|
Tak bisa dipungkiri bahwa hampir diseluruh permukaan bumi selalu ada anggapan bahwa perempuan itu adalah mahluk yang gampang menangis yang kemudian seringkali diasosiasikan dengan sifat cengeng. Akan tetapi, benarkah menangis itu pertanda seseorang itu cengeng?
Banyak penelitian dilakukan terhadap pengaruh tertawa dan tangisan bagi tubuh manusia. Dan semua penelitian tersebut menyimpulkan bahwa baik tertawa maupun menangis sama penting bagi kesehatan kita. Tertawa terbukti dapat meredakan stress bahkan dipercaya dapat membuat orang lebih awet muda. Karena tertawa, melepaskan energi positif yang menstimulasi otak untuk melepaskan pemikiran-pemikiran negatif maupun depresi yang dialami tubuh. Dengan tertawa, tubuh dapat menjadi lebih rileks sehingga mampu untuk menciptakan kreatifitas yang lebih baik. Dengan menurunnya tingkat depresi tersebut, secara otomatis sistem kekebalan tubuh pun meningkat sehingga tubuh terasa lebih segar dan sehat.
Kembali kepada bahasan kita semula yaitu tangisan dan airmata. Ternyata, penelitian yang dilakukan juga membuktikan bahwa menangis itu sama pentingnya dengan tertawa. Menangis dipercaya dapat meningkatkan kesehatan. Hal ini dipicu karena airmata yang keluar saat menangis mengandung zat mangan dan hormon prolaktin yang cenderung meningkat saat seseorang dilanda frustasi/depresi. Keluarnya kedua zat tersebut dari tubuh secara otomatis menurunkan depresi yang tengah diderita. Akan tetapi, banyaknya kedua zat tersebut yang keluar melalui air mata tergantung dari jenis tangisannya.
Ada beberapa tingkatkan tangisan yang biasa terjadi pada manusia. Pertama, airmata basal yang diproduksi untuk melubrikasi mata secara teratur. Kedua adalah airmata yang keluar secara reflek karena dipicu oleh iritasi yang dapat terjadi oleh pengaruh bawang atau lainnya. Yang terakhir adalah airmata yang keluar karena pengaruh emosi. Jenis airmata terakhir inilah yang memiliki zat mangan dan hormon prolaktin tertinggi. Jadi, ketika seseorang menangis karena emosi yang melanda dirinya, keluarnya air mata tersebut secara naluriah mengurangi perasaan depresi yang ada hingga tubuh mencapai kondisi stabil. Sayangnya, banyak orang masih beranggapan bahwa menangis itu adalah hal yang memalukan dan melambangkan kelemahan seseorang. Menangis juga seringkali diasosiasikan dengan ketidakberdayaan seseorang dalam menghadapi masalah. Padahal, menangis itu sangat baik untuk kesehatan dan, secara emosional, membuat orang mampu kembali ke kondisi dimana dia dapat berpikir jernih dan siap menghadapi segala sesuatu. Bahkan, menangis bagi bayi dipercaya dapat menguatkan pernafasan, sel-sel tubuh dan memperluas saluran keringat. Dengan demikian, mengapa kita harus malu untuk menangis?
Sementara itu, tertawa dipercaya memiliki pengaruh yang besar dalam lingkungan sosial. Orang-orang yang menjadi pimpinan dalam suatu organisasi, misalnya, menggunakan lelucon untuk memancing tawa orang yang ada disekitarnya untuk mencairkan suasana/ketegangan yang terjadi karena banyak faktor. Bahkan, beberapa orang memanfaatkan tertawa untuk membantu proses penyembuhan atas suatu penyakit yang tengah dideritanya.
Dengan demikian, dapat diakui bersama bahwa kita membutuhkan kedua kondisi tersebut: menangis dan tertawa. Tangisan membantu kita meredakan stress, melepaskan beberapa zat dan hormon yang berlebihan dari dalam tubuh dan mengembalikan emosi ke kondisi stabil. Sementara tertawa, selain dapat meredakan stress, juga dapat menstimulasi proses penyembuhan hingga mempererat ikatan antar manusia.
Sekarang, kita (para perempuan) tidak perlu lagi malu karena menangis. Karena dengan menangis inilah perempuan memiliki kemampuan lebih, terutama dalam penguasaan emosi.
Source: 1. Menangis dan tertawa sama sehatnya, Moderator Forum Anakku. 2. Why we laugh and cry, Wendy Nolund. 3. Hikmah Menangis, Admin Situs Bayi Sehat |