We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Goresan Pena arrow Resensi Buku arrow Serba Serbi Menyusui, Sebuah Panduan Lengkap & Akrab
Serba Serbi Menyusui, Sebuah Panduan Lengkap & Akrab E-mail
Pengirim: Leila Niwanda   
Sabtu, 01 Maret 2008

 Pengalaman baru seringkali menimbulkan pertanyaan. Sudah benarkah yang dilakukan? Apa masih ada yang perlu diketahui lagi? Kalau muncul rintangan, bagaimana cara menanganinya? Belum lagi kalau orang-orang di sekitar berebut memberikan nasihat yang malah jadi membingungkan.Harus mengikuti saran yang mana? Informasi mana yang bisa dipercaya? Menyusui adalah salah satu pengalaman yang mungkin menimbulkan rasa was-was pada ibu yang baru melahirkan.

Buku setebal 112 halaman ini memuat kumpulan diskusi tentang menyusui oleh para ibu yang tergabung dalam milis We R Mommies (WRM) Indonesia. ’Pekerjaan’ menyusui sepertinya memang cukup kompleks. Jangankan untuk menyusui eksklusif (yang berarti bayi hanya diberi ASI saja tanpa makanan atau minuman lain termasuk air putih selama 6 bulan pertamanya), untuk konsisten menyusui sehari-hari pun ada saja tantangannya. Ibu bisa dihadapkan pada pekerjaan yang menyita waktu, gangguan kesehatan, omongan tetangga yang tidak mendukung, atau justru si bayi yang tiba-tiba enggan menyusu. Namun, bukan berarti tidak ada kiat untuk membuatnya lebih mudah. Pengalaman para mommies membuktikannya.

Di bagian awal buku pembaca diajak mengenal karakteristik dan standar kualitas ASI. Dari tampak luar, aroma, hingga rasanya. Ibu diharapkan bisa menilai apakah ASI yang dihasilkannya sudah cukup memadai atau belum secara mutu maupun jumlah. Ada tabel dengan sumber tepercaya untuk mengukurnya. Kalau memang belum mencukupi, ada tips untuk meningkatkannya. Ada yang bersifat fisik seperti konsumsi vitamin atau daun katuk. Dukungan dari orang-orang terdekat terutama suami pun sangat membantu ibu agar lebih pede untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Bila memang ada hal yang sangat mengganggu, ibu bisa menghubungi klinik laktasi terdekat untuk berkonsultasi. Tak lupa, beberapa mitos tentang ASI juga dibahas agar ibu tidak ‘tersesat’.

Rasanya kebanyakan orang sudah tahu tentang manfaat ASI, akan tetapi dalam penerapannya tidak selalu sejalan. Ada saja yang beralasan bahwa menyusui itu repot, gizinya tak selengkap susu formula, sampai cemas kalau bayinya nanti terlalu manja. Buku ini menyajikan kembali fakta tentang keunggulan ASI bahkan dari sudut pandang yang mudah saja misalnya tak perlu repot menyiapkan botol susu.

Kendala seperti kesibukan kerja, bayi minta disusui saat dalam perjalanan, dan bayi bingung puting karena sempat beberapa saat terputus dari ASI (baik langsung maupun tidak langsung) tak jarang muncul. Ini bisa disiasati dengan memerah ASI untuk dibekukan dan nantinya diberikan pada bayi selama ibu berada di kantor, mengenakan busana yang memungkinkan privasi ibu tetap terjaga sekaligus bisa memenuhi kebutuhan bayi akan ASI, serta tetap telaten dan sabar mencoba (diusahakan saat sempat terputus pemberian susu dilakukan memakai sendok). Di sini muncul beberapa kejadian yang mungkin memancing senyum. Kerepotan ibu bekerja yang menenteng termos berisi ASI perah ke sana kemari seperti tukang es, bagaimana rasanya saat sedang asyik memompa ASI di dalam mobil tiba-tiba muncul pedagang di sebelah, atau ketika harus ’kecolongan’ karena bayi yang seharusnya masih ASI eksklusif diberi penyetan pisang dan nasi oleh mantan pengasuh dengan alasan supaya montok. Hal-hal seperti ini memang menjadi romantika tersendiri bagi ibu menyusui.

Kemudian diterangkan pula secara terperinci tentang serba-serbi ASI perah. Dimulai dari tips memerah dengan tangan ataupun alat pompa yang diusahakan dilakukan di tempat yang bersih dan dalam konsidisi santai. Penyimpanan ASI yang sudah diperah tentu sangat perlu diperhatikan, baik dari segi sarana maupun waktunya. Tak kalah pentingnya aturan dasar memberikan ASI perah tersebut pada bayi. Ini terutama berguna bagi ibu bekerja yang tidak bisa setiap saat menyusui bayinya secara langsung. Berikutnya ada berbagai posisi menyusui yang bisa dipraktikkan oleh ibu. Baik dengan tiduran maupun menggendong, pastikan baik ibu maupun bayinya sama-sama merasa nyaman.

Meski sangat mendukung pemberian ASI, buku ini tidak terkesan menggurui. Ibu yang dengan terpaksa tidak bisa memberikan ASI pada bayi karena alasan kesehatan dijamin tidak merasa ’diserang’. Bahasa akrab yang digunakan juga membuat buku ini lebih dekat dengan pembaca. Jangan keburu mengernyitkan dahi dulu bila menemui istilah asing saat membaca karena di bagian akhir buku tersedia indeks. Ilustrasi dari Aminah Mustari (Mom Mimin) ikut mempermanis tampilan buku bersampul warna ungu ini. Pendeknya, buku ini merupakan pegangan yang selayaknya dimiliki dan dibaca oleh ibu, calon ibu, maupun siapa saja yang tertarik untuk mengetahui seluk-beluk ASI.

Judul : Serba-serbi Menyusui
Penyusun : Meidya Derni & Orin
Konsultasi Isi : D. A. Inayati, lic. rer. reg.
Penerbit : WaRM Publishing
Cetakan Pertama, 2007

 * Juara Kehormatan : Serba-Serbi Menyusui, Sebuah Panduan Lengkap & Akrab.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement