|
Ingin mendaur ulang sampah menjadi kompos tetapi tidak tahu bagaimana caranya? Jangan sedih, sekarang sudah tersedia komposter yang siap dipakai. Lengkap dengan petunjuknya bahkan hasil dari kompos tersebut dapat dijual selain tentu saja untuk menyuburkan tanaman di rumah sendiri.
Kencanaonline.com menjual komposter untuk rumah tangga, harganya pun terjangkau. Tetapi kalau ingin sedikit usaha, sebenarnya membuat komposter tidaklah terlalu sulit.
Seperti dijelaskan oleh Mom Lita Uditomo di jurnalnya dengan alamat catatanlita.blogspot.com/2007/07/pelatihan-mengolah-sampah-rumah-tangga.html
Untuk mengompos bisa pakai macam-macam wadah : * drum plastik, bagian bawahnya dilubangi 5 buah. Diletakkan di atas bata agar aliran udara bisa masuk. Diberi tutup dari bantalan sabut/sekam (dari jaring plastik) untuk menjaga kelembapan dan suhu pengomposan. * gentong/tempayan dari tanah liat ukuran 50 -100 ml. Bagian dasarnya dilubangi 5 buah. Diberi tutup bantalan sabut/sekam. * keranjang takakura : keranjang tempat cucian ( laundry basket ), bagian dasarnya dilubangi 6 buah, diberi alas bantalan sabut/sekam. Di dalamnya diberi lapisan kardus.
Lalu bagaimana caranya membuat kompos?
Pertama, pilahkan sampah organik ( sampah dapur dan halaman ) dan sampah non organik. Komposisi terbesar dari sampah rumah tangga sekitar 70% sebenarnya adalah sampah organik. Dan ini bisa 'ditahan' di rumah, dan diolah menjadi kompos.
Jenis sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos itu adalah :
* sampah sayur baru * sisa sayur basi, tapi ini harus dicuci dulu, peras, lalu buang airnya * sisa nasi * sisa ikan, ayam, kulit telur * sampah buah ( anggur, kulit jeruk, apel dll ). Tapi tidak termasuk kulit buah yang keras seperti kulit salak.
Sampah organik yang tidak bisa diolah :
* protein seperti daging, ikan, udang, juga lemak, santan, susu karena mengundang lalat sehingga tumbuh belatung * biji-biji yang utuh atau keras seperti biji salak, asam, lengkeng, alpukat dan sejenisnya. Buah utuh yang tidak dimakan karena busuk dan berair seperti pepaya, melon, jeruk, anggur. * sisa sayur yang berkuah harus dibuang airnya, kalau bersantan harus dibilas air dan ditiriskan.
Kedua, semua sampah itu dicacah/dipotong kecil-kecil/ digunting jadi kecil, lalu masukkan keranjang, dan diaduk-aduk dengan kompos activator (kompos lama) . Setiap hari bisa dimasukin sampah baru. Untuk keluarga yang anggotanya sekitar 4-7 orang, keranjang ini akan penuh dalam waktu sekitar 2-4 bulan. Jadi kita bisa panen kompos sekitar 2-4 bulan kemudian. Dan kalau prosesnya benar, maka pengomposan ini sama sekali ngga menimbulkan bau busuk.
Jadi tunggu apalagi, yuk buat kompos untuk mengurangi masalah sampah (MD) |