We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Rumah Tangga arrow Baby Sitter or PRT
Baby Sitter or PRT E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 31 Januari 2008

Terkadang karena banyaknya kesibukan, kita memerlukan baby sitter (BS) atau pembantu rumah tangga (PRT). Ada yang memerlukan  PRT saja. Namun karena kesibukan atau lain hal terkadang kita memerlukan kedua-duanya sekali, baby sitter dan PRT. Namun memilih BS dan PRT tidak semudah memilih barang. BS dan PRT, jelas berbeda. Apa yang membedakan keduanya? Dapatkah PRT dilatih menjadi baby sitter? Bagaimana soal job desk dan tariefnya? Bagaimana pandangan para mommies tentang hal tersebut. Kita simak hasil diskusi mereka di milis.

Perbedaan BS dan PRT
Baby sitter dan PRT biasanya masing-masing sudah dibekali pengetahuan mengenai job desc mereka.  BS biasanya dibekali pengetahuan tentang perawatan bayi, mendidik bayi, bagaimana memperlakukan bayi seperti jika bayi menangis dan lain sebagainya. Sebagai tambahan biasanya BS bersifat periang dan suka anak kecil. BS juga berijazah, jadi jika anda mengambil BS dari yayasan harus minta ijasah mereka juga. Sedang job desk PRT menangani pekerjaan rumah tangga seperti bersih-bersih rumah, mencuci, dan memasak.

Bagaimana dengan tarief?
Karena BS dianggap lebih berpendidikan dan terlatih gaji mereka pun tentunya lebih tinggi dari gaji PRT. Standard untuk daerah Jakarta,  BS pemula biasanya bergaji Rp. 500 ribuan, sedang yang sudah pengalaman berkisar Rp. 800.000 – satu juta, masing-masing plus tambahan cuti dua hari. Untuk kawasan luar Jakarta rate BS berkisar antara Rp. 400.000 – 750.000.

Dari beberapa sharing disimpulkan, gaji untuk PRT sendiri berkisar antara Rp. 250 ribu – 500.000.

“Untuk PRT kawasan Jakarta sekarang ini jarang ada yang mau dengan gaji Rp. 300rb, minimal Rp. 400rb. Dengan gaji sebesar itu mereka agak senang bekerja ketimbang jika hanya digaji Rp. 250rb atau Rp. 300rb. Dengan gaji Rp. 350rb pun kerjanya masih suka tidak beres, sekarang saya punya 2 PRT dengan gaji Rp. 400rb(untuk rumah) dan Rp. 500rb (untuk anak), mereka happy dan saya pun happy”, Ujar seorang mommies.

Bener nggak sih rate asisten atau BS itu tergantung lokasi tempat tinggal ?
Rate gaji BS dan PRT tergantung kepada kota, usia, pengalaman, jumlah anggota keluarga dst. “Saya usaha cari BS dari Pemalang, setelah dapat pertama gajinya Rp. 400rb (pemula) plus cuti Rp. 50rb, tapi karena tahu mau dibawa ke Jakarta, dia minta Rp. 550rb dan uang cuti Rp. 70rb kemudian saya batalkan.” Jawab seorang momies.

”Saya cari dari Jatibarang sama kasusnya, semula gaji Rp. 400rb tapi begitu tahu dibawa ke Jakarta minta Rp. 500rb dan uang cuti 60rb. ” Tambahnya lagi.

Bagaimana pula pengalaman mommies yang di daerah?
“Kalau teman saya di daerah rata - rata biaya administrasi untuk BS sekitar Rp. 300 - 400rb
dan gaji mulai dari Rp. 400an, agak jarang menemukan BS yang bersedia digaji Rp. 350rb tapi kalau dibawa ke Jakarta, jadi beda gajinya.”

Perlu tidak kita menegaskan soal job description kepada calon BS atau PRT waktu kita mengambilnya dari yayasan misalnya?
Tentu saja! Sangat penting sekali sebelumnya kita menyampaikan secara tegas apa saja yang kita butuhkan kepada BS atau PRT, terutama pada yayasannya. Tegaskan kepada yayasan dan BS apa saja kebutuhan kita, tidak begitu saja mengikuti peraturan yayasan.

Karena sering kali yayasan merekomendasikan BS yang ternyata baru saja belajar seminggu, atau pengalaman baru beberapa bulan tapi dikatakan sudah bertahun-tahun dan lain sebagainya.

Dilemma antara BS atau PR
Baby sitter biasanya dari yayasan yang sudah dilatih dan biasanya pendidikan baby sitter lebih tnggi dari PRT. Hal ini menimbulkan masalah lain jika BS dan PRT tidak kompak. Seorang mommies mengeluh tentang perilaku BS-nya yang menjengkelkan. Seperti tidak mau mengerjakan pekerjaan yang menurut sang BS bukan tugasnya. Tapi jika dia sendiri kewalahan dengan pekerjaanya, PRT selalu turun tangan.

Kebanyakan dari mommies memilih untuk memiliki PRT saja. PRT yang dilatih sendiri menjadi BS akan lebih menguntungkan. Karena tidak sedikit juga BS yang disalurkan oleh yayasan-yayasan adalah PRT yang diberikan pelatihan beberapa saat untuk menjadi BS.
“Kalau mau ambil BS mendingan yang beneran sekolah BS, bukan pembantu yang dipakaikan baju BS dan hanya diberikan kursus kilat seminggu dari yayasannya.” Pesan mommies yang lain.

Selain itu menurut seorang mommies lebih menguntungkan memilih PRT ketimbang BS alasannya:
1. Dengan BS saat bulan ke-6 gaji harus dinaikkan.
2. Untuk BS tiap 3 bulan harus beli seragam baru
3. BS perlu ekstra gaji yaitu uang cuti 2 hari tiap bulan
4. PRT lebih nurut dan tidak menganggap diri lebih pintar dari majikan.

Pesan-pesan tambahan:
Usahakan ada keluarga kita sendiri yang dapat ikut mengawasi selama kita tidak berada dirumah. Atau setidaknya terus memantau kegiatan BS dan anak di rumah selama kita di luar.  Seorang Mommies menceritakan tentang pengalaman temannya yang mengenaskan. Sang bayi yang dipercayakan ke BS ternyata semakin hari semakin kurus hitam dan layu. Apa yang dilakukan sang BS? Ternyata selama kedua orang tua bayi tersebut bekerja sang bayi disewakan ke pengemis jalanan. Naudzubillahi min dzalik!

 
Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement