We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Rangkuman Diskusi arrow Anak arrow Efek Psikologis Bila BALITA Laki-Laki Sering Melihat Ibu Menyusui
Efek Psikologis Bila BALITA Laki-Laki Sering Melihat Ibu Menyusui E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Kamis, 10 Januari 2008

 Fase BALITA yang sering dikatakan sebagai fase terpenting dalam menanamkan dasar pijakan kehidupan pada seorang manusia. FAse di mana anak belum mampu mencerna berbagai pemandangan yang ada di depannya, sehingga tidak jarang muncul berbagai kekuatiran pada diri orang tua sendiri salah atau benarkah apa yang sudah dilakukannya, bagaimanakah dampaknya kelak?

Salah satunya adalah proses menyusui, yang merupakan proses alami yang dilakukan seorang ibu kepada buah hatinya. Walaupun ini merupakan suatu proses yang alami dan wajar, tetapi adakah dampak psikologisnya bila seorang ibu terlalu sering menyusui sang adik di depan anak BALITAnya sehingga tidak sengaja terlihat payudara ibunya atau bahkan sang anak balita laki-laki itu menyentuh payudara ibunya?

Yang perlu diperhatikan adalah perlunya memberi masukan pada anak bahwa menyusui itu adalah proses yang alami dan wajar, sesuatu yang mulia yakni ibu yang memberikan makan kepada anaknya. Ceritakan pula bawa si anak dulu juga demikian bila perlu tunjukkan photo saat dia menyusui

Di samping itu ibu juga bisa sekaligus pendidikan sex sejak dini dengan mengenalkan anatomi tubuh misalnya dengan menjelaskan perbedaan bentuk tubuh wanita dan pria, kemudian menjelaskan bahwa wanita dewasa nantinya akan mengalami keFamilan dan dilanjutkan dengan proses menyusui setelah sang bayi lahir.

Dari sisi ibu sendiri sebaiknya juga menutup payudara sewajarnya, jangan mentang-mentang menyusui di rumah dan di depan anak sendiri kemudian masa bodoh alias cuek saja terbuka.
Hal ini juga bisa sebagai sarana mengajarkan sopan santun kepada anak, bahwa kita berusaha untuk sopan dalam menjaga aurat kita sekaligus juga mengajarkan bahwa ada macam-macam yg
namanya "buka-bukaan" itu.

Harapannya bila dijelaskan sejak dini dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh nyata di sekitar kita, pikiran anak akan semakin terbuka dn mampu memahami apa yang dia lihat.

Bila si anak laki -laki BALITA sampai menyentuh payudara ibunya bisa saja itu merupakan ekspresi gemas atau kangennya sang anak pada ibunya, hal ini kadang masih berlangsung sampai anak usia 5 tahun.

Jadi, tidak ada yang harus terlalu dikuatirkan bila sang anak laki-laki yang masih BALITA sering tidak sengaja terlihat payudara ibunya saat menyusui  atau  bahkan sang anak balita laki-laki itu menyentuh payudara ibunya.

Kuncinya hanya terletak pada komunikasi dan sikap orang tua menyikapi setip kejadian yang dilalui anak BALITAnya. (Uci-WRM)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement