We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Merawat Anak Yang Terkena Diare E-mail
Pengirim: Dinar Ardanti   
Kamis, 10 April 2008

 Diare, penyakit yang terlihat sederhana namun sebenarnya tidak. Mengapa tidak? Karena bila tidak segera ditangani maka akan berakibat hal yang tidak kita inginkan, yaitu kematian.

Lingkungan sekitar sudah terjaga namun mungkin karena musim yang sedang silih berganti terkadang hujan terkadang panas yang menyebabkan bakteri dan kuman tumbuh dengan subur.

Sebenarnya apa langkah pertama yang harus kita lakukan saat anak ternyata terkena diare?

Oralit! Ya, sedia selalu oralit mulai dari sekarang di rumah. Memang, oralit tradisional bisa kita buat sendiri dengan cara melarutkan garam dan gula dalam air, namun rasanya sungguh aneh. Bagi yang kurang menyukai rasa oralit tradisional maka dapat memperoleh oralit dengan rasa jeruk misalnya, mudah diperoleh di apotik terdekat.

Masukan dari mom Wanda, oralit khusus bayi/anak adalah Pedialyte. Harga Pedialyte saat ini sekitar 8000 Rupiah untuk satu botol. Tersedia rasa biasa dan ada yang beraroma bubble gum (permen karet). Setelah dibuka dari segel, harus habis dalam waktu 24 jam.

Selain konsumsi oralit setiap kali diare, pastikan selalu sang anak masih mau makan atau minum susu agar terjaga selalu cairan di dalam tubuh.

Bawa ke Rumah Sakit ?

Bagi saya itu adalah langkah terakhir bukan langkah awal. Observasi sudah berapa kali diare terjadi dan sudah berapa lama. Observasi hari pertama, terjadi hingga 7 (tujuh) kali diare dan 3 (tiga) kali muntah, namun itu pun karena setelah 6 (enam) kali diare belum ada stok oralit di rumah, saya bertahan merawat seorang diri anak yang masih usia 16 bulan, karena yakin anak ini kuat terlihat dari nafsu makan dan minum susunya plus madu khusus anak yang masih bisa dikonsumsi oleh anak.

Setelah diare ke-7, oralit baru tersedia di rumah, langsung diminumkan ke sang anak dengan cara ditempatkan di botol susu. Alhamdulillaah setelah pemberian oralit tersebut, sang anak kembali ceria dan keesokan harinya, BAB sang anak sudah mulai normal dan tidak terkena diare lagi.

Sehingga, Rumah Sakit pun tiada sempat dikunjungi oleh kami.

Mengapa saya berani mengambil keputusan Rumah Sakit adalah langkah terakhir bukan langkah awal ?

Latar belakangnya adalah pengalaman rekan saya yang anaknya terkena diare disertai muntah, baru terjadi dua kali langsung dibawa ke Rumah Sakit. Dan akhirnya penanganannya adalah diberikan obat anti mual, di-infus dengan cara yang tidak profesional sehingga menyebabkan sang anak trauma. Kenyataannya sang anak masih mau minum susu tanda cairan tidak berkurang banyak.

Tidak ingin perlakuan yang sama diterima sang anak berdasarkan kekuatan keyakinan yang saya peroleh dari membaca suatu tulisan mengenai diare yaitu http://alyssakuw.multiply.com/reviews/item/4 dari mom Alida. Alhamdulillaah pilihan yang diambil adalah tepat.

Satu tips terakhir, apabila perut sang anak terdeteksi kembung, segera berikan kehangatan dengan campuran minyak kayu putih dan minyak telon yang dioleskan pada perut, punggung dan kaki kemudian dipijat-pijat lembut.

* Berdasarkan pengalaman pribadi

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Sindikasi
Sedang Online
Ada 5 tamu online




Advertisement