We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2012 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Lain-Lain arrow Membujuk Anak Ke Sekolah
Membujuk Anak Ke Sekolah E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 10 April 2008

Masalah anak mogok sekolah memang sering membuat orangtua kelabakan. Contohnya saja seperti yang diungkapkan salah satu anggota milis WRM.

"Anakku, baru mulai masuk TK. Masalahnya, dia sulit diajak ke TK nya. Alasannya, sekolahnya lama, bete, malas dll.  Pokoknya ada saja alasan anak untuk "menghindar" dari sekolahnya. Ada lagi alasan anakku tidak mau ke TK, "habisnya tidak diantar sama Ibu sih"  Sedih sekali aku. Karena aku harus kerja setiap hari. Malah katanya, "Aku mau pindah saja ah ke rumah Nenek. Disana kan tidak ada TK" Ada yang punya trik khusus ngga untuk keluar dari masalah begini?

Kegusaran anggota tersebut mendapatkan pencerahan dari anggota yang lain.

"Kalau anak malas sekolah, mungkin ada sesuatu yang terjadi di sekolah yang membuat dia tidak nyaman kesana. Coba diselidiki lebih lanjut, mungkin ada sesuatu hal di TK-nya yang membuat dia tidak bersemangat. Misalnya sering diganggu temannya, atau pernah dimarahi gurunya, dsb.

Kalau memang dia merasa kurang nyaman, mungkin Mom bisa ambil cuti beberapa hari untuk menemaninya sekolah di hari-hari pertamanya. Mungkin dia masih merasa asing di sekolah barunya.

Dulu, beberapa bulan masuk Playgroup, dia terus menerus nangis. Akhirnya, aku konsultasi ke gurunya. Ternyata, setelah itu oleh guru-guru playgroup, setiap kali dia datang, didampingi mainnya dengan satu orang guru, jadi tidak berganti-ganti setiap kali datang. Kenapa? Biar dia merasa aman, karena ada satu orang yang dia kenal. AKhirnya, setelah beberapa bulan, perlahan-lahan mulai diganti beberapa guru, dan sekarang, sekolah jadi hal yang menyenangkan.

Dan oleh gurunya pun dibuat kelompok-kelompok kecil, dimana mereka main bersama. Saking banyaknya orang yang harus diakenali setiap kali datang, waktu itu anakku merasa bingung.Tapi dengan kelompok kecil itu, kalau pulang sekolah, dia bisa cerita, hariini main sama si A, si B sama Bu Guru S, dst.

Kalau aku tanya-tanya di sekolah, biasanya anak yang suka ditinggal di rumahnya dengan sedikit orang, biasanya suka agak kaget. Karena bertemu dengan anyak orang. Makanya biasanya diadakan pendekatan one to one, yang membuat anak merasa lebih save."

Anggota yang lain juga menambahkan

"Anakku juga baru masuk TK A dan masih susah untuk bangun pagi. Tiap bangun pagi selalu ngomong, " Aku tidak mau sekolah, aku cape ... aku suka dirumah ". Aku sih ngebujuk rayunya dengan dibuat becanda jadi anaknya bisa ketawa dan kalo sudah ketawa, suasana jadi cair. Disitu kita ambil celahnya Kadang dengan cara itu masih susah aku biarin saja dia main-main dulu tapi dengan dijanjiin, mainnya 5 menit saja ya terus langsung mandi.

Kadang kalau rewelnya kumat minta diantar mama dan papanya. Aku beritahukan ke dia," percuma mama ikut ke sekolah. Karena mama tidak boleh  masuk halaman sekolah" Tetapi jangan langsung diantar kesekolah dulu, kasian kalau dianya masih nahan nangis kesekolah. Tunggu sampai dia sudah benar-benar tenang baru diantar kesekolah. Terlambat tidak apa-apa.

Hari selanjutnya, anggota yang bertanya tersebut memberikan khabar gembira.

"Alhamdulillah, setelah kemarin mogok sekolah, hari ini anakku sudah mau ke TK  lagi. Ternyata cuma soal kesabaran. Aku coba cari sesuatu yang bikin dia nyaman di TK nya.Sore sepulang kerja, Aku ajak anakku main ke TK nya. Ternyata dia enjoy sekali. Kebetulan juga dapat kenalan baru yang juga sekolah di TK yang  sama (anakku memang telat daftarnya, jadi saat anak-anak lain sudah mulai  terbiasa, anakku baru mulai beradaptasi).

Setelah dapat kenalan baru, kelihatannya dia senang sekali dengan perkenalan itu. Terus aku tanya, "kaka mau main sama Zahra dan Fiqri lagi ngga?" Mau" begitu jawabnya. Terus aku bilang saja "Ya sudah, Zahra & Fiqri kan setiap pagi main disini, kalau kaka mau, besok pagi-pagi kaka kesini, mau?" Mauuuu"begitu anakku teriak dengan semangatnya... mmm.. senengnya Aku. Benar saja, hari ini, aku telp ke si Mba yang nganter dia, anakku malah lagi  belajar di dalam ruangan, bukan main di luar lagi. Duh..., hatiku jadi  berbunga-bunga nih. (MD)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement