We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Renungan arrow Pelangi di Hatiku
Pelangi di Hatiku E-mail
Pengirim: Gita Sukardi   
Selasa, 01 Januari 2008

  Tak ada pengalaman hidup yang lebih menegangkan, menakjubkan dan menghebohkan bagi para ibu.  


• Musuh berat bagi nyamuk, anjing, kucing yang dijumpai saat jalan-jalan pagi ataupun orang tak dikenal yang menyapa saat berpapasan. Semua kita tatap dengan penuh selidik dan curiga. Apakah mereka benar-benar ramah atau penculik? Apakah tangan mereka yang menjawil gemas pipi si kecil sudah cuci tangan jadi bebas kuman atau pembawa penyakit kulit? Apakah permen atau biskuit yang mereka angsurkan itu bukan narkoba? Apakah anjing itu sudah bebas rabies? Bagaimana dengan kucing tetangga sebelah yang kerap mampir mengeong-ngeong ke rumah? Apa mereka tidak kudisan atau membawa bibit tokso? Belum lagi nyamuk. Harus 100% rumah bebas nyamuk, alih-alih kena demam berdarah atau malaria! Hiii… Satu bintil merah di kaki si kecil diteliti dengan seksama. Kalau perlu pakai kaca pembesar.

• Mendadak jadi penyanyi. Ajaib, entah kenapa semua lagu anak-anak zaman TK dulu seperti Balonku, Pelangi dan Bintang Kecil diretrieve dengan mudah oleh memori kita dan kita nyanyikan dengan spontan lantang-lantang a la Bianca Castafiore, sang penyanyi soprano dalam serial Tintin, tidak peduli suami protes tutup telinga. Tidak ada penghargaan yang lebih besar, bahkan Grammy Awards sekalipun yang dapat mengalahkan binar manik mata kekaguman sang intan mendengar ibunya menyanyi semerdu burung kutilang. Kalau ‘databank’ lagu ibu Kasur sudah habis diretrieve, tapi si kecil belum lelappun, lagu ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ atau ‘Rayuan Pulau Kelapa’ bahkan lagu-lagu kampus perjuangan dulu, terpaksalah terlantunkan juga!

• Ada tidaknya balon gratis merupakan faktor determinan utama dalam memilih tempat makan siang di hari libur. Roti lalap dan mi bongsor (baca: burger dan spaghetti) terasa sama lezatnya dengan soto kudus atau pempek palembang gerai sebelah asal si bidadari kecil bisa duduk diam ‘mengemut’ menu junkfoodnya sambil menggenggam erat balon bak mutu manikam di tangan kirinya.

• Gosip paling hot bukanlah artis X pacaran dengan si Y, tapi swalayan mana yang memberikan harga termurah bagi produk susu kaleng atau diapers. Tidak lagi hafal Nomad bioskop 21 seantero kota, kafe yang lagi gaul untuk clubbing, tapi harga tiap produk susu kaleng dan diapers. Info terkini dan terpercaya akan disebarkan seketika via e-mail. Kalau perlu dengan bonus ‘pengalaman pribadi’ produk yang jelas-jelas murah dan berkualitas. Lebih sempurna dari selebaran gratis yang dibagi-bagikan swalayan tertentu, karena ini sudah ada analisisnya. Nggak kalah serunya adalah gosip Yayasan Babysitter. Lebih laris dari daftar Kekayaan Pejabat Negara. Setiap mama baru tidak sempurna rasanya bila belum mengoleksi daftar contact-address Yayasan Babysitter local area (bahkan mencakup sampai Jawa Tengah sekalipun!) lengkap dengan tingkatan dan gajinya. Hot list terutama di saat-saat menjelang Lebaran.

• Mendadak doyan brokoli dan ikan. Terbayang betapa sakit hatinya ibu kita dahulu disia-siakan masakan pepes ikan mas atau capcay istimewanya karena kita enggan makan kembang kol atau wortel. Sekarang? Ternyata hukum karma itu berlaku. Semua ibu berbakat untuk menjadi bintang panggung karena piawai menampilkan mimik muka yang nikmat saat mengunyah dan menelan selembar bayam agar sang puteri raja terangsang untuk mencobanya juga. Habis sepiring pecelpun oleh kita, jangan harap si lembut itu bakal lahap juga menelan sebiji kapri atau sepotong pepaya. Hitung-hitung program diet berhasil sukses atas dukungan si kecil meski kampanye ‘cinta sayuran & buahan’ gagal total.

• Info ‘sale’ department store tertentu berarti hunting langsung ke lantai atas: mainan dan pakaian anak-anak. Kosmetik? Tas? Gaun atau blazer? Nanti dulu! Itu prioritas kedua. Setelah budget habis terkuras oleh piyama bercorak dinosaurus, slipper Little Ponies ataupun baju renang Winnie the Pooh.

• Film George Clooney yang terbaru? Pirates of the Caribbean? Membahas Heroes kemarin malam? Rasanya lebih PD dan lebih lancar tuh kalau ditanya new releasenya film animasi Disney atau nama jangkriknya Mulan dan Pinokio.

• Tersadar disenyum-senyumi orang yang berpapasan di mal karena mengenakan bando Mini Tikus lengkap dengan kuping tikusnya karena sang ‘putri’ emoh memakainya lagi.

• Entah kekuatan dari mana merubah kita jadi Xena, the Princess Warrior, yang siap mendorong kereta bayi di tangan kiri, menggandeng si kakak di tangan kanan, tas ransel si kakak, tas kita sendiri, tas ‘perang’ si bayi dan kantong-kantong plastik belanjaan.

• Pergi ke luar rumah identik dengan siap berkemah di alam pegunungan yang masih liar di udara terbuka. Inspector Gadgetpun masih kalah dengan sang mama yang membawa perlengkapan dari toiletries si kecil, botol susu cadangan, tisu basah, tisu kering, bantal, handuk, termos, kotak P3K, air mineral, selimut kecil, pisau lipat, mainan kesayangan, buku cerita favorit, kudapan, minyak kayu putih, salep anti gatal sampai satu set baju ganti dan satu set baju tidur. Pergi berlibur dan menginap? Keperluan sang ‘raja’ bisa satu koper sendiri, lengkap dengan panci sterilizing (untuk merebus botol susu) dan berkotak-kotak susu dan bubur bayi. Mungkin kompor saja yang tidak terbawa.

• Kalau ‘Miss Congeniality’ diadakan di sini, mungkin si mama bisa jadi finalis. Mama jadi super sabar, sopan santun, penuh etika dan lembut tutur katanya. Mama sekarang rajin bilang ‘maaf’, ‘terima kasih’ dan ‘tolong’. Ajaran moral di sekolah berhasil? Tunggu dulu! Meskipun di masa kuliah dulu terkenal sebagai mahasiswi yang tomboy dan meriah mengumbar kata-kata ‘keramat’, sekarang musti pikir dua kali sebelum sumpah serapah berhamburan keluar saat mobil disalip milrolet dari sisi kiri. Kalau tidak,”Ma, mama ngomong apa sih? Katanya nggak boleh ngomong yang jelek-jelek?” Oops, I did it again!

• Hobi mengoleksi pecah belah kristal? Pernak-pernik keramik? Mengidamkan rumah yang bersih, asri, apik bak di majalah interior? Rasanya rumah kita lebih layak tayang karena lebih ‘hidup’ dan ‘berpenghuni’ karena didekor dan didisain interior spesial oleh smurf-smurf biru yang berpendapat bahwa lego, piranti masak-masakan, puzzle, boneka barbie dan pesawat terbang berbaterai lebih cocok berserakan di lantai ketimbang karpet persia. Atau coretan benang kusut krayon dan spidol di tembok lebih berkesan ‘homey’ dibanding wallpaper bermotif bebungaan a la Laura Ashley.

• Cobalah bongkar kembali koleksi kaset lama saat pacaran dulu atau saat honeymoon. Kalau perlu sambil memejamkan mata dan bersenandung, hayati kata per kata lagu-lagu penuh memori itu. Aneh, kenapa saat melantunkan ‘You’re Still the One’ nya Shania Twain, ‘Heaven Must be Missing An Angel’nya kelompok acapela dari Italia itu atau ‘Dreamin’ You’nya Heatwave tidak terbayang wajah sang suami ya? Yang melintas hanya si kecil lagi, si kecil lagi! Kenapa lagu-lagu itu yang dulu diciptakan khusus dan kita senandungkan dengan penuh perasaan untuk sang mantan pacar sekarang jadi berbeda maknanya? Kenapa sekarang kedengarannya ditujukan ke krucil-krucil yang menggemaskan itu?
And when you smile the world seems brighter…
You put the sun into the darkest days…
‘Cause you’re the world to me...
Can’t you see no matter what I do,
I’m always dreamin’ youuu…

Menyesalkah Bunda?
Betapapun pekaknya kuping saat dia nyerocos awal bisa bicara atau lelahnya badan karena tidak tidur semalaman menunggui si kecil yang rewel karena demam atau terpeleset bekas ompol di lantai tidaklah seberapa dibandingkan nikmatnya kekaguman memandang muka malaikatnya yang sedang tertidur lelap, pulas dalam kedamaian.
Tak percaya kalau semenit yang lalu makhluk imut-imut ini begitu penuh energi, berjumpalitan di tempat tidur, loncat-loncat sambil berteriak-teriak.

Menyesalkah Bunda?
Tak terlukiskan dengan kata-kata keajaiban melihat dia tumbuh.
Tak percaya kalau dia dulunya berawal dalam tubuh kita dan lahir begitu kecil dan tak berdaya.
Tak terperikan ketakjuban mendengar kata ‘mama’ pertamanya, melebihi rasanya memenangkan undian liburan keliling dunia.
Bak kata iklan , mereka itu “Bikin hidup lebih hidup.”

Menyesalkah Bunda?
Siapa yang tega membenci seorang anak balita?
Bau tubuhnya harum sewangi surga.
Tak heran kita gemar memeluk dan menciuminya karena auranya yang semanis kembang gula.
Tak berlebihan bila mereka disebut ‘permata hati’.
Karena tidak ada sebutir berlian dan logam berhargapun di dunia ini yang dapat mengalahkan ‘harga’ seorang anak bagi ibundanya.

Happy Mother’s Day!
For all superwomen – u r truly heroes!

http://gitass.multiply.com/photos/album/16/Ibu_Tiada_Dua

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement