|
Better Safe Than Sorry (Tip Keselamatan) |
|
|
Pengirim: Gita Sukardi
|
|
Senin, 10 Desember 2007 |
|
Berikut adalah hal-hal kecil yang kadang terlupakan, tapi sebenarnya dapat membahayakan keselamatan kita. Lebih baik kita biasakan hidup yang aman agar kita dan anak-anak kita selalu alert dan selamat di manapun kita berada.
1. Smart driver only drive Sebaiknya tidak menerima, menjawab telepon atau membaca/mengirimkan SMS pada saat mengemudikan kendaraan. Seringkali kita jumpai pengendara mobil yang berjalan perlahan dan serba tanggung karena sedang mengirim SMS. Apakah si pengendara tidak aware bahwa tindakannya dapat membahayakan dirinya dan orang lain? Berhentilah di tepi jalan bila memang kita terpaksa harus membaca pesan atau menelepon seseorang.
2. Talk and walk Etika berhandphone juga ada. Sebaiknya mengobrol di handphone atau berSMS–ria jangan sambil berjalan. Berhentilah di tepi/sudut supaya kita bisa berkonsentrasi. Apalagi sambil menyeberang jalan. Sangat berbahaya!
3. Escape on the escalator Berdirilah di tengah pijakan eskalator. Jangan melewati garis kuning di samping, bawah dan atas. Bila keadaan darurat, penting sekali bagi kita untuk mematikan jalannya mesin eskalator dengan cara menekan tombol merah di ujung tangga.
4.Food galore Pastikan obat-obatan, alat pembersih, obat serangga, bahan-bahan kimia, parfum, lotion, hairspray berada jauh dari jangkauan anak-anak. Anak balita gemar bereksplorasi dengan cara mencicipinya lewat panca indera perasa dan kadang menyemprotkannya ke mata. O ya, stapler sebagai penjepit kemasan makanan, seperti lemper dan gado-gado, begitu kecil dan terabaikan oleh mata kita. Pastikan kita mengambil dan membuangnya ke tempat sampah sebelum kita dan anak-anak kita menyantap kudapan favorit.
5. Fire and earthquake drill Di kantor mungkin kita sudah hafal dan siaga dengan prosedur evakuasi pada saat gempa bumi atau kebakaran karena sering dilakukan latihan. Bagaimana dengan di rumah? Lakukanlah simulasi bahaya kebakaran dan gempa bumi di rumah dengan seluruh penghuni rumah. Yakinkan para pengasuh dan asisten rumahtangga mengetahui nomor-nomor telepon darurat dan langkah-langkah keselamatan.
6. Fire, fire on the wall Apakah kita sudah memiliki tabung pemadam kebakaran di rumah? Mungkin kedengarannya tak perlu, tetapi kita takkan pernah menyesal untuk membelinya. Ajarkan orang-orang dewasa di rumah cara-cara penggunaannya dan isi ulang setiap tahunnya. Begitu juga dengan smoke detector.
7.Stairway to heaven Hati-hati dalam menggunakan tangga. Lebih baik menggunakan tangga dengan dua kaki yang kokoh (membentuk pola segitiga dengan tanah) ketimbang satu. Satu kaki susah menjaga keseimbangan.
8. Candle in the wind Hati-hati dengan lilin. Lebih baik memiliki emergency lamps di setiap ruangan daripada memakai lilin. Sudah banyak kejadian kebakaran hanya karena lilin yang menyambar tirai. Sama halnya dengan lilin aromaterapi. Sebelum kita terlelap tidur, pastikan lilin aromaterapi sudah kita matikan.
Have a safe life!
Gita Sukardi 22 Oktober 2007 |