|
Anak Senang Berpura-pura Menjadi Idolanya |
|
|
Pengirim: We R Mommies
|
|
Kamis, 20 Desember 2007 |
|
Seorang mommy merasa khawatir dengan tingkah putri kecilnya yang berusia 2,5 tahun. Usai menonton film Petualangan Sherina, sang anak senang mengidentifikasikan dirinya sebagai Sherina. Bahkan, ia menolak untuk dipanggil dengan nama aslinya. Penolakan ini bukan hanya dilakukan dalam keluarga, tapi juga kepada lingkungan sekitar, termasuk para tetangga.
Meski pun sadar bahwa tahap ini penting untuk mengembangkan imajinasi anak, mommy tersebut khawatir tindakan putrinya menjadi berlebihan. Ia mengharapkan saran untuk tindakan yang harus dilakukan. Mommies lain berpendapat bahwa hal itu adalah perilaku yang wajar bagi seorang anak. Para mommies membagi pengalaman mereka tentang anak-anaknya. Seorang mommy bercerita tentang dua anak lelakinya yang pernah berkhayal menjadi pembalap hotwheels. Tapi, fase ini tidak lama dilewati. Mommy lain menceritakan putrinya yang sampai berusia 6 tahun masih senang berpura-pura menjadi idolanya. Sang anak bercita-cita menjadi seorang princess. Bahkan saat di sekolah pun, ketika ditanya guru, ia tetap menjawab ingin menjadi princess. Tapi kemudian, baru-baru ini pilihan itu berubah menjadi seorang secret agen. Ada mommy yang anaknya pernah meniru perilaku dinosaurus sesuai tokoh dalam film yang ditontonnya. Bosan menjadi dinosaurus, sang putra kemudian meniru tokoh ultraman gaia. Mommy lain, yang anaknya juga senang berpura-pura menjadi ultraman membagi pengalamannya dalam menanggapi tingkah putranya. Tindakan si anak bahkan dijadikan alat untuk memberi nasehat. Merujuk pada perilaku baik sang idola, anak dinasehati untuk melakukan hal yang baik pula. Umumnya mommies berpendapat bahwa fase ini akan dilewati. Jadi, ibunda tak perlu terlalu khawatir tindakan anak menjadi berlebihan, karena ini sesuatu yang wajar bagi anak-anak. |