We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda
Melahirkan E-mail
Pengirim: Ria Febrita   
Jumat, 21 Maret 2008

 Kontraksi merupakan pertanda awal akan tibanya anak ke dunia dengan kata lain kontrakan di perut mama sudah hampir habis. Kontraksi mulai dirasakan diusia kandungan kira-kira minggu ke-38 sampai minggu ke-40. Pada awalnya kontraksi ini tidak teratur dan juga masih lemah, lama kelamaan semakin sering dan semakin keras.

Untuk mengetahui apakah kontraksi yang terasa betul-betul kontraksi yang menandakan saat melahirkan sudah dekat atau bukan, dapat diketahui dengan melakukan tes. Calon ibu dapat melakukan tes mandi air hangat, jika pada saat mandi kontraksi hilang, maka itu pertanda bukan kontraksi yang sebenarnya.

Satu lagi sinyal yang diberikan tubuh kita sebagai petanda waktunya melahirkan sudah dekat, selain kontraksi adalah mencret. Biasanya datang sebelum kontraksi muncul. Ini disebabkan oleh salah satu enzym yang diproduksi oleh lambung, yang reaksinya membuat BAB lembek bahkan mencret.

Jika kontraksi terjadi, hal yang penting segera dilakukan adalah latihan pernafasan. Dengan teknik pernafasan yang betul dan teratur ini akan membantu calon ibu mengalihkan atau mengurangi rasa sakit. Ada macam-macam teknik pernafasan yang perlu calon ibu ketahui:

Pernafasan perut
Teknik pernafasan ini paling efektif dalam melewati masa kontraksi.Caranya, tarik nafas panjang lewat hidung, alirkan nafas keperut tahan sampai hitungan kesepuluh lepas perlahan lahan melalui mulut, lakukan sampai kontraksi hilang. Jika kontraksi datang kembali lakukan hal yang sama dari awal. Untuk mengetahui pernafasan perut kita benar, letakkan tangan diperut, jika tangan bergerak terdorong ke depan, berarti pernafasan yang dilakukan sudah benar.

Pernafasan dada
Tarik nafas panjang alirkan kedada, tahan sampai hitungan kesepuluh dan lepas perlahan lahan lewat mulut.

Pernafasan kuda
Tarik nafas panjang, tahan sampai hitungan kesepuluh, lepaskan nafas dengan cara menghembus sampai kedua bibir bergetar (seperti kuda).

Hecheln
Teknik pernafasan ini dilakukan jika kontraksi yang dirasakan dibarengi dengan rasa ingin menekan/pushing padahal pembukaan belum sempurna. Caranya tarik nafas panjang lewat hidung, keluarkan lewat mulut seperti mendesis dan pendek pendek, menurut Bidan Regina, teknik ini kurang efektif.

Kontraksi berkaitan dengan fase pembukaan jalan bayi, oleh karena itu makin besar pembukaan makin dekat jarak antara satu kontraksi ke kontraksi berikutnya. Istirahat diantara 2 kontraksi digunakan untuk istirahat dan mengumpulkan energi kembali untuk menghadapi kontraksi berikutnya.

Sebaiknya latihan pernafasan ini dilakukan berdua dengan suami. Suami bisa ikut membantu menghitung satu sampai sepuluh. Peran suami sangat penting dalam memberi ketenangan pada istri, dengan belaian, senyuman sabar atau obrolan ringan yang menyenangkan. Suami juga dapat memijat punggung istri atau mengkompres dengan handuk hangat dibelakang panggul bagian tengah, itu semua membuat istri lebih tenang dan relax, setelah perjuangan melelahkan melewati kontraksi.

Sebagian orang berteriak atau menjerit saat kontraksi terjadi. Hal ini tidak ada gunanya karena hanya akan menghabiskan tenaga saja. Ingat, anda masih butuh banyak tenaga saat pressing jika pembukaan telah sempurna (bukaan 10), yang ditandai dengan rasa akan kebelakang. Selain itu hal ini akan menambah stress dan ketegangan yang berakibat tegangnya otot. Hal ini justru akan mempersulit jalan bayi.

Fase pembukaan anak pertama rata rata berlangsung 12 jam, sedangkan anak kedua dan selanjutanya biasanya lebih cepat .

Ada cerita lucu dari seorang kenalan. Saat di kamar bersalin, suami kenalan ini ikut mendampingi istrinya sebut saja Siti. Siti yang sudah berusaha untuk menahan sakit dan tenang, jadi hilang kesabaran dan kesal sampai menampar suaminya. Hal ini terjadi karena suaminya begitu semangat menyemangati dengan wejangan panjang lebar tentang syurga ditelapak kaki ibu dan pahala yang besar. Beliau juga memberikan suport seperti suport nonton bola. ''Ayo ayo kamu bisa!''. Hal ini rupanya sama sekali tidak membantu, malah menimbulkan rasa kesal si istri. Karena pada saat ini sesungguhnya calon ibu butuh ketenangan dan belaian.

Dengan persiapan diri yang mantap, dan jika tidak ada komplikasi, banyak juga calon ibu yang berhasil melewati saat berat ini tanpa obat-obatan atau narkose. Tetapi jika rasanya calon ibu tidak mampu menjalani rasa sakit ini, anda boleh meminta ke dokter untuk diberikan obat pengurang sakit, seperti PDA (Periduralanäthesie). PDA ini diberikan melalui suntikan atau kateter. Perlu diperhatikan tentunya obat-obatan ada efek sampingnya. Tentu saja tidak semua calon ibu akan merasakan efek samping ini, berdasarkan pengalaman pribadi saat melahirkan anak pertama, penulis diberikan PDA tetapi alhamdulillah tidak ada efek samping yang dirasakan.

Meskipun demikian perlu dicatat, keputusan penggunaan PDA ini, harus diberitahukan paling lambat di pembukaan ke-3. Jika PDA diberikan di pembukaan ke-6, biasanya sudah terlambat dan jika dilakukan juga akan banyak efek sampingnya. Efek samping yang mungkin dialami adalah sakit kepala, bahkan ada kejadian saat harus pressing, rasa ingin kebelakang tidak dirasakan oleh calon ibu.

Fase Kelahiran
Fase ini di Jerman dikenal dengan nama fase pengusiran. Arti harfiah dari Austreibungphase, yang bermakna pembukaan telah sempurna (bukaan 10), dan saatnya untuk mendorong anak keluar ke dunia. Pada fase ini rasa sakit kontraksi sudah tidak dirasakan, hanya rasa ingin menekan atau ngeden. Ibu sudah bisa merasakan kepala anak dan merabanya.
Yang penting diperhatikan pada fase ini adalah cara melakukan pushing yang benar. Banyak kejadian pada saat pressing muka si ibu berubah merah akibat tekanan. Bahkan ada yang urat mata merah hingga pecah. Untuk menghindari hal ini, diperlukan pengetahuan cara melakukan pushing atau drücken yang benar. Perlu juga diperhatikan aba-aba dari bidan,  jika bidan memberikan aba-aba push, maka yang kita lakukan:
•    tarik nafas panjang
•    tutup mata (menghindari tekanan pada mata)
•    tutup mulut
•    tundukkan kepala rapatkan dagu ke dada (menghindari tekanan keras, darah yang berkumpul dikepala yang mengakibatkan muka merah)
•    tekan / dorong sekuat tenaga.
Biasanya untuk anak pertama 2 atau 3 kali menekan, jika belum juga berhasil keluar, biasanya pada saat pushing ke tiga dilakukan pengguntingan (Dammschnitt) untuk membuka jalan bayi. Tapi jangan kuatir, anda tidak akan merasakan sakitnya,  karena otot dimulut rahim sudah sangat meregang dan darah pun tidak banyak disana.

Dan taraaaa... akhirnya anak lahir ke dunia, biasanya langsung diletakkan di dada ibu dan diselimuti handuk hangat (saat yang baik untuk bapak mengazankan atau mengqomatkan si bayi). Pada saat ini kita sudah bisa menyusui anak, karna reflek menghisap paling kuat anak adalah beberapa waktu setelah dilahirkan. Walaupun air susu belum lagi terbentuk, tapi ada setetes atau dua tetes susu awal/klostrum, yang kaya akan imunsystem yang dibutuhkan bayi baru lahir dan itu sudah mencukupi kebutuhan bayi.

Satu langkah terakhir yang perlu dilakukan yaitu mendorong plasenta keluar. Setelah itu seluruh proses melahirkan ditutup dengan menjahit bekas guntinga oleh dokter, biasanya dilakukan dengan anastesi lokal.

Rangkaian roses melahirkan diatas adalah proses melahirkan normal atau spontan.

1. Kapan saatnya kita harus ke rumah sakit?
1. Jika kontraksi yang dirasakan berselang dalam waktu 10 sampai 5 menit sekali, kontraksi berlangsung selama 1 menit.
2. Jika terjadi pendarahan.
3. Jika terjadi pecah ketuban,
4. Atau jika anda merasa was was atau sudah tidak nyaman dirumah, boleh datang ke rumah sakit dan menungu disana. Untuk kasus seperti ini jika kontraksi yang dirasakan masih berjarak satu jam, biasanya anda akan disuruh pulang dan balik lagi setelah kontraksi berjarak 7 sampai 5 menit sekali.

Apa yang yang perlu dibawa ke rumah sakit?

1.Dokumen : Mutterpaß (buku catatan riwayat selama kehamilan), Kartu asuransi, kartu identitas diri.

2.    Barang barang yang membantu saat menjelang proses melahirkan:
- pelembab bibir, karena bibir saat ini biasanya akan kering.
- kaos kaki yang hangat
- Makanan dan minumam buat suami yang menemani
- Kamera, buat foto dokumentasi
- Tissue
- CD kesukaan, buat relaks denger musik kesukaan
- Baju kaos yang nyaman dipakai.

3.Barang barang yang diperlukan setelah melahirkan (selama di Rumah sakit):
-  Kemeja katun atau Piyama katun yang cukup kalau bisa yang berkancing depan untuk memudahkan saat menusui! Minimal sekali sehari ganti, karena ibu akan banyak berkeringat. Berdasarkan teori, selepas melahirkan, sepertiga dari cairan dalam tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk keringat.
- Daster, sendal rumah, kaos kaki
- BH  menyusui
- Perlengkapan mandi kita sehari hari ( Deo yang digunakan, jangan yang memiliki bau,  Tawar)
- Sebuah buku
- Baju bayi (hanya untuk perjalanan pulang, selama di rumah sakit menggunakan pakaian dari Rumah sakit)

Semoga bermanfaat... (Ria Febrita, Darmstad, Jerman/Inci-WRM)

Sumber: Geburtsvorbereitungkurs Stadtklinikum Darmstadt bei Hebamme Regina Völger (Okt. 2005) und Hebamme Lusi Supandi (Jan 2008)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Sindikasi
Sedang Online
Ada 19 tamu online




Advertisement