We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Datang Bulan Dan Kesehatan Wanita
Datang Bulan Dan Kesehatan Wanita E-mail
Pengirim: Dian Yustisia   
Sabtu, 01 Maret 2008

 Hidup seorang anak gadis berubah  ketika dia mengalami mestruasi atau datang bulan. Usia seorang gadis muda saat pertama kali datang bulan biasanya antara 11 - 13 tahun. Saya sendiri termasuk yang belakangan dibanding kawan-kawan seumuran waktu itu. Ketika kawan-kawan wanita saya di SMP sudah datang bulan begitu mereka lulus SD atau duduk di kelas 1 SMP.

Saya baru datang bulan sewaktu naik kelas 2 SMP. Tapi itu masih normal sepertinya. Dan begitu saya mengalami datang bulan, saya yang langsing dan mungil sewaktu SD (sampai-sampai ibunda tercinta kuatir karena saya kelihatan paling pendek diantara kawan-kawan wanita), berubah menjadi montok. Tiba-tiba saja dada saya berisi dan bukan cuma itu saja, wajah pun mulai dikerubuti jerawat kecil-kecil. Perubahan saya begitu datang bulan termasuk mencengangkan. Selain perubahan fisik, secara kejiwaan saya pun berubah.

Meskipun ketika pertama kali mengalami datang bulan saya tidak merasakan perubahan hormonal yang berarti, ternyata tidak menjadi jaminan saya bebas dari PMS. PMS atau Pre Mestrual Syndrome biasanya datang antara seminggu sampai 10 hari sebelum hari H datang. Sewaktu SMP saya sendiri tidak merasakan PMS itu. Mungkin karena saya tidak terlalu ambil pusing dan sibuk dengan hal lain sehingga tidak begitu dipikirkan. Tapi kemudian ketika SMA, seorang kawan baik saya waktu itu setiap bulan pasti ada 2 hari di mana dia ijin sakit. Suatu ketika saya tanya dan Riri menjelaskan pada saya betapa saat dia datang bulan, dia merasakan sakit yang amat sangat. Saking sakitnya, menurut dia, sampai-sampai dia pernah ke RS karena ibunya kuatir. Oleh karena itu oleh dokternya, dia dibuatkan surat ijin supaya saat datang bulan, dia bisa beristirahat dari kegiatan sekolah.

Saya baru menyadari kalau ternyata saya terkena PMS sebelum datang bulan saat saya kuliah. Karena tiba-tiba saja rasanya tenaga saya berkurang banyak sekali. Saya jadi cepat lelah, mudah marah dan badan sedikit meriang. Karena hal2 macam itu yang saya rasakan tiap bulannya, saya mulai memperhatikannya dengan seksama dan mencari cara mengatasinya. Yang lucu, kalau saat sebelum datang bulan saya bisa melampiaskan emosi yang karena hormonal itu, saya tidak akan merasakan sakit saat hari H datang. Kalaupun sakit, sedikit sekali. Sedangkan kalau saya bisa mengendalikan emosi itu, datang bulan saya tiba dengan rasa sakit yang aduhai. Punggung yang sakit seperti mau patah, perut yang kram, bagian bawah perut terutama seperti balas dendam. Biasanya kalau sudah begini, saya menjauhkan diri dari acara sosial dan menyendiri. Tujuannya, berjalan-jalan menyenangkan diri sendiri. Maka saat-saat seperti itu, saya mungkin sedang ada di Gramedia sendirian atau Blok M. Bukan untuk belanja atau kegiatan lainnya, sekedar jalan-jalan saja.

Ternyata kegiatan jalan-jalan saya itu dimasukkan sebagai upaya menangani PMS oleh para ahli. Siapa yang mengira cara-cara saya selama ini menangani PMS ternyata sudah tepat jalurnya. Hal yang perlu diketahui selain PMS adalah PMDD atau Pre Menstrual Dysporic Disorder. PMDD ini adalah PMS tingkat tinggi yang kadarnya dimasukkan sebagai salah satu penyakit kejiwaan oleh American Psychiatric Association di tahun 1994. Gejala-gejala PMS adalah sebagai berikut: perasaan "mbedah" atau naiknya tingkat air di tubuh, kram-kram, payudara yang mengeras dan mungkin sedikit nyeri kalau disentuh, dan yang pasti naik-turunnya emosi berkisar antara 5 - 11 hari sebelum datang bulan. PMS mempengaruhi 75% wanita, sedangkan PMDD cuma mempengaruhi 8% saja.Bedanya PMS dengan PMDD? Menurut para ahli psychiatri sebenarnya ada di kepala kita sendiri. PMS memiliki kecenderungan untuk mengakibatkan ketidaknyamanan secara fisik semata, yang ditambah dengan perubahan hormonal (moodiness). Sedangkan PMDD bisa mempengaruhi semua kegiatan hari-hari seorang wanita. PMDD menghasilkan perubahan sikap yang sangat berubah yang mengganggu kegiatan sehari-hari.

Apa yang bisa kita lakukan pada saat menjelang datang bulan? Berikut adalah saran-saran dari para ahli:

A. Buat perubahan dalam tata cara hidup. Yakni dengan cara:

- Buatlah sebuah jurnal yang mencatat perubahan emosi dan sikap anda paling sedikit 2 bulan lamanya untuk memperkirakan apakah perubahan-perubahan tersebut ada sangkut-pautnya dengan alur datang bulan anda.

- Perbanyak waktu tidur anda dan usahakan tidur siang kalau bisa begitu anda merasa lelah.

- Upayakan masukan karbohidrat yang beragam dalam aturan makan anda, batasi penggunaan garam dan minuman beralkohol, serta jangan menghilangkan waktu makan.

- Usahakan untuk tetap giat. Jalan kaki sebentar setiap harinya terbukti dapat meningkatkan suasana hati.

- Batasi pasokan caffeine. Begitu anda merasa lelah, ada kalanya anda merasa sangat membutuhkan lebih dari secangkir kopi di pagi hari. Tetapi hal demikian hanya akan memperparah gejala-gejala PMS anda.

- Usahakan untuk mendapatkan pasokan kalsium yang cukup. Menurut riset, pasokan kalsium dapat membantu meredakan gejala-gejala PMS. Dan jika anda berusia di bawah 50 tahun, takaran yang disarankan adalah 1,000 mg kalsium.

B. Kalau anda butuhkan, pergunakan obat-obatan.

- Cobalah obat yang bisa dibeli bebas yang bisa membantu meredakan kram-kram dan sakit kepala saat PMS (contoh di US: ibuprofen atau naproxen). Obat seperti MIDOL yang mengandung gabungan acetaminophen, diuretics dan sedikit caffeine, bisa membantu mengurangi gejala-gejala seperti perasaan "mbedah", letih dan kram-kram.

- Seandainya PMS anda cukup menyakitkan, mintalah obat resep dari dokter. Jika anda menduga adanya PMDD, obat-obat antidepressants bisa membantu. Obat2 yang dikenal sebagai SSRIs itu antar lain adalah: Paxil, Prozac, dan Zoloft. Yang biasanya diresepkan sampai pertengahan waktu sampai anda datang bulan. Pergunakan obat2an sesuai anjuran dan resep dokter.

- Kalau anda pernah mengalami "postpartum depression" atau penyakit kejiwaan lain yang datang berkala, kemungkinan besar anda bisa mengalami PMDD ini. Dan ada kenyataan PMDD menurun kalau ibu anda atau saudara perempuan anda pernah mengalaminya, anda juga bisa.

Bahan bacaan: Health Check Up by Megan McMorris - Woman's Day Feb 3, 2007 & factsforhealth.org .

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz
Artikel Populer
Artikel Terbaru




Advertisement