan bakat anak diperhatikan dan diperkuat. Sehingga jati diri anak dapat dikembangkan lebih jauh.

Ada 12 hal yang menjadi target pembentukan anak-anak di TK menuju pribadi yang tangguh, cerdas, kreatif bertanggung jawab dan lain sebagainya. Kedua belas hal ini diharapkan anak-anak pelajari di Kindergarten (TK) sehingga mereka siap untuk meniti tangga berikutnya yaitu alam persekolahan. Ke-12 hal tersebut adalah:

Kamu sangat berarti bagiku
Dalam campuran usia yang beragam, anak-anak belajar dari sesama mereka dari yang besar, yang kecil, yang kuat, yang menolong, yang perlu pertolongan, dimana dari hal-hal ini anak-anak mengerti dasar saling pengertian dan tanggung jawab.

Saya tertarik akan
Pertanyaan dan keingintahuan anak sangat diperhatikan. Bersama-sama mereka mencari jawaban secara serius tapi dalam suasana yang menarik dan gembira

Saya mengerti
Anak-anak belajar dengan tekun. Mereka tidak hanya ingin melihat sesuatu itu atau membicarakannya. Mereka ingin menyentuh, mencium, mencicipi, merasakan, dan dengannya bereksperimen. Hal ini dibolehkan dan dianjurkan di kindergarten. Sensory perception adalah basis akan konsep perbedaan dan kapasitas intelektual. Karena itu anak-anak terkadang harus kotor. Tapi hanya dengan jalan itu mereka melakukan eksperimen, yang akan membuat mereka berpikir dan dibentuk koneksi mentalnya agar mereka siap untuk bersekolah.

Saya dapat melakukannya
Mereka melepas dan mengikat sendiri tali sepatu, menemukan kembali sendal yang hilang, membersihkan tumpahan  minuman. Hal ini adalah langkah kecil menuju sifat mandiri yang luar biasa.

Saya ingin tahu
Landasan paling dasar untuk belajar adalah keingintahuan. Dan anak-anak memiliki keingintahuan yang luar biasa. Ini yang diharapkan di kindergarten dan juga didukung.

Saya berani
Dengan pisau memotong, menggergaji, memanjat pohon, anak-anak ingin melakukan sesuatu secara ‘betul-betul’ dan tidak hanya main-main. Di TK anak-anak boleh memasak, buat roti, bekerja, menanam, mengeluarkan ide-idenya...  Percaya diri membuat kuat dan termotivasi.

Saya ada ide
Mewarnai gambar, bekerja, mengatur, bermain musik, bermain pasir, bercerita, dll. TK memberikan waktu, kesempatan dan menghormati gaya masing-masing anak. Anak-anak mengembangkan langkah mereka dan fantasinya, mengeluarkan ide, menemukan sendiri jalan dan jawaban, menjadikan mereka penemu dan kreative.

Saya membuatnya dengan gembira
TK memiliki orientasi berdasarkan kebutuhan anak. Yang terpenting adalah dengan bermain. Bermain membuat gembira dan yang dibuat dengan gembira, akan membuat anak-anak melakukannya sepenuh hati.

Saya punya
Bermain bersama dikembangkan. Dalam bermain anak-anak membuat aturan dengan anak lain, berargumen, mereka belajar untuk menyatakan pendapat, berkompromi dan bersahabat.

Saya memiliki sesuatu untuk dikatakan
Menjelaskan kontroversi terhadap sesama -mengungkapkan pengalaman masing-masing-, bersama-sama merencanakan perjalanan, menanyakan opini masing-masing, untuk mengatakan bersedia, apa yang diinginkan dan apa yang tidak diinginkan. Hal ini mengajarkan kepada mereka untuk mengekspresikan pendapatnya lewat bahasa, sehingga dapat menjelaskannya sendiri kepada yang lain, ketika hal ini diperlukan.

Saya punya tugas
Di Kiga anak-anak memiliki tugas-tugas tertentu dalam kelompok. Mengatur meja, setelah bermain merapikan kembali, dengan yang lain saling menolong, berkebun dll. Dalam hal ini anak-anak belajar untuk bertanggung jawab.

Kamu saya percaya
Di TK anak-anak datang dari berbagai perbedaan latar belakang keluarga, kultur dan budaya. Di sini anak-anak secara alami belajar berbagi pengalaman dan kehidupan serta memahami berbagai perbedaan.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement