We R Mommies

Google
Web Web WRM
border border border border
border border
Info Penting
Dompet Asuh WRM
BCA Cabang Wisma Asia
Acc # 084-044-0176
A/n Renta Simanjuntak

KAS WRM
Acc. # 103 - 000 420799 - 5
Bank Mandiri Cab Menara Thamrin
A/N Renta Simanjuntak & Hilda Yanuarti
 
Khusus Anggota





Lupa kata sandi?
border
border border border border
Pembaca diperkenankan mengutip artikel dari halaman ini dengan syarat mencantumkan sumbernya: wrm-indonesia.org.
© 2008 We R Mommies | WRM Indonesia. All rights reserved.
border
HomeborderArtikelborderForumborderWebborderKontak
  arrow pointing to the right   Beranda arrow Kumpulan Artikel arrow Yang Lain arrow Komposter
Komposter E-mail
Pengirim: We R Mommies   
Senin, 10 Desember 2007

Ingin mendaur ulang sampah menjadi kompos tetapi tidak tahu bagaimana caranya? Jangan sedih, sekarang sudah tersedia komposter yang siap dipakai. Lengkap dengan petunjuknya bahkan hasil dari kompos tersebut dapat dijual selain tentu saja untuk menyuburkan tanaman di rumah sendiri.

Kencanaonline.com menjual komposter untuk rumah tangga, harganya pun terjangkau. Tetapi kalau ingin sedikit usaha, sebenarnya membuat komposter tidaklah terlalu sulit.

Seperti dijelaskan oleh Mom Lita Uditomo di jurnalnya dengan alamat catatanlita.blogspot.com/2007/07/pelatihan-mengolah-sampah-rumah-tangga.html

Untuk mengompos bisa pakai macam-macam wadah :
* drum plastik, bagian bawahnya dilubangi 5 buah. Diletakkan di atas bata agar aliran udara bisa masuk. Diberi tutup dari bantalan sabut/sekam (dari jaring plastik) untuk menjaga kelembapan dan suhu pengomposan.
* gentong/tempayan dari tanah liat ukuran 50 -100 ml. Bagian dasarnya dilubangi 5 buah. Diberi tutup bantalan sabut/sekam.
* keranjang takakura : keranjang tempat cucian ( laundry basket ), bagian dasarnya dilubangi 6 buah, diberi alas bantalan sabut/sekam. Di dalamnya diberi lapisan kardus.

Lalu bagaimana caranya membuat kompos?

Pertama, pilahkan sampah organik ( sampah dapur dan halaman ) dan sampah non organik. Komposisi terbesar dari sampah rumah tangga sekitar 70% sebenarnya adalah sampah organik. Dan ini bisa 'ditahan' di rumah, dan diolah menjadi kompos.

Jenis sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos itu adalah :

* sampah sayur baru
* sisa sayur basi, tapi ini harus dicuci dulu, peras, lalu buang airnya
* sisa nasi
* sisa ikan, ayam, kulit telur
* sampah buah ( anggur, kulit jeruk, apel dll ). Tapi tidak termasuk kulit buah yang keras seperti kulit salak.

Sampah organik yang tidak bisa diolah :

* protein seperti daging, ikan, udang, juga lemak, santan, susu karena mengundang lalat sehingga tumbuh belatung
* biji-biji yang utuh atau keras seperti biji salak, asam, lengkeng, alpukat dan sejenisnya. Buah utuh yang tidak dimakan karena busuk dan berair seperti pepaya, melon, jeruk, anggur.
* sisa sayur yang berkuah harus dibuang airnya, kalau bersantan harus dibilas air dan ditiriskan.

Kedua, semua sampah itu dicacah/dipotong kecil-kecil/ digunting jadi kecil, lalu masukkan keranjang, dan diaduk-aduk dengan kompos activator (kompos lama) . Setiap hari bisa dimasukin sampah baru. Untuk keluarga yang anggotanya sekitar 4-7 orang, keranjang ini akan penuh dalam waktu sekitar 2-4 bulan. Jadi kita bisa panen kompos sekitar 2-4 bulan kemudian. Dan kalau prosesnya benar, maka pengomposan ini sama sekali ngga menimbulkan bau busuk.

Jadi tunggu apalagi, yuk buat kompos untuk mengurangi masalah sampah (MD)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

ke atas Ke Atas go to top
border
Menu Utama
Beranda
Kumpulan Artikel
Rangkuman Diskusi
Alamat Web
Tentang WRM
Kegiatan WRM
Forum
Buku Tamu
Bunga Rampai
Baik dan Bijak
Goresan Pena
Profil Anggota
WRM Kidz




Advertisement